• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, March 30, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Bos Harvest Capital Serok 27 Juta Lembar Saham DIGI di Harga Bawah

Weldon Darmawan by Weldon Darmawan
October 28, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Ilustrasi saham ANTM

Ilustrasi Direktur Komersial PT Aneka Tambang Tbk, Handi Sutanto beli saham ANTM.

JAKARTA, Cobisnis.com – Direktur Utama PT Harvest Capital International, Stephen Kurniawan Sulistyo, menambah porsi kepemilikannya di emiten media digital, PT Arkadia Digital Media Tbk (DIGI).

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (28/10/2025) Stephen Kurniawan Sulistyo memborong 27.280.800 lembar saham DIGI pada periode 20 hingga 24 Oktober 2025.

Transaksi pembelian dilakukan di kisaran harga Rp34 hingga Rp35 per saham. Dengan aksi akumulasi tersebut, total kepemilikan Stephen Kurniawan Sulistyo di DIGI kini mencapai 527.364.800 lembar saham.

Adapun kondisi saham DIGI tengah berada di papan pemantauan khusus akibat ekuitas negatif dan kinerja keuangan yang masih mencatatkan rugi.

Hingga perdagangan terakhir, saham DIGI diperdagangkan di kisaran Rp 34 per lembar, mendekati batas bawah harga minimum di bursa.

Menilik kondisi keuangan PT Arkadia Digital Media Tbk (DIGI), emiten media digital ini tengah menghadapi tekanan berat dari berbagai sisi mulai dari penurunan pendapatan, utang, tunggakan BPJS, hingga ancaman dikeluarkan dari bursa efek akibat ekuitas negatif.

Dikutip dari keterbukaan informasi, Selasa (28/10/2025) manajemen Arkadia Digital Media atau DIGI menyebutkan bahwa kesulitan yang dialami bersumber dari faktor eksternal seperti perubahan algoritma platform global dan perlambatan ekonomi nasional.

Piutang Menumpuk, Arus Kas Tersendat

Hingga 30 September 2025, rata-rata waktu penagihan piutang Arkadia Digital Media atau DIGI mencapai 96 hari. DIGI mengaku banyak klien menunda pembayaran akibat kondisi ekonomi yang tidak menentu. Perusahaan hanya mencadangkan potensi kerugian piutang sebesar 2–4%, padahal arus kas operasi sudah negatif.

Arkadia Digital Media menyebut sumber dana utama untuk membayar kewajiban adalah dari realisasi piutang dan hasil operasi, namun tanpa perbaikan arus kas, strategi ini tampak seperti tambal sulam jangka pendek.

Tunggakan BPJS dan Pajak

Masalah likuiditas Arkadia Digital Media (DIGI) juga tercermin dari tunggakan terhadap BPJS Ketenagakerjaan dan pajak penghasilan (PPh 21). Perusahaan mengakui adanya tunggakan iuran BPJS dan berupaya melunasinya melalui skema pembayaran bertahap.

Selama tunggakan berlangsung, status keikutsertaan karyawan tetap aktif, sebuah tanda bahwa BPJS memberi toleransi, bukan karena perusahaan mampu membayar tepat waktu.

Lebih jauh, DIGI juga memiliki kewajiban pajak yang belum dilunasi dan harus melakukan negosiasi dengan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) untuk menjadwalkan ulang pembayaran.

Utang ke Investor Asing dan Efisiensi Tenaga Kerja

Selain kewajiban kepada negara, Arkadia Digital Media atau DIGI juga memiliki utang jangka pendek kepada Emerging Media Opportunity Fund, dengan cicilan sekitar USD 21.797 per bulan hingga Juli 2027. Pembayaran dilakukan bertahap karena arus kas yang terbatas.

Untuk menekan biaya, perusahaan mengurangi jumlah karyawan dari 182 orang menjadi 165 orang per September 2025 dan menunda kenaikan upah.

Pendapatan Anjlok, Bergantung pada Iklan

DIGI mengakui pendapatan dari jasa penyedia konten dan portal web menurun tajam, disebabkan berkurangnya belanja iklan pemerintah dan perubahan perilaku pembaca digital.

Dari total pendapatan sekitar Rp20,57 miliar hingga September 2025, sebagian besar masih disumbang oleh jasa iklan.

