• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Sunday, October 25, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Astra Agro Dorong Produktivitas dan Keberlanjutan Sawit Lewat Transformasi Digital dan Ketelusuran

Iwan Supriyatna by Iwan Supriyatna
November 1, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Kebun sawit Astra Agro.

PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) senantiasa memperkuat proses dan tahapan transformasi menuju industri kelapa sawit modern serta berkelanjutan.

PANGKALAN BUN, Cobisnis.com – PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) senantiasa memperkuat proses dan tahapan transformasi menuju industri kelapa sawit modern serta berkelanjutan.

Perusahaan berkomitmen untuk dapat menjaga kesinambungan dan efisiensi operasional di seluruh lini sekaligus menjaga ekosistem lingkungan di sekitarnya melalui sistem yang transparan dan memiliki ketelusuran.

Komitmen tersebut diperlihatkan secara langsung kepada para jurnalis dalam kunjungan lapangan ke area operasional PT Gunung Sejahtera Ibu Pertiwi (GSIP), anak perusahaan Astra Agro, di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian acara tahunan “Talk to The CEO” yang diselenggarakan oleh Astra Agro. Dalam kesempatan tersebut, para jurnalis menyaksikan langsung transformasi digital dan inovasi riset diterapkan secara terintegrasi di kebun sawit Perseroan.

“Melalui digitalisasi, kami berupaya mengintesifikasikan lahan sekaligus memperkuat praktik perkebunan yang berkelanjutan,” ujar Presiden Direktur Astra Agro, Djap Tet Fa ditulis Sabtu (1/11/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Astra Agro menampilkan berbagai inovasi teknologi yang menjadi bagian penting proses bisnis. Salah satu inovasi utama adalah Plantation Information Management System (PIMS), yaitu sistem manajemen kebun berbasis data digital yang dikembangkan secara internal oleh Astra Agro.

Sistem ini mendukung pengelolaan operasional perkebunan sawit secara terintegrasi, akurat, dan realtime, mencakup seluruh kegiatan dari perkebunan, transportasi hasil panen, hingga pabrik pengolahan CPO.

“PIMS berperan sebagai tulang punggung digitalisasi di seluruh unit usaha Astra Agro. Sistem ini memungkinkan integrasi dan efisiensi di setiap tahap operasional, serta menjadi dasar bagi analisis data dan pengambilan keputusan strategis berbasis informasi aktual dari lapangan,” jelas Djap Tet Fa.

Selain PIMS, Astra Agro juga telah mengembangkan sistem terintegrasi lainnya seperti AMANDA (Astra Agro Mandiri Data Analytics) dan DINDA (Digital Integrated Data Application).

Kedua sistem ini memungkinkan analisis produktivitas harian serta deteksi dini terhadap anomali operasional di kebun.

Untuk memperkuat pemantauan lapangan, Astra Agro menerapkan drone monitoring dan digital field mapping berbasis citra satelit. Teknologi ini digunakan untuk memantau kondisi tanaman, mendeteksi area rawan, serta melakukan penjadwalan pemeliharaan tanaman secara lebih presisi dan efisien.

Selain untuk penggunaan internal, Perseroan pun mengembangkan aplikasi SISKA 2.0 untuk mempermudah transaksi TBS dari pihak ketiga, meningkatkan transparansi, dan efisiensi.

Sistem ini merupakan sistem pelacakan berbasis aplikasi yang memungkinkan penelusuran TBS hingga ke sumbernya.

Djap Tet Fa menegaskan bahwa fokus Astra Agro tidak hanya pada peningkatan hasil produksi, tetapi juga pada efisiensi, inovasi, dan keberlanjutan jangka panjang.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap hektar lahan yang dikelola memberikan hasil optimal dengan tetap memperhatikan keseimbangan sosial dan lingkungan. Dengan inovasi dan komitmen, kami ingin menunjukkan bahwa keberlanjutan dan profitabilitas dapat berjalan beriringan,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Astra Agro Lestari Bandung Sahari menambahkan digitalisasi pada sektor perkebunan untuk memperkuat ekosistem agribisnis yang inklusif.

Pasalnya, cakupan keberlanjutan kini semakin luas yang disertai dengan tuntutan yang semakin beragam, termasuk dalam aspek rantai pasokan.

“Oleh karena itu, penting bagi Astra Agro untuk terus menunjukkan komitmen dengan memastikan bahwa seluruh sumber pasokannya berasal dari sumber yang bertanggung jawab. Hal ini dilakukan melalui langkah-langkah seperti penilaian risiko, penelusuran sumber pasokan, pemantauan, serta pemberian dukungan kepada para pemasok,” jelasnya.

Astra Agro, lanjutnya, bertekad untuk menjaga transparansi dan ketertelusuran seluruh rantai pasokan hingga ke tingkat perkebunan, baik yang dikelola oleh petani swadaya maupun petani asosiasi, sesuai dengan Kebijakan Keberlanjutan.

Sampai dengan akhir tahun 2024, Astra Agro tetap konsisten mencapai 100% ketertelusuran TBS yang diperoleh dari semua kategori pemasok yang memasok ke pabrik milik sendiri.

“Kami berharap pendekatan kolaboratif ini diharapkan mampu menciptakan rantai pasok sawit yang tangguh, transparan, dan bertanggung jawab,” pungkasnya.

Download WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
lynda course free download
download redmi firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
lynda course free download
Tags: Astra Agrocobisnis.comCPODjap Tet FaSawitTalk to The CEO

Related Posts

Bukan Cuma Pikiran, Ini 6 Gejala Fisik Saat Kamu Cemas

Bukan Cuma Pikiran, Ini 6 Gejala Fisik Saat Kamu Cemas

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kecemasan dapat muncul dalam berbagai situasi, mulai dari menghadapi ujian hingga menunggu kabar yang penting. Meski wajar...

Monako Ungguli Puluhan Destinasi, Jadi Negara Terbaik untuk Ditinggali pada 2026

Monako Ungguli Puluhan Destinasi, Jadi Negara Terbaik untuk Ditinggali pada 2026

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Monako dinobatkan sebagai tempat tinggal terbaik di dunia pada 2026 berdasarkan Nomad Lifestyle Index yang dirilis Nomad...

Diakui Dunia, Indonesia Jadi Negara Paling Ramah Keempat pada 2026

Diakui Dunia, Indonesia Jadi Negara Paling Ramah Keempat pada 2026

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Indonesia berhasil menempati peringkat keempat sebagai negara paling ramah di dunia pada 2026 berdasarkan Readers' Choice Awards...

Daftar 10 Negara Penghasil Emas Terbanyak pada 2026, RI Masuk?

Daftar 10 Negara Penghasil Emas Terbanyak pada 2026, RI Masuk?

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Produksi emas dunia masih didominasi sejumlah negara dengan industri pertambangan berskala besar. Berdasarkan data Mineral Commodity Summaries...

Mendagri Dorong Pemda Sisihkan Dana untuk Renovasi Rumah Warga

Mendagri Dorong Pemda Sisihkan Dana untuk Renovasi Rumah Warga

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki rumah warga yang kondisinya tidak...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Auto Draft

HUT ke-21 Dihadiri 11.300 Anggota, Ling Tien Kung Perkuat Ekspansi

October 25, 2026
Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Bakom Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah Jaga Kepercayaan Publik

October 25, 2026
Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

October 25, 2026
Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Bakom Dorong Komunikasi Pemerintah yang Lebih Banyak Mendengar

October 25, 2026
Riyadh Memanas! Saudi Klaim Berhasil Cegat Rudal Balistik Houthi

Riyadh Memanas! Saudi Klaim Berhasil Cegat Rudal Balistik Houthi

October 25, 2026
Bukan Cuma Pikiran, Ini 6 Gejala Fisik Saat Kamu Cemas

Bukan Cuma Pikiran, Ini 6 Gejala Fisik Saat Kamu Cemas

October 25, 2026
Singkong Lampung Naik Kelas, Harga Tembus Rp3.000 per Kg

Singkong Lampung Naik Kelas, Harga Tembus Rp3.000 per Kg

October 25, 2026
Nataru Belum Tiba, Harga Cabai Sudah Tembus Rp102 Ribu per Kg

Nataru Belum Tiba, Harga Cabai Sudah Tembus Rp102 Ribu per Kg

October 25, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved