JAKARTA, Cobisnis.com – Narasi soal “usus kotor” kembali ramai di media sosial X dan memicu perdebatan publik. Dalam unggahan yang viral, berbagai keluhan kesehatan seperti bau mulut, jerawat, perut buncit, hingga insomnia disebut berasal dari kondisi usus yang kotor.
Unggahan tersebut mendapat banyak respons. Sebagian warganet mengaku merasa relate dengan pengalaman serupa, sementara lainnya menilai istilah tersebut tidak berdasar secara medis dan berpotensi menyesatkan.
Sejumlah netizen bahkan menyebut istilah “usus kotor” tidak pernah dikenal dalam dunia kesehatan. Mereka menegaskan usus manusia secara alami memang berisi bakteri dan sisa pencernaan yang justru dibutuhkan tubuh.
Menanggapi hal itu, spesialis penyakit dalam Prof dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH menjelaskan bahwa istilah “usus kotor” memang tidak ada dalam terminologi medis. Menurutnya, keluhan yang sering dikaitkan dengan istilah tersebut lebih tepat disebut gangguan pencernaan.
Gangguan pencernaan bisa mencakup banyak hal, mulai dari proses pemecahan makanan, pergerakan usus, hingga pola buang air besar yang tidak teratur. Salah satu kondisi yang umum adalah konstipasi atau sembelit.
Prof Ari menjelaskan, konstipasi yang berlangsung lama dapat memicu berbagai masalah kesehatan. Di antaranya divertikulosis, wasir, hingga pembentukan polip pada usus besar, yang tentu perlu diwaspadai secara medis.
Ia juga menekankan peran penting bakteri baik dalam sistem pencernaan. Usus yang sehat justru membutuhkan keseimbangan mikroorganisme agar proses cerna dan penyerapan nutrisi berjalan optimal.
Dalam konteks ini, Prof Ari menyinggung konsep brain gut axis, yaitu hubungan erat antara sistem pencernaan dan kerja otak. Faktor stres, pola makan, serta jumlah bakteri baik dapat memengaruhi kondisi ini.
Ketika keseimbangan bakteri terganggu, dampaknya bisa meluas. Mulai dari gangguan buang air besar, peradangan, hingga munculnya bau tidak sedap saat kentut atau sendawa, yang sering disalahartikan sebagai “usus kotor”.
Prof Ari menegaskan, menyederhanakan berbagai keluhan kesehatan hanya dengan istilah “usus kotor” adalah keliru. Edukasi yang tepat dinilai penting agar masyarakat memahami masalah pencernaan secara ilmiah dan tidak terjebak mitos kesehatan.