Defisit Membengkak dan Ancaman Delisting

Hingga 30 September 2025, DIGI mencatat saldo rugi Rp54,53 miliar dan defisiensi modal Rp8,66 miliar. Akibatnya, saham perusahaan kini ditempatkan di papan pemantauan khusus Bursa Efek Indonesia (BEI).

Jika kondisi ini tidak membaik hingga Juni 2026, DIGI terancam suspensi perdagangan saham, dan jika berlanjut selama 24 bulan berturut-turut, perusahaan berpotensi delisting atau dikeluarkan dari bursa.

Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
udemy paid course free download
download xiomi firmware
Download WordPress Themes Free
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
Tags: Arkadia Digital MediaBEIBursa Efek Indonesiacobisnis.comdelistingDIGIHarvest Capitalketerbukaan informasisaham DIGIStephen Kurniawan Sulistyo

Related Posts

Awal Meyakinkan, Akhir Pahit untuk Veda Ega Pratama di Moto3 Amerika

Awal Meyakinkan, Akhir Pahit untuk Veda Ega Pratama di Moto3 Amerika

by Hidayat Taufik
March 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, tampil menjanjikan saat berlaga pada seri Moto3 Amerika Serikat yang berlangsung...

Jantung Sering Berdebar? Ini Penyebabnya Selain Cinta dan Lapar

Jantung Sering Berdebar? Ini Penyebabnya Selain Cinta dan Lapar

by Hidayat Taufik
March 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Banyak orang mengaitkan jantung berdebar dengan perasaan jatuh cinta. Gambaran ini bahkan sering muncul dalam film, novel,...

Sadis! Karyawan Tewas Dimutilasi, Disembunyikan di Freezer Kios Ayam

Sadis! Karyawan Tewas Dimutilasi, Disembunyikan di Freezer Kios Ayam

by Hidayat Taufik
March 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Warga Kabupaten Bekasi dikejutkan oleh penemuan jasad dalam kondisi mengenaskan di sebuah kios ayam goreng yang berlokasi...

Long Weekend April 2026: Libur 3 Hari Bertepatan dengan Paskah

Long Weekend April 2026: Libur 3 Hari Bertepatan dengan Paskah

by Hidayat Taufik
March 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah resmi menetapkan jadwal hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2026 melalui SKB 3 Menteri. Salah...

Demo Anti Trump “No Kings” di LA Berujung Ricuh, Polisi Pakai Gas Air Mata

Demo Anti Trump “No Kings” di LA Berujung Ricuh, Polisi Pakai Gas Air Mata

by Hidayat Taufik
March 29, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Aksi demonstrasi bertajuk “No Kings” yang digelar di pusat kota Los Angeles, Amerika Serikat, berujung tegang setelah...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

September 18, 2025
Long Weekend April 2026: Libur 3 Hari Bertepatan dengan Paskah

Long Weekend April 2026: Libur 3 Hari Bertepatan dengan Paskah

March 29, 2026
Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

March 3, 2025
Mengenal 4 Orang Paling Tajir di Indonesia dengan Nilai Aset Lebih Dari Rp1000 Triliun

Anda Termasuk yang Mana? Mengenal Kelas Bawah, Menengah, dan Atas Berdasarkan Kekayaan Bersih

September 18, 2024
Awal Meyakinkan, Akhir Pahit untuk Veda Ega Pratama di Moto3 Amerika

Awal Meyakinkan, Akhir Pahit untuk Veda Ega Pratama di Moto3 Amerika

March 30, 2026
Jantung Sering Berdebar? Ini Penyebabnya Selain Cinta dan Lapar

Jantung Sering Berdebar? Ini Penyebabnya Selain Cinta dan Lapar

March 30, 2026
Sadis! Karyawan Tewas Dimutilasi, Disembunyikan di Freezer Kios Ayam

Sadis! Karyawan Tewas Dimutilasi, Disembunyikan di Freezer Kios Ayam

March 29, 2026
BTN Run 2026 for Charity Jadi Aksi Nyata untuk Negeri, Donasi Tembus Rp 760 Juta

BTN Run 2026 for Charity Jadi Aksi Nyata untuk Negeri, Donasi Tembus Rp 760 Juta

March 29, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved