JAKARTA, Cobisnis.com – Brad Arnold, vokalis utama band rock nominasi Grammy, 3 Doors Down, meninggal dunia pada Sabtu waktu setempat, beberapa bulan setelah mengumumkan bahwa dirinya didiagnosis kanker ginjal stadium 4. Ia wafat dalam usia 47 tahun.
Dalam pernyataan resmi, pihak band menyampaikan bahwa Arnold “meninggal dengan tenang, dikelilingi orang-orang tercinta, dalam tidurnya setelah perjuangan panjang dan berani melawan kanker.”
3 Doors Down dibentuk di Mississippi pada 1995 dan empat tahun kemudian meraih nominasi Grammy berkat lagu terobosan mereka, “Kryptonite.” Menurut pernyataan band, Arnold menulis lagu tersebut saat masih berusia 15 tahun, ketika duduk di bangku kelas matematika.
Album debut mereka, “The Better Life,” terjual lebih dari 6 juta kopi. Nominasi Grammy kedua diraih pada 2003 melalui lagu “When I’m Gone.”
Band tersebut menyebut Arnold sebagai sosok yang “membantu mendefinisikan ulang musik rock arus utama dengan memadukan aksesibilitas post-grunge, penulisan lagu yang emosional, serta tema lirik yang dekat dengan kehidupan pendengar sehari-hari.”
Sepanjang kariernya, 3 Doors Down merilis enam album studio, dengan album terakhir “Us And The Night” yang dirilis pada 2016. Beberapa single populer mereka antara lain “Loser,” “Duck and Run,” dan “Be Like That,” yang menjadi bagian dari soundtrack film “American Pie 2” (2001).
Saat mempromosikan album kelima mereka, “Time of My Life,” Arnold mengaku bersyukur bisa membangun karier panjang di industri musik.
“Jika kamu melakukan sesuatu selama kami melakukannya, kamu pasti akan menjadi lebih baik seiring waktu,” ujar Arnold kepada The Associated Press pada 2011.
Pada 2017, 3 Doors Down tampil dalam konser pelantikan pertama Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Arnold mengumumkan diagnosis kankernya pada Mei tahun lalu. Ia mengungkapkan bahwa kanker ginjal jenis clear cell renal carcinoma yang dideritanya telah menyebar ke paru-paru, sehingga band terpaksa membatalkan tur musim panas mereka.
“Musiknya bergema jauh melampaui panggung, menciptakan momen kebersamaan, sukacita, iman, dan pengalaman bersama yang akan terus hidup lama setelah panggung-panggung tempat ia tampil,” tutup pernyataan band.













