• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Thursday, March 12, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

BMKG: Musim Hujan 2026 Berakhir Bertahap, Kemarau Mulai April

Hidayat Taufik by Hidayat Taufik
January 28, 2026
in Nasional
0
BMKG: Musim Hujan 2026 Berakhir Bertahap, Kemarau Mulai April

JAKARTA, Cobisnis.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi kondisi iklim Indonesia akan kembali normal mulai April 2026. Fenomena La Nina lemah yang masih terjadi saat ini diperkirakan terus melemah dan tidak berkembang menjadi La Nina kuat.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan bahwa pemantauan La Nina dilakukan melalui indeks Nino 3.4 di Samudra Pasifik. Berdasarkan prakiraan iklim terbaru, La Nina diperkirakan melemah hingga Maret 2026.

“Setelah itu, mulai April sampai akhir tahun, kondisi iklim cenderung normal. Tidak ada El Nino maupun La Nina,” ujar Faisal usai rapat bersama Komisi V DPR RI di kompleks parlemen, Senayan, Rabu (28/1/2026).

BMKG menilai kondisi iklim netral tersebut berpotensi mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan nasional. Sementara itu, proyeksi iklim untuk tahun berikutnya masih menunggu kajian lanjutan dari Kedeputian Klimatologi BMKG, termasuk kemungkinan munculnya El Nino pada 2027 yang dapat memperpanjang musim kemarau.

Untuk wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, BMKG memprediksi musim hujan berakhir pada Februari hingga Maret 2026, kemudian musim kemarau dimulai April dan berlangsung hingga September. Musim hujan diperkirakan kembali datang pada Oktober.

Berbeda dengan wilayah selatan Indonesia, kawasan Aceh, Sumatera Utara, Riau, hingga Sumatera Barat memiliki karakteristik iklim ekuatorial. Wilayah ini mengalami dua kali musim hujan dan dua kali musim kemarau dalam setahun. Saat ini, wilayah tersebut mulai memasuki musim kemarau pertama, meski dengan kondisi yang tidak terlalu kering.

Meski demikian, BMKG mengingatkan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap perlu diwaspadai. Hujan diperkirakan kembali turun pada Mei–Juni, sebelum wilayah tersebut memasuki periode kemarau berikutnya.

“Karakteristik iklim di wilayah dekat ekuator memang berbeda dengan wilayah selatan seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara,” tutup Faisal.

Premium WordPress Themes Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
download redmi firmware
Download Nulled WordPress Themes
online free course
Tags: April 2026Bmkgcobisnis.comFenomenakembalinormalTeuku Faisal Fathani

Related Posts

Mengapa Pelepasan Cadangan Minyak Darurat Tak Akan Mengatasi Krisis

Mengapa Pelepasan Cadangan Minyak Darurat Tak Akan Mengatasi Krisis

by Zahra Zahwa
March 12, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Lonjakan harga minyak dunia akibat perang yang melibatkan Iran membuat sejumlah negara besar mempertimbangkan pelepasan cadangan minyak...

Pemangkasan Anggaran Trump dan Musk Dinilai Ganggu Kesiapan Pemerintah AS

Pemangkasan Anggaran Trump dan Musk Dinilai Ganggu Kesiapan Pemerintah AS

by Zahra Zahwa
March 12, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kebijakan pemangkasan besar-besaran anggaran pemerintah yang dilakukan pemerintahan Donald Trump dengan dukungan program efisiensi yang dipimpin Elon...

Christina Lustenberger Menuruni Jalur Ski Paling Berbahaya di Dunia

Christina Lustenberger Menuruni Jalur Ski Paling Berbahaya di Dunia

by Zahra Zahwa
March 12, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Atlet ski alpinis asal Kanada, Christina Lustenberger, dikenal karena keberaniannya menuruni jalur ski paling berbahaya di berbagai...

Desain Air Force One Versi Trump Mirip Pesawat TWA Hingga US Airways

Desain Air Force One Versi Trump Mirip Pesawat TWA Hingga US Airways

by Zahra Zahwa
March 12, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Rencana desain cat pesawat kepresidenan Amerika Serikat yang dipilih oleh Donald Trump untuk pesawat Air Force One...

Seberapa Eskapis Seharusnya Dunia Mode?

Seberapa Eskapis Seharusnya Dunia Mode?

by Zahra Zahwa
March 12, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Dunia mode kerap menjadi bentuk pelarian dari realitas yang suram ketika perang, ketimpangan sosial, dan berbagai krisis...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

September 18, 2025
Summarecon Serpong

Menjelajahi Gaya Hidup Modern dan Lengkap di Summarecon Serpong

March 11, 2026
CIMB Niaga Lambat di Kasus Pembobolan Rekening Batam

CIMB Niaga Lambat di Kasus Pembobolan Rekening Batam

March 11, 2026
Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

Pemerintah Gelontorkan Rp2 Triliun Sebulan Jalankan Program MBG

March 3, 2025
Konflik Iran Memanas, Produksi Minyak Teluk Terancam Henti dan Harga Melonjak

Konflik Iran Memanas, Produksi Minyak Teluk Terancam Henti dan Harga Melonjak

March 12, 2026
Krisis Energi Guncang Eropa, Putin Menunggu Saat Tepat untuk Bermanuver

Krisis Energi Guncang Eropa, Putin Menunggu Saat Tepat untuk Bermanuver

March 12, 2026
Mengapa Pelepasan Cadangan Minyak Darurat Tak Akan Mengatasi Krisis

Mengapa Pelepasan Cadangan Minyak Darurat Tak Akan Mengatasi Krisis

March 12, 2026
Pemangkasan Anggaran Trump dan Musk Dinilai Ganggu Kesiapan Pemerintah AS

Pemangkasan Anggaran Trump dan Musk Dinilai Ganggu Kesiapan Pemerintah AS

March 12, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved