JAKARTA, Cobisnis.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) setelah mencatat lonjakan harga yang dinilai melampaui kewajaran pasar.
Suspensi saham RLCO diberlakukan mulai sesi I perdagangan Rabu, 21 Januari 2026. Penghentian dilakukan di pasar reguler dan pasar tunai sebagai langkah perlindungan bagi investor.
Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Yulianto Aji Sadono, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah otoritas bursa mencermati peningkatan harga kumulatif saham RLCO dalam waktu singkat.
BEI menilai pergerakan saham RLCO menunjukkan anomali yang berpotensi menimbulkan risiko bagi pelaku pasar. Karena itu, bursa memilih menghentikan sementara perdagangan hingga ada pengumuman lanjutan.
Pada saat suspensi diberlakukan, harga saham RLCO tercatat berada di level Rp8.700 per saham. Angka ini mencerminkan kenaikan signifikan dibandingkan harga awal saat perusahaan melantai di bursa.
RLCO resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia pada 8 Desember 2025. Saat penawaran perdana saham (IPO), harga saham ditetapkan sebesar Rp168 per saham.
Pada hari pertama perdagangan, saham RLCO langsung menyentuh batas auto rejection atas (ARA). Harga melonjak 34,52 persen menjadi Rp226 per saham, mencerminkan tingginya minat pasar.
Dari sisi kepemilikan, saham RLCO mayoritas dikuasai PT Realco Omega Investama sebanyak 2,42 miliar saham atau setara 77,6 persen dari total saham beredar. Posisi ini menegaskan peran Realco sebagai pengendali utama.
Sementara itu, kepemilikan publik tercatat cukup signifikan. Masyarakat non-warkat menguasai sekitar 626,25 juta saham atau setara 20,04 persen dari total saham perusahaan.
Kepemilikan individu atas nama Edi Haryanto tercatat sangat kecil, hanya sekitar 1,25 juta saham atau 0,04 persen. Dari jajaran manajemen, Edwin Pranata tercatat memiliki 72,50 juta saham atau setara 2,32 persen.
PT Abadi Lestari Indonesia dikenal sebagai eksportir sarang burung walet yang kemudian bertransformasi menjadi perusahaan kesehatan konsumen. Perseroan mengembangkan produk superfood melalui anak usahanya.
Portofolio RLCO mencakup minuman sarang burung walet, kaldu ayam tinggi protein, suplemen kolagen, serta produk nutrisi berbasis protein. Saat ini, ekspor sarang burung walet olahan ke China dilakukan langsung oleh perseroan, sementara pasar non-China ditangani anak usaha.














