JAKARTA, Cobisnis.com – TNI menampilkan berbagai alutsista modern dalam Latihan Integrasi TNI 2026 yang digelar di Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Kepulauan Riau. Latihan gabungan tersebut menjadi ajang untuk menguji kesiapan operasi sekaligus memperkuat interoperabilitas tiga matra TNI.
Sejumlah alutsista terbaru yang dikerahkan antara lain jet tempur Dassault Rafale dan pesawat angkut berat Airbus A400M milik TNI AU. Kehadiran keduanya menjadi bagian dari upaya modernisasi pertahanan nasional dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan.
Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana mengatakan pengerahan alutsista terbaru bertujuan menguji kesiapan operasi gabungan. Selain itu, latihan juga menjadi sarana memperkuat kemampuan seluruh matra dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Guna menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar I Nyoman Suadnyana mengenai tujuan utama pelaksanaan latihan tersebut. Latihan berlangsung dengan skenario pengamanan wilayah serta objek vital nasional yang melibatkan unsur darat, laut, dan udara.
Sebanyak 12.987 personel dari TNI AD, TNI AL, dan TNI AU diterjunkan dalam latihan terpadu tersebut. Berbagai unsur udara seperti pesawat tempur, pesawat angkut, helikopter, pesawat tanpa awak, hingga pasukan gerak cepat turut ambil bagian.
Selain Rafale, latihan juga menampilkan rudal C-705, sistem peluncur roket ganda (MLRS), tank, howitzer, serta drone kamikaze AKM KI-50 buatan dalam negeri. Kombinasi alutsista tersebut menggambarkan peningkatan kemampuan tempur dan integrasi teknologi pertahanan Indonesia.
Dari matra laut, TNI AL mengoperasikan Unmanned Surface Vehicle (USV) Kamikaze yang diluncurkan dari KRI Soeharso-991. Latihan juga mencakup operasi peranjauan dan infiltrasi pasukan khusus Kopaska untuk menyimulasikan berbagai skenario operasi gabungan.
Melalui Latihan Integrasi TNI 2026, TNI ingin memastikan seluruh alutsista modern dapat beroperasi secara terpadu dalam menjaga pertahanan nasional. Modernisasi yang terus dilakukan diharapkan mampu meningkatkan daya tangkal Indonesia sekaligus memperkuat kesiapan menghadapi berbagai ancaman di masa depan.













