• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, January 3, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

BP TAPERA Resmi Menjadi Operator Investasi Pemerintah (OIP) Untuk Penyaluran KPR SEJAHTERA FLPP

Indra Purnama by Indra Purnama
December 22, 2021
in Ekonomi Bisnis
0
Penandatanganan Perjanjian Investasi antara Kementerian Keuangan dan BP Tepera

JAKARTA, Cobisnis.com – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) akan bertindak sebagai Operator Investasi Pemerintah (OIP) dalam menyalurkan dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada 2022 mendatang. Peran tersebut sesuai dengan amanah dari Undang-Undang Nomor 9 tahun 2020 tentang APBN 2021, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2020 dan PP No 63 Tahun 2019 tentang Investasi Pemerintah. 

Peresmiannya ditandai dengan seremoni Penandatanganan Perjanjian Investasi antara Kementerian Keuangan yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Hadiyanto, dan Komisioner BP Tapera, Adi Setianto, di Hotel Kempinski, Jakarta. Hadir dalam acara tersebut, Komite Tapera, anggota Komite Investasi Pemerintah (KIP) serta jajaran OJK dan Kementerian terkait. 

Pada kesempatan tersebut, Hadiyanto Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan menyampaikan bahwa FLPP merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menyediakan hunian yang layak bagi MBR. Pemerintah telah mengucurkan dana FLPP sebesar 60,67 triliun lebih sejak tahun 2010 hingga 2021. 

Melalui pengelolaan perumahan bagi MBR satu pintu oleh BP Tapera diharapkan akan semakin efisien karena akan ada sinergi antara program FLPP dan program Tapera yang meliputi yaitu Pengerahan, Pemupukan dan Pemanfaatan pembiayaan perumahan kepada peserta MBR. 

Lebih lanjut, Hadiyanto mengatakan kehadiran BP Tapera yang dibentuk berdasarkan UU No.4 Tahun 2016 diharapkan mampu menjadi pengurai permasalahan-permasalahan di sektor perumahan bersama dengan lembaga-lembaga lain yang telah dulu berdiri seperti PT SMF (Sarana Multigriya Finansial) Persero, Perumnas, Pengembang Perumahan, Perbankan Penyalur Kredit Perumahan, dan lembaga terkait lainnya. 

Komisioner BP Tapera, Adi Setianto menjelaskan, “Kami mendapat mandat untuk menyalurkan KPR Sejahtera FLPP sebesar Rp22 triliun atau setara dengan 200 ribu unit rumah untuk tahun 2022, BP Tapera sebagai pengelola tabungan perumahan rakyat hadir dan menjadi solusi penyediaan dana murah jangka panjang dalam pembiayaan perumahan yang layak dan terjangkau bagi masyarakat Indonesia melalui penyaluran FLPP di samping terus melaksanakan Program Tapera secara berkelanjutan.” jelasnya. 

Dengan dibentuknya BP Tapera maka sesuai amanat dari UU 9 Tahun 2020 tentang APBN 2021, alokasi dana bergulir FLPP yang selama ini dikelola oleh BLU PPDPP dialihkan pengelolaannya kepada BP Tapera sebagai Tabungan Pemerintah. Selanjutnya, dana FLPP pada BP Tapera akan diperlakukan sebagai Investasi Pemerintah sesuai PP 63 Tahun 2019, di mana kebijakan tata kelolanya ditetapkan oleh Menteri Keuangan dan pengawasannya dilak

ukan oleh Komite Investasi Pemerintah, yang diketuai oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan. Pengelolaan FLPP oleh BP Tapera selaku OIP akan memberikan nilai tambah berupa (1) konsolidasi kebijakan pembiayaan perumahan, (2) Integrasi program perumahan, (3) Perlindungan hukum, dan (4) variasi instrumen investasi. Adi Setianto menambahkan, saat ini BP Tapera terus bekerja sama dengan berbagai pihak seperti, Perbankan selaku Bank Pelaksana, Pengembang, Lembaga Pembiayaan, hingga Pemerintah Daerah (Pemda) agar penyaluran pembiayaan perumahan FLPP tepat sasaran. 

Selain itu, BP Tapera akan terus memberikan literasi kepada masyarakat khususnya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) bahwa layanan FLPP tetap berjalan normal sebagaimana yang dijalankan oleh BLU PPDPP (Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan). Menurut Adi, selama ini demand akan kebutuhan masyarakat untuk memiliki rumah pertama jauh lebih besar dari supply, jadi kita awali dengan Pembiayaan Perumahan Tapera. 

Program Tapera tersedia khususnya bagi PNS atau Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ingin memiliki rumah pertama sehingga ragam sumber pembiayaan atas demand perumahan dapat lebih maksimal. Adi Setianto juga mengungkapkan, perpindahan layanan FLPP dari PPDPP ke BP Tapera merupakan langkah pemerintah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan program pembiayaan. 

BP Tapera diharapkan mampu menjadi penyedia layanan satu pintu atas kebutuhan sumber dana pembiayaan murah dan terjangkau Selama ini berbagai dukungan fiskal untuk sektor perumahan telah dilaksanakan oleh pemerintah dengan menggunakan berbagai instrumen kebijakan, baik melalui insentif perpajakan, skema belanja K/L, subsidi, Dana Alokasi Khusus Fisik Perumahan, Dana Bergulir (FLPP), dan Penyertaan Modal Negara kepada BUMN/Badan. 

Sejak tahun 2015, alokasi APBN untuk berbagai skema di atas terus mengalami peningkatan, yaitu: Rp13,330 miliar tahun 2015, Rp15,255 miliar tahun 2016, Rp18,097 miliar tahun 2017, Rp8,532 miliar tahun 2018, Rp18,813 miliar tahun 2019, Rp24,196 miliar tahun 2020, dan Rp33,471 miliar tahun 2021. Dalam penandatanganan perjanjian investasi ini, Direktur Jenderal Perbendaharaan Hadiyanto mengingatkan bahwa BP Tapera memiliki kewajiban untuk menjamin tata kelola investasi yang prudent diantaranya penerapan manajemen risiko dan pengendalian internal atas pengelolaan Dana FLPP secara efektif dan efisien. 

BP Tapera juga wajib melakukan pengawasan, evaluasi, dan pengendalian terhadap seluruh kegiatan pengelolaan Investasi Pemerintah yang dilakukan oleh bank penyalur Dana FLPP dan/atau pihak terkait lainnya guna memastikan pelaksanaan Investasi Pemerintah yang dilakukannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundangundangan. 

“Komitmen kami dalam peralihan FLPP ke BP Tapera bukan hanya dari sisi pengelolaan dana saja namun meliputi sistem tata kelola, sumber daya manusia, hingga seluruh aset utama pendukung langsung layanan FLPP berupa aset berwujud dan aset tidak berwujud (teknologi informasi),” ujar Adi Setianto.

Free Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes Free
Download Best WordPress Themes Free Download
udemy paid course free download
download lenevo firmware
Download WordPress Themes
online free course
Tags: BP TaperaCobisnisKemenkeukpr

Related Posts

Kemenag Catat Toleransi Gen Z Paling Tinggi di Atas Generasi Lain

Kemenag Catat Toleransi Gen Z Paling Tinggi di Atas Generasi Lain

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kementerian Agama mencatat Generasi Z memiliki tingkat toleransi beragama paling tinggi dibanding generasi lainnya di Indonesia. Temuan...

Pria Tergemuk di Dunia Wafat di Usia 41 Tahun Akibat Infeksi Ginjal

Pria Tergemuk di Dunia Wafat di Usia 41 Tahun Akibat Infeksi Ginjal

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Juan Pedro Franco, pria asal Meksiko yang pernah tercatat sebagai manusia dengan obesitas terberat di dunia, meninggal...

Purbaya Sebut Ada Dana Rp 399 T untuk Belanja Negara Awal 2026

Purbaya Sebut Ada Dana Rp 399 T untuk Belanja Negara Awal 2026

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan posisi kas pemerintah hingga akhir 2025 mencapai sekitar Rp 399 triliun....

Pemerintah Tahan Tarif Listrik, PLN Pastikan Pelayanan Tetap Optimal

Pemerintah Tahan Tarif Listrik, PLN Pastikan Pelayanan Tetap Optimal

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah memutuskan tarif listrik periode Januari–Maret 2026 tidak mengalami kenaikan. Keputusan ini diambil untuk menjaga daya beli...

Indonesia Puncaki Daftar Negara Paling Optimistis Hadapi 2026

Indonesia Puncaki Daftar Negara Paling Optimistis Hadapi 2026

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 2, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Indonesia menempati peringkat pertama sebagai negara dengan tingkat optimisme tertinggi di dunia untuk tahun 2026. Tingkat optimisme...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Indonesia Puncaki Daftar Negara Paling Optimistis Hadapi 2026

Indonesia Puncaki Daftar Negara Paling Optimistis Hadapi 2026

January 2, 2026
Tak Semua Negara Rayakan 1 Januari sebagai Tahun Baru

Tak Semua Negara Rayakan 1 Januari sebagai Tahun Baru

January 2, 2026
Bank Mandiri Pertegas Peran BUMN Peduli, Dukung Pembangunan Huntara Danantara di Aceh Tamiang

Bank Mandiri Pertegas Peran BUMN Peduli, Dukung Pembangunan Huntara Danantara di Aceh Tamiang

January 2, 2026
BNI Perkuat Dukungan Danantara Sediakan Hunian Layak bagi Warga Terdampak Bencana di Aceh Tamiang

BNI Perkuat Dukungan Danantara Sediakan Hunian Layak bagi Warga Terdampak Bencana di Aceh Tamiang

January 2, 2026
Kemenag Catat Toleransi Gen Z Paling Tinggi di Atas Generasi Lain

Kemenag Catat Toleransi Gen Z Paling Tinggi di Atas Generasi Lain

January 2, 2026
Koalisi Saudi Gempur Pelabuhan Al Mukalla, Targetkan Pasokan Senjata untuk STC Yaman

Naomi Osaka Akui Tantangan Menjalani Peran Ganda sebagai Ibu dan Atlet

January 2, 2026
Pria Tergemuk di Dunia Wafat di Usia 41 Tahun Akibat Infeksi Ginjal

Pria Tergemuk di Dunia Wafat di Usia 41 Tahun Akibat Infeksi Ginjal

January 2, 2026
DHS Pangkas Staf Tanggap Bencana FEMA Saat Awal 2026

DHS Pangkas Staf Tanggap Bencana FEMA Saat Awal 2026

January 2, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved