• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, February 6, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Biaya Dana BSI Lebih Rendah Ketimbang Rata-rata Industri Perbankan

Farida Ratnawati by Farida Ratnawati
September 22, 2022
in Ekonomi Bisnis
0
Biaya Dana BSI Lebih Rendah Ketimbang Rata-rata Industri Perbankan

JAKARTA,Cobisnis.com – PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) terus berupaya meningkatkan dana murah (current account saving account/CASA) untuk menekan biaya dana (cost of fund/CoF) semakin rendah. CoF BSI per semester I 2022 sudah turun drastis menyentuh angka 1,57%, lebih rendah dari rerata bank konvensional.

Direktur Finance dan Strategi BSI Ade Cahyo Nugroho mengatakan posisi biaya dana (CoF) BSI saat ini lebih baik dibandingkan rata-rata bank konvensional, seiring dengan terus meningkatnya kepercayaan masyarakat untuk menempatkan dananya di BSI.

“Dana murah kami terus meningkat secara konsisten dan hal tersebut mendorong membaiknya CoF BSI. Perkembangan ini mudah-mudahan dapat mendukung upaya kami untuk dapat memberikan produk dan layanan yang lebih kompetitif kepada masyarakat,” ungkap Cahyo.

Ade Cahyo Nugroho menjelaskan, perseroan terus meningkatkan dana murah sehingga total CASA BSI pada Juni 2021 mencapai 54,81% dari total dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp216,39 triliun. Kemudian komposisi CASA meningkat menjadi 57,91% dari total DPK sebesar Rp233,25 triliun pada Desember 2021, dan kembali meningkat pada Juni 2022 menjadi sebesar 59,43% dari total DPK sebesar Rp244,66 triliun.

Hal itu diamini oleh Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Harris Turiono pada acara Rapat Dengar Pendapat. “Saya terkejut pak, cost of fund BSI 1,57% (per semester 1 2022). Ini di bawah dari rerata industri perbankan. Angka itu jauh di dibandingkan sebelum merger, yakni 2,7% di tahun 2020,” kata Harris dalam RDP Komisi VI DPR, Selasa (20/9).

Menurut Direktur Utama BSI Hery Gunardi, peningkatan dana murah ini ditopang oleh masifnya tabungan dana wadiah. Hingga posisi Juni 2022, tabungan wadiah tumbuh sebesar 23,06% secara tahunan (year on year/yoy), atau meningkat menjadi sebesar Rp39,16 triliun. “Dengan menggencarkan tabungan wadiah menjadi salah satu solusi bagi kami dalam mendorong penurunan biaya dana.”

Dia menambahkan strategi BSI ini berhasil menurunkan tingkat biaya dana. Terbukti, sejak 2021 angka CoF BSI terus menurun. Jika pada posisi Juni 2021 berada di level 2,14%, maka pada posisi Desember 2021 menyusut menjadi 2,03%, dan kembali turun menjadi 1,57% pada Juni 2022. Artinya, cost of fund (CoF) BSI itu sudah turun drastis.

“Kami optimis, insya Allah akan terus berupaya menekan biaya dana dan meningkatkan efisiensi serta dana murah sehingga perseroan mampu meraih net operation margin (NOM) tinggi. Kami juga tengah mempercepat business process layanan mulai dari yang depan, yang tengah, sampai belakang. Tapi ini memang, mohon maaf karena kami (tiga bank syariah milik Himbara) ini baru merger setahun setengah sampai hari ini,” jelasnya.

Selain itu, saat ini BSI juga memiliki economic of scale yang kompetitif dengan basis nasabah mencapai 17 juta. “Tahun ini ada penambahan nasabah rata-rata 150 ribu per bulan, lebih besar dari rata-rata penambahan nasabah 100 ribu per bulan tahun lalu,” jelas Hery.

Hal ini dapat dilihat dari rasio biaya operasional berbanding pendapatan operasional yang terus menurun. Jika pada Juni 2021 posisinya berada di level 80,68%, maka pada Juni 2022 menyusut menjadi 74,50%.

