• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, January 15, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

China Kuasai 40% Ekspor Tekstil, Dominasi Pasar Global Tak Terbendung

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 3, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
China Kuasai 40% Ekspor Tekstil, Dominasi Pasar Global Tak Terbendung

JAKARTA, Cobisnis.com – China menegaskan dominasinya sebagai eksportir tekstil terbesar di dunia dengan menguasai hampir 40% pangsa pasar global. Posisi ini menjadikan Negeri Tirai Bambu sebagai pusat produksi industri fesyen dunia, mulai dari pakaian sehari-hari hingga tekstil premium.

Data Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) mencatat bahwa China mengekspor tekstil senilai lebih dari 300 miliar dolar AS pada 2023. Angka tersebut menunjukkan betapa besar kontribusi sektor tekstil terhadap perekonomian China, sekaligus menegaskan perannya dalam rantai pasok internasional.

Dominasi China di pasar tekstil tidak datang tiba-tiba. Negara ini memiliki kombinasi tenaga kerja terampil, biaya produksi yang efisien, serta dukungan infrastruktur logistik yang memadai. Faktor-faktor ini membuat China mampu memproduksi dalam skala besar dengan harga kompetitif.

Selain unggul dalam volume, China juga berhasil merambah berbagai segmen pasar. Dari produk tekstil massal yang terjangkau hingga material premium untuk merek internasional, semua dapat diproduksi di kawasan industri tekstil China.

Ketergantungan global terhadap tekstil asal China sangat tinggi. Banyak negara di Asia, Afrika, hingga Eropa mengandalkan impor dari China untuk memenuhi kebutuhan industri fesyen mereka. Situasi ini membuat setiap gejolak perdagangan bisa berdampak luas.

Perang dagang antara China dan Amerika Serikat sempat memicu kenaikan tarif pada produk tekstil. Kondisi tersebut mengguncang pasar fesyen global karena produsen dan konsumen terjebak pada harga yang lebih tinggi.

Bangladesh, Vietnam, India, dan Turki kini berusaha mengambil sebagian pangsa pasar tekstil global. Mereka menawarkan biaya tenaga kerja lebih rendah sebagai strategi bersaing, meski belum mampu menandingi skala produksi raksasa China.

Bagi China, dominasi di sektor tekstil bukan hanya soal ekonomi, melainkan juga strategi geopolitik. Dengan posisi sebagai pemasok utama, negara ini memiliki kekuatan tawar lebih dalam perdagangan internasional.

Industri tekstil juga menjadi motor penggerak lapangan kerja di China. Jutaan tenaga kerja bergantung pada sektor ini, sehingga keberlanjutan ekspor menjadi prioritas penting dalam kebijakan ekonomi nasional.

Dengan capaian tersebut, China diperkirakan akan tetap menjadi pemimpin pasar tekstil dunia dalam waktu lama. Namun, tantangan dari negara pesaing bisa mendorong transformasi industri ini ke arah yang lebih inovatif dan berkelanjutan.

Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
lynda course free download
download intex firmware
Download Premium WordPress Themes Free
download udemy paid course for free
Tags: ChinaCobisnisEksporPebisnismudaPerdagangan globalTekstil

Related Posts

AS Tarik 25 Persen dari Penjualan Chip Nvidia H200 ke China

AS Tarik 25 Persen dari Penjualan Chip Nvidia H200 ke China

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan pemerintahannya menyetujui penjualan chip AI Nvidia H200 ke China dengan ketentuan...

Sejarah Turkish Delight, dari Istana Ottoman hingga Cemilan Dunia

Sejarah Turkish Delight, dari Istana Ottoman hingga Cemilan Dunia

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Turkish Delight, atau dikenal sebagai lokum, adalah permen tradisional Turki yang sudah ada sejak abad ke-15. Permen...

Mengulik Sejarah Sultan Ahmed Mosque, Masjid Ikonik Turki

Mengulik Sejarah Sultan Ahmed Mosque, Masjid Ikonik Turki

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Sultan Ahmed Mosque, yang dikenal dengan julukan Blue Mosque, adalah salah satu ikon paling terkenal di Istanbul,...

Iran Tak Gentar Ancaman AS–Israel, Konflik Kawasan Kian Memanas

Iran Tak Gentar Ancaman AS–Israel, Konflik Kawasan Kian Memanas

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Ketegangan geopolitik global kembali menguat setelah Iran menyatakan kesiapan menghadapi potensi konflik bersenjata dengan Amerika Serikat dan...

Cuma Makan Putih Telur Saat Sarapan, Ini yang Terjadi

Cuma Makan Putih Telur Saat Sarapan, Ini yang Terjadi

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Ahli diet asal Amerika Serikat, Karen Ansel, RDN, mencoba pola sarapan ekstrem dengan hanya mengonsumsi putih telur...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Fabio Di Giannantonio Pilih Jalur Sendiri, Tak Mau Ikuti Setup Marc Marquez di MotoGP 2025

Malam Nisfu Syaban 2026 Jatuh Awal Februari, Ini Waktu dan Amalan yang Dianjurkan

January 12, 2026
Ari Askhara

Pernah Berkasus di Garuda Indonesia, Ari Askhara Kini Jadi Dirut HUMI

January 15, 2026
China Catat Surplus Perdagangan Rekor US$1,2 Triliun Meski Dihantam Tarif Trump

China Catat Surplus Perdagangan Rekor US$1,2 Triliun Meski Dihantam Tarif Trump

January 14, 2026
Purbaya Sebut Coretax Masih Banyak Masalah, Perbaikan 1 Bulan Belum Cukup

Purbaya Tegas: Rokok Ilegal Harus Masuk Sistem atau Ditindak

January 14, 2026
Iran Tutup Wilayah Udara, Penerbangan Komersial Dibatasi Akibat Ketegangan Politik

Iran Tutup Wilayah Udara, Penerbangan Komersial Dibatasi Akibat Ketegangan Politik

January 15, 2026
Negara Terima Rp 5,2 Triliun dari Denda Sawit dan Tambang

Negara Terima Rp 5,2 Triliun dari Denda Sawit dan Tambang

January 15, 2026
Ketegangan Iran–AS Meningkat, Washington Kurangi Personel di Pangkalan Qatar

Ini Daftar 75 Negara yang Visa Imigrannya Ditangguhkan Amerika Serikat

January 15, 2026
Ketegangan Iran–AS Meningkat, Washington Kurangi Personel di Pangkalan Qatar

AS Hentikan Sementara Visa Imigran dari Puluhan Negara, Berlaku Mulai 21 Januari

January 15, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved