• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Wednesday, March 11, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Balapan AI Global Dongkrak Ekonomi Taiwan, Namun Banyak Warga Tak Merasa Sejahtera

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
November 29, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Balapan AI Global Dongkrak Ekonomi Taiwan, Namun Banyak Warga Tak Merasa Sejahtera

JAKARTA, Cobisnis.com – Taiwan menjadi bukti bahwa sebuah negara dapat mencatat pertumbuhan ekonomi tinggi meski hidup di bawah ancaman militer dari negara kuat di dekatnya dan diterpa tarif global era Presiden AS Donald Trump.

Demokrasi yang memiliki pemerintahan sendiri itu membukukan pertumbuhan ekonomi sekitar 8% selama dua kuartal berturut-turut pencapaian langka bagi negara maju dan diproyeksikan mendorong pertumbuhan PDB 2025 mencapai sekitar 7,4%, bahkan melampaui China.

Menurut Jason Tuvey, ekonom di Capital Economics, banyak pihak memperkirakan Taiwan akan diuntungkan oleh ledakan perkembangan AI, tetapi tampaknya banyak yang meremehkan sejauh apa dampaknya.

Badan statistik Taiwan pada Jumat melaporkan pertumbuhan PDB 8,21% secara tahunan pada kuartal ketiga, didorong lonjakan ekspor sebesar 36,5% pada periode hingga September. Sebelumnya, kuartal kedua juga mencatat ekspansi 7,7%.

Pada Oktober, ekspor mencapai rekor tertinggi, naik 49,7% dari tahun sebelumnya kenaikan bulanan terbesar dalam lebih dari 15 tahun. Tidak berhenti di situ, pasar saham Taiwan melampaui Jerman pada September sebagai pasar terbesar kedelapan di dunia, terdorong hiruk-pikuk global industri kecerdasan buatan.

Meski demikian, banyak warga Taiwan tidak merasakan hasil dari kejayaan ekonomi tersebut. Sektor teknologi yang begitu dominan termasuk raksasa chip TSMC menciptakan kesenjangan pendapatan karena manfaat pertumbuhan terpusat pada sebagian kecil kelompok.

Ekonom mencatat bahwa industri elektronik menyumbang lebih dari 15% PDB, tetapi hanya mempekerjakan 6,5% tenaga kerja. Kondisi ini memperlihatkan ketimpangan yang kemudian tercermin pada konsumsi domestik yang lesu. Kepercayaan konsumen juga rendah sepanjang tahun.

Perang dagang Trump turut menekan sentimen, terlebih karena Taiwan belum menyelesaikan perjanjian dagang dengan Washington.

Bagi sebagian warga seperti Vivian Chen, perawat di Kaohsiung, ekonomi yang “tampak bagus” tidak sejalan dengan realita pendapatan. Meski PDB per kapita Taiwan diperkirakan melewati US$38.000 lebih tinggi dari Korea Selatan dan Jepang gaji rata-rata justru tertinggal sekitar 30%.

Salah Satu Pemenang Terbesar Ledakan AI

Keunggulan Taiwan di industri chip dan elektronik menempatkannya sebagai penerima manfaat utama dari ledakan AI global. Perusahaan besar seperti Google, OpenAI, dan Microsoft yang membangun pusat data bertenaga GPU ciptaan Nvidia dan AMD, banyak menggantungkan produksinya pada perusahaan Taiwan.

TSMC, misalnya, menaikkan proyeksi pertumbuhan pendapatan menjadi kisaran 30% lebih karena permintaan AI yang meledak. Pengiriman barang Taiwan ke AS juga melonjak lebih dari 63% dalam 10 bulan pertama tahun ini.

Namun keberlanjutan ledakan ekspor ini dipertanyakan, terutama jika demam AI mulai melandai pada 2025.
Peningkatan ekspor diperkirakan akan menurun dari sekitar 30% menjadi satu digit.

Bayang-Bayang Trump

Surplus dagang Taiwan dengan AS mencapai rekor baru dan dikhawatirkan memicu perhatian Trump, yang fokus menekan defisit perdagangan. Chips dan elektronik 73% dari ekspor Taiwan memang belum terkena tarif besar, dan fasilitas seperti TSMC di AS mendapat pengecualian. Namun ketergantungan pada satu sektor besar menimbulkan kekhawatiran jika AI melambat. Sektor tradisional seperti metal, mesin, dan plastik justru stagnan.

Bagi sebagian akademisi, kecemasan ekonomi juga terkait status politik Taiwan. China mengklaim pulau itu sebagai wilayahnya dan berulang kali mengancam memakai kekuatan militer.

Wu Jieh-min dari Academia Sinica mengatakan pikiran “siaga dan waspada” masyarakat Taiwan membuat mereka berhati-hati mengelola masa depan.

