JAKARTA, Cobisnis.com – Butter dan margarin sama-sama sering digunakan untuk memasak maupun membuat kue, tetapi keduanya memiliki perbedaan dari bahan dasar hingga karakteristiknya.
Butter atau mentega merupakan produk olahan susu yang dibuat dari krim susu, sehingga memiliki cita rasa gurih dan aroma khas susu.
Sementara itu, margarin umumnya dibuat dari minyak nabati sehingga memiliki karakteristik yang berbeda dengan butter.
Perbedaan bahan dasar tersebut juga membuat kandungan lemak keduanya tidak sama, dengan butter secara alami mengandung lemak jenuh dan kolesterol.
Margarin dapat memiliki lebih banyak lemak tak jenuh, tetapi jenis margarin yang menggunakan proses hidrogenasi parsial perlu diwaspadai karena dapat mengandung lemak trans.
Dari segi rasa dan tekstur, butter cenderung memberikan aroma yang lebih kaya serta rasa gurih yang khas, sehingga kerap digunakan untuk menghasilkan cita rasa tertentu pada kue.
Margarin memiliki tekstur yang lebih praktis untuk berbagai kebutuhan memasak dan dapat digunakan sebagai bahan pembuatan kue maupun untuk menumis.
Perbedaan lainnya terletak pada ketahanan terhadap panas karena butter memiliki titik asap yang relatif lebih rendah dan lebih mudah berubah ketika dipanaskan pada suhu tinggi.
Karena karakteristiknya berbeda, pemilihan butter atau margarin sebaiknya disesuaikan dengan jenis makanan dan hasil akhir yang ingin diperoleh.
Untuk membuat kue, butter dapat dipilih ketika ingin mendapatkan rasa dan aroma susu yang lebih kuat, sedangkan margarin juga banyak digunakan untuk menghasilkan tekstur tertentu pada kue dan biskuit.
Saat membeli margarin, konsumen juga disarankan memperhatikan label kemasan, terutama kandungan lemak trans dan komposisinya.
Dengan mengetahui perbedaan keduanya, penggunaan butter maupun margarin dapat disesuaikan dengan kebutuhan memasak sehingga tidak lagi tertukar saat berada di dapur.













