JAKARTA, Cobisnis.com – Nama Aurelie Moeremans kembali menjadi perhatian publik setelah ia secara terbuka menceritakan pengalaman grooming yang dialaminya sejak berusia 15 tahun. Kisah tersebut dituangkan Aurelie dalam sebuah buku berjudul Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth yang menggambarkan sisi kelam masa remajanya.
Pengakuan istri Tyler Bigenho ini langsung menuai simpati luas dari warganet. Dalam bukunya, Aurelie mengisahkan bagaimana ia mengalami manipulasi emosional hingga dampak traumatis yang membekas dalam perjalanan hidupnya.
Profil Aurelie Moeremans
Aurelie Moeremans dikenal sebagai figur publik Indonesia dengan kemampuan di berbagai bidang. Ia tidak hanya aktif sebagai aktris, tetapi juga menekuni dunia musik dan modeling. Konsistensinya dalam berkarya membuat Aurelie terus menunjukkan perkembangan karier yang signifikan dari waktu ke waktu.
Dengan penampilan yang natural serta kemampuan akting yang kuat, Aurelie berhasil membangun citra sebagai artis muda yang serius dan berdedikasi di industri hiburan Tanah Air.
Awal Kehidupan Dan Latar Belakang
Aurelie Moeremans lahir pada 8 Agustus 1993. Ia memiliki darah keturunan Belgia dan Indonesia yang memberinya karakter visual khas. Ketertarikannya pada dunia seni telah terlihat sejak usia muda, terutama dalam bidang hiburan.
Peran keluarga turut menjadi faktor penting yang mendorong Aurelie untuk berani menapaki industri hiburan yang penuh persaingan.
Karier Aurelie mulai dikenal luas melalui berbagai judul sinetron televisi. Gaya aktingnya yang ekspresif dan mudah menyatu dengan karakter membuatnya cepat mencuri perhatian penonton. Ia kerap dipercaya memerankan tokoh utama maupun karakter dengan konflik emosional yang kuat.
Tidak berhenti di layar kaca, Aurelie juga memperluas kiprahnya ke dunia film. Ia terlibat dalam sejumlah produksi film Indonesia dengan genre yang beragam, mulai dari drama romantis hingga film bertema aksi dan psikologis.
Beberapa film yang pernah dibintanginya antara lain Jinx, D’Love, dan Sweetheart pada 2010, Cinta Pertamaku (2014), Tarot, LDR, Where Is My Romeo, dan Badoet (2015), Melbourne Rewind (2016), Jomblo: Sebuah Komedi Cinta, dan Tommi N Jerri (2017), hingga Kuntilanak, Menunggu Pagi, Pretty Boys, Foxtrot Six, Story of Kale, Baby Blues, serta Kutukan Cakar Monyet.
Selain dunia akting, Aurelie juga menyalurkan minatnya di bidang musik. Ia merilis beberapa lagu dengan karakter vokal yang lembut dan emosional. Musik menjadi medium ekspresi diri baginya, bukan sekadar pelengkap popularitas.
Karya-karyanya di dunia tarik suara mendapat respons positif, khususnya dari penggemar yang telah mengikuti perjalanan kariernya sejak awal.
Di luar aktivitas profesional, Aurelie dikenal memiliki citra elegan namun tetap sederhana. Ia kerap membagikan potongan kehidupan pribadinya secara wajar melalui media sosial, tanpa menghilangkan batas privasi.
Dalam berbagai kesempatan, Aurelie menekankan pentingnya proses, kerja keras, serta konsistensi dalam berkarya. Ia juga dikenal selektif dalam memilih proyek, dengan mengutamakan kualitas cerita dan pengembangan karakter dibanding sekadar popularitas.