Rakyat Tidak Merasakan Pertumbuhan

Di lapangan, banyak warga merasa ekonomi “hanya bagus di angka”. Upah perawat dan dokter stagnan, banyak tenaga kesehatan memilih keluar negeri. GT Lin, seorang insinyur AI di Taipei, mengatakan negara terlihat kuat, namun rakyat tidak otomatis sejahtera.

Pertumbuhan upah riil stagnan sejak 2000-an, sementara porsi tenaga kerja dalam PDB turun dari 50% ke 44%.

Sementara perusahaan teknologi meraup keuntungan besar, pekerja di sektor lain tertinggal. Lima tahun lalu, upah sektor elektronik 35% lebih tinggi dari rata-rata ekonomi. Kini lebih dari 70% lebih tinggi.

Pemerintah memang meningkatkan upah minimum, tetapi harga rumah menjadi beban besar: rasio harga rumah terhadap pendapatan di Taipei kini melampaui London, New York, bahkan Hong Kong.

Wu dari Academia Sinica tetap optimistis, menyebut industri teknologi dapat memunculkan efek limpahan pada sektor lain. Ia menilai keberhasilan Taiwan terbentuk dari proses evolusi bisnis kecil menengah yang adaptif.

Download Best WordPress Themes Free Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
download coolpad firmware
Premium WordPress Themes Download
lynda course free download
Tags: AIglobalcobisnis.comEkonomiTaiwanPertumbuhanEkonomiTSMC

Related Posts

Konflik di Timur Tengah Sebabkan Jumlah Jemaah Umrah Indonesia Menurun

Konflik di Timur Tengah Sebabkan Jumlah Jemaah Umrah Indonesia Menurun

by Hidayat Taufik
March 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah mencatat adanya penurunan jumlah warga Indonesia yang berangkat menunaikan ibadah umrah dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi...

Makin Panas! Korea Utara Dukung Mojtaba Khamenei dan Kecam Serangan AS–Israel

Makin Panas! Korea Utara Dukung Mojtaba Khamenei dan Kecam Serangan AS–Israel

by Hidayat Taufik
March 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Korea Utara menyatakan dukungannya atas terpilihnya Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi baru Iran. Pada saat yang sama,...

Heboh Menu MBG Lele Mentah Ditolak Sekolah di Pamekasan, BGN Angkat Bicara

Heboh Menu MBG Lele Mentah Ditolak Sekolah di Pamekasan, BGN Angkat Bicara

by Hidayat Taufik
March 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Sebuah video yang menampilkan menu program Makan Bergizi Gratis (MBG) berisi ikan lele mentah, bahkan disebut masih...

Polri Tegaskan Akan Menindak Ormas yang Memaksa Pengusaha Memberi THR

Polri Tegaskan Akan Menindak Ormas yang Memaksa Pengusaha Memberi THR

by Hidayat Taufik
March 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Dedi Prasetyo, mengajak masyarakat untuk melaporkan jika menemukan organisasi kemasyarakatan (ormas) yang...

Puncak Pergerakan Mudik dan Balik Lebaran 2026 Diperkirakan Terbagi dalam Dua Gelombang

Puncak Pergerakan Mudik dan Balik Lebaran 2026 Diperkirakan Terbagi dalam Dua Gelombang

by Hidayat Taufik
March 11, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah memperkirakan puncak arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 akan terjadi dalam dua periode. Hal tersebut...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

Reshuffle Kabinet: Langkah Prabowo Perkuat Agenda Ekonomi-Politik

September 18, 2025
Tiga BUMN Transportasi Terima PMN Rp4,77 Triliun untuk Tingkatkan Layanan Publik

Tiga BUMN Transportasi Terima PMN Rp4,77 Triliun untuk Tingkatkan Layanan Publik

September 16, 2025
Summarecon Serpong

Menjelajahi Gaya Hidup Modern dan Lengkap di Summarecon Serpong

March 11, 2026
Purbaya Tegaskan Utang Kereta Cepat Whoosh Rp 120 Triliun Tak Akan Bebani APBN

Purbaya Tegaskan Utang Kereta Cepat Whoosh Rp 120 Triliun Tak Akan Bebani APBN

March 11, 2026
Kolaborasi BSN dan KCI Hadirkan Co-Branding Kartu Multi Trip

Kolaborasi BSN dan KCI Hadirkan Co-Branding Kartu Multi Trip

March 11, 2026
Konflik di Timur Tengah Sebabkan Jumlah Jemaah Umrah Indonesia Menurun

Konflik di Timur Tengah Sebabkan Jumlah Jemaah Umrah Indonesia Menurun

March 11, 2026
Makin Panas! Korea Utara Dukung Mojtaba Khamenei dan Kecam Serangan AS–Israel

Makin Panas! Korea Utara Dukung Mojtaba Khamenei dan Kecam Serangan AS–Israel

March 11, 2026
Heboh Menu MBG Lele Mentah Ditolak Sekolah di Pamekasan, BGN Angkat Bicara

Heboh Menu MBG Lele Mentah Ditolak Sekolah di Pamekasan, BGN Angkat Bicara

March 11, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved