JAKARTA, Cobisnis.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) terus melakukan berbagai upaya untuk membangkitkan pasar modal usai market crash dan trading halt yang terjadi pada akhir Januari 2026. Pejabat Sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan langkah ini termasuk komunikasi intensif dengan MSCI sejak Oktober 2025.
Jeffrey menyebut pihaknya sudah lima kali bertemu dengan MSCI sebelum publikasi indeks saham Indonesia pada Januari 2026. BEI menyampaikan data pembagian investor tipe korporat dan lainnya di atas dan di bawah 5 persen.
Dengan langkah ini, BEI mencoba menjaga iklim investasi dan pergerakan pasar saham, sekalipun menghadapi dinamika internal yang tidak terprediksi. Trading halt sempat terjadi akibat perubahan struktur di dalam organisasi pasar modal.
“Setelah market crash tanggal 29 Januari, kami melakukan mitigasi dan pasar mulai rebound pagi tanggal 30. Namun, terjadi perubahan struktur seperti pengunduran diri Direktur Utama dan beberapa pejabat OJK,” ujar Jeffrey.
Mitigasi yang dilakukan BEI juga mencakup reformasi integritas pasar modal agar seluruh mekanisme internal berjalan optimal. Hal ini dianggap penting agar operasional bursa tetap stabil dan pengambilan keputusan tidak terganggu.
Jeffrey menjelaskan, pertemuan dengan MSCI dilanjutkan pada awal Februari 2026. Pada 2 Februari, BEI melakukan pertemuan, 5 Februari mengirim dokumen teknis, dan 11 Februari kembali bertemu untuk menegaskan komitmen.
Detail hasil pertemuan dengan MSCI tidak dibuka, namun BEI menegaskan semua tindakan bertujuan memastikan mekanisme internal berjalan lancar. Operasional dan keputusan bursa tetap stabil hingga hari ini.
Langkah-langkah ini dianggap krusial untuk normalisasi pasar pasca trading halt. BEI juga menyusun tiga rencana aksi sebelumnya dan menambahkan satu inisiatif baru yang mengacu pada standar global.
Jeffrey menekankan bahwa kolaborasi dengan MSCI dan mitigasi internal ini menjadi strategi penting untuk memulihkan kepercayaan investor, baik domestik maupun asing.
Dengan berbagai upaya tersebut, BEI optimistis pasar modal dapat pulih secara bertahap dan kembali menjadi instrumen investasi yang aman dan menarik bagi publik.












