• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, May 30, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

BMKG Perkirakan Puncak Kemarau 2026 Terjadi Agustus, Sejumlah Wilayah Lebih Kering dari Normal

Hidayat Taufik by Hidayat Taufik
March 4, 2026
in Nasional
0
BMKG Perkirakan Puncak Kemarau 2026 Terjadi Agustus, Sejumlah Wilayah Lebih Kering dari Normal

JAKARTA, Cobisnis.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak musim kemarau tahun 2026 akan terjadi pada Agustus dan melanda sebagian besar wilayah Indonesia. Dari 699 zona musim yang dipetakan, sekitar 429 zona atau 61,4 persen diproyeksikan mencapai puncak kekeringan pada bulan tersebut.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menegaskan bahwa prakiraan ini perlu menjadi perhatian berbagai pihak. Sektor pertanian, pengelolaan sumber daya air, kehutanan, hingga penanggulangan bencana diimbau untuk melakukan langkah antisipatif sejak dini.

Selain puncak kemarau, BMKG juga memetakan awal musim kemarau yang diprediksi berlangsung bertahap mulai April 2026. Pada April, sekitar 114 zona musim atau 16,3 persen wilayah diperkirakan mulai memasuki fase kemarau. Jumlah tersebut meningkat pada Mei menjadi 184 zona musim (26,3 persen), lalu bertambah lagi pada Juni dengan 163 zona musim (23,3 persen) yang mulai mengalami kondisi kering.

Secara spasial, kemarau diprakirakan muncul lebih dahulu di wilayah Nusa Tenggara, kemudian meluas ke arah barat hingga menjangkau wilayah lain di Indonesia secara bertahap.

Berdasarkan analisis sifat musim, kemarau 2026 diprediksi cenderung lebih kering dibandingkan rata-rata klimatologis periode 1991–2020. Sebanyak 451 zona musim diperkirakan mencatatkan curah hujan di bawah kondisi normal selama periode kemarau berlangsung.

Jika mengacu pada rerata tiga dekade terakhir, sekitar 325 zona musim atau 46,5 persen wilayah diprediksi mengalami awal kemarau yang lebih cepat dari biasanya. Sementara 173 zona musim atau 23,7 persen wilayah lainnya diperkirakan memulai kemarau sesuai dengan pola normal.

Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes Free
udemy free download
download samsung firmware
Download WordPress Themes
lynda course free download
Tags: AgustusantisipatifBmkgcobisnis.comkekeringanmemperkirakanmusim kemaraupenanggulanganSektor pertanianTeuku Faisal Fathani

Related Posts

PDIP Bentuk Tim Kajian UU Pemilu untuk Persiapan Pemilu 2029

PDIP Bentuk Tim Kajian UU Pemilu untuk Persiapan Pemilu 2029

by Hidayat Taufik
May 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PDI Perjuangan (PDIP) membentuk tim khusus untuk mengevaluasi Undang-Undang Pemilu. Partai juga mulai menyiapkan langkah menghadapi Pemilu...

Pria Ditemukan Meninggal di Tol Jagorawi, Diduga Lompat dari Jembatan

Pria Ditemukan Meninggal di Tol Jagorawi, Diduga Lompat dari Jembatan

by Desti Dwi Natasya
May 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Seorang pria berinisial I ditemukan meninggal dunia di Jalan Tol Jagorawi kawasan Cawang, Jakarta Timur, pada Jumat...

Popularitas Trump Turun ke Titik Terendah Jelang Pemilu 2026

Pengadilan Putuskan Kennedy Center Tetap Milik Warisan JFK, Nama Trump Harus Dicabut

by Zahra Zahwa
May 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Seorang hakim federal Amerika Serikat memblokir upaya penambahan nama Presiden Donald Trump pada Kennedy Center. Selain itu,...

Ukraina Andalkan Robot dan Drone untuk Kurangi Korban Jiwa di Garis Depan

Ukraina Andalkan Robot dan Drone untuk Kurangi Korban Jiwa di Garis Depan

by Zahra Zahwa
May 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Perang di Ukraina memasuki fase baru dengan penggunaan robot tempur dan drone dalam skala besar. Teknologi tersebut...

Ukraina Andalkan Robot dan Drone untuk Kurangi Korban Jiwa di Garis Depan

Masa Depan TikTok di AS Kembali Disorot Usai Kritik Terhadap Kesepakatan Baru

by Zahra Zahwa
May 30, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah Amerika Serikat kembali menghadapi pertanyaan terkait masa depan TikTok setelah kesepakatan spin-off yang menyelamatkan operasional aplikasi...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
1 Juni 2026 Resmi Jadi Libur Nasional, Ini Arti Penting Hari Lahir Pancasila

1 Juni 2026 Resmi Jadi Libur Nasional, Ini Arti Penting Hari Lahir Pancasila

May 29, 2026
Bukan Sekadar Pesta Anime, MMAJ Jakarta 2026 Jadi Platform Official Japanese IP Pertama di Indonesia

Bukan Sekadar Pesta Anime, MMAJ Jakarta 2026 Jadi Platform Official Japanese IP Pertama di Indonesia

May 30, 2026
Jalan Raya Lenteng Agung Ambles, Arus Lalu Lintas ke Depok Tersendat

Jalan Raya Lenteng Agung Ambles, Arus Lalu Lintas ke Depok Tersendat

May 29, 2026
Rivian R2 Resmi Meluncur Juni 2026, Siap Bidik Pasar SUV Listrik

Rivian R2 Resmi Meluncur Juni 2026, Siap Bidik Pasar SUV Listrik

May 29, 2026
PDIP Bentuk Tim Kajian UU Pemilu untuk Persiapan Pemilu 2029

PDIP Bentuk Tim Kajian UU Pemilu untuk Persiapan Pemilu 2029

May 30, 2026
Pria Ditemukan Meninggal di Tol Jagorawi, Diduga Lompat dari Jembatan

Pria Ditemukan Meninggal di Tol Jagorawi, Diduga Lompat dari Jembatan

May 30, 2026
Popularitas Trump Turun ke Titik Terendah Jelang Pemilu 2026

Pengadilan Putuskan Kennedy Center Tetap Milik Warisan JFK, Nama Trump Harus Dicabut

May 30, 2026
Ukraina Andalkan Robot dan Drone untuk Kurangi Korban Jiwa di Garis Depan

Ukraina Andalkan Robot dan Drone untuk Kurangi Korban Jiwa di Garis Depan

May 30, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved