JAKARTA, Cobisnis.com – Kesejahteraan petani pada Mei 2026 menunjukkan perbaikan. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai 127,73 atau meningkat 1,99 persen dibandingkan April 2026.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan peningkatan tersebut mencerminkan pertumbuhan pendapatan petani yang lebih tinggi dibandingkan kenaikan biaya produksi maupun pengeluaran rumah tangga.
Menurutnya, capaian itu menjadi indikator positif bagi perkembangan sektor pertanian nasional. Kondisi tersebut juga menunjukkan berbagai program pemerintah mulai memberikan dampak nyata bagi petani.
“NTP yang meningkat menandakan daya beli petani semakin kuat. Karena itu, pemerintah akan terus menjaga agar petani memperoleh keuntungan yang layak,” kata Amran.
Ia menjelaskan, kenaikan NTP ditopang oleh sejumlah program percepatan pembangunan pertanian, mulai dari perluasan areal tanam, optimalisasi lahan, rehabilitasi jaringan irigasi, hingga penyaluran benih unggul dan alat mesin pertanian.
Di samping itu, Kementerian Pertanian terus memperkuat pendampingan bagi petani di berbagai sentra produksi. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga keberlangsungan usaha tani.
Sementara itu, BPS menyebut kenaikan NTP terjadi karena harga komoditas yang diterima petani tumbuh lebih cepat dibandingkan pengeluaran yang harus mereka tanggung.
Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini, mengungkapkan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik 2,53 persen. Adapun Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) hanya meningkat 0,53 persen.
Ia menuturkan, kenaikan tersebut didorong oleh sejumlah komoditas unggulan, antara lain karet, gabah, kakao, dan bawang merah.
Subsektor hortikultura tercatat menjadi kontributor terbesar terhadap penguatan NTP nasional. BPS mencatat NTP hortikultura meningkat 7,08 persen sepanjang Mei 2026.
Peningkatan itu dipicu oleh naiknya harga bawang merah, cabai rawit, cabai merah, dan tomat. Kondisi tersebut membuat pendapatan petani hortikultura tumbuh lebih cepat dibandingkan kenaikan biaya produksi.
Pada saat yang sama, subsektor tanaman pangan juga membukukan kinerja positif. NTP tanaman pangan naik dari 112,29 pada April menjadi 113,79 pada Mei 2026.
Pemerintah berharap tren peningkatan tersebut dapat terus berlanjut sehingga sektor pertanian semakin berperan dalam memperkuat perekonomian nasional serta mendorong peningkatan kesejahteraan petani di berbagai wilayah.