“Dengan berbagai strategi dan upaya yang diterapkan sejauh ini, pada akhirnya BSI mampu memiliki tingkat keuntungan yang baik,” jelas Hery.

Selain mampu menghasilkan tingkat keuntungan yang sangat baik, Hery menjelaskan bahwa BSI juga terus berupaya meningkatkan daya saing dalam hal yield pembiayaan. Tingkat bagi hasil pada Desember 2021 berada di angka 9,57%, bisa diturunkan menjadi 9,19% pada Juni 2022.

“Malah untuk pembiayaan konsumer, pricing yang ditawarkan oleh BSI jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan bank-bank ternama di negeri ini. Ke depan, kami akan terus mengupayakan peningkatan CASA dan menurunkan biaya dana, serta meningkatkan efisiensi,” pungkas Hery.

Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
Free Download WordPress Themes
download udemy paid course for free
download lenevo firmware
Download WordPress Themes
lynda course free download
Tags: BSIcobisnis.comDana BSIperbankan

Related Posts

Maraknya Kekerasan Debt Collector dan STNK Only Mengancam Industri Pembiayaan

Maraknya Kekerasan Debt Collector dan STNK Only Mengancam Industri Pembiayaan

by Dwi Natasya
February 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Maraknya aksi penagihan utang oleh debt collector yang disertai kekerasan, serta semakin luasnya praktik jual beli kendaraan...

Jamkrindo Bangun 21 Hunian Sementara untuk Korban Bencana di Aceh

Jamkrindo Bangun 21 Hunian Sementara untuk Korban Bencana di Aceh

by Dwi Natasya
February 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) menyalurkan bantuan berupa 21 unit hunian sementara bagi masyarakat yang terdampak bencana...

IPO

Multi Makmur Lemindo Mengaku Tak Tahu Kasus IPO PIPA

by Iwan Supriyatna
February 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Multi Makmur Lemindo Tbk menyampaikan tanggapan resmi atas permintaan penjelasan Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait pemberitaan...

BUVA

BUVA Buka Suara Terkait Dugaan Tindak Pidana Pasar Modal

by Iwan Supriyatna
February 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) menyampaikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan yang mengaitkan Perseroan dengan penetapan tersangka...

Ramadhan 2026, BMKG Waspadai Hujan Lebat di Jawa dan Bali

Ramadhan 2026, BMKG Waspadai Hujan Lebat di Jawa dan Bali

by Hidayat Taufik
February 5, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa potensi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi sepanjang bulan Ramadhan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Salah Transfer Rp17 Miliar, Pria Ini Lebih Pilih Penjara Setahun

Salah Transfer Rp17 Miliar, Pria Ini Lebih Pilih Penjara Setahun

February 1, 2026
Viral BRI Buka Rekening PIP Murid SD, Orangtua Tak Tahu

Viral BRI Buka Rekening PIP Murid SD, Orangtua Tak Tahu

February 4, 2026
Puan Maharani Soroti Tragedi Siswa SD di NTT, Minta Evaluasi Menyeluruh Sistem Pendidikan Nasional

Puan Maharani Soroti Tragedi Siswa SD di NTT, Minta Evaluasi Menyeluruh Sistem Pendidikan Nasional

February 5, 2026
Buyback Rp 3,75 T, Saham Prajogo Pangestu Merangkak Naik

Buyback Rp 3,75 T, Saham Prajogo Pangestu Merangkak Naik

February 4, 2026
Timnas Futsal Indonesia Menang 5-3 atas Jepang dan Lolos ke Final

Timnas Futsal Indonesia Menang 5-3 atas Jepang dan Lolos ke Final

February 5, 2026
Maraknya Kekerasan Debt Collector dan STNK Only Mengancam Industri Pembiayaan

Maraknya Kekerasan Debt Collector dan STNK Only Mengancam Industri Pembiayaan

February 5, 2026
Jamkrindo Bangun 21 Hunian Sementara untuk Korban Bencana di Aceh

Jamkrindo Bangun 21 Hunian Sementara untuk Korban Bencana di Aceh

February 5, 2026
IPO

Multi Makmur Lemindo Mengaku Tak Tahu Kasus IPO PIPA

February 5, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved