JAKARTA, Cobisnis.com – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) berencana memulai pendidikan Komponen Cadangan (Komcad) bagi 4.000 aparatur sipil negara (ASN) pada April 2026. Program ini dijadwalkan berjalan setelah proses pengajuan nama peserta dan seleksi dari kementerian serta lembaga (K/L) selesai dilakukan.
Wakil Menteri Pertahanan, Donny Ermawan, menyampaikan bahwa pelaksanaan program untuk semester pertama 2026 akan dimulai setelah tahapan administrasi dan seleksi rampung.
Ia memperkirakan pelatihan dapat dimulai sekitar bulan April.
Menurut Donny, keterlibatan ASN dalam program Komcad merupakan bagian dari konsep pertahanan semesta, yakni upaya pertahanan negara yang melibatkan seluruh komponen bangsa. Melalui Komcad, masyarakat sipil, termasuk ASN, ikut berkontribusi dalam sistem pertahanan nasional.
Pemerintah menargetkan seluruh ASN dapat menjadi bagian dari Komcad. Namun, pada tahap awal, program ini akan dimulai dengan 4.000 ASN yang berasal dari berbagai kementerian dan lembaga.
Setiap kementerian dan lembaga diminta mengusulkan nama ASN yang akan mengikuti program tersebut. Selanjutnya, Kemenhan akan melakukan proses seleksi untuk memastikan para peserta memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan.
Donny juga menegaskan bahwa pelatihan Komcad tidak akan mengganggu tugas utama para ASN. Program pelatihan hanya berlangsung sekitar dua bulan, setelah itu peserta akan kembali menjalankan tugas di instansi masing-masing.
Ia memastikan tidak akan ada konflik antara kewajiban sebagai ASN dan keikutsertaan dalam pendidikan Komcad, sehingga pelayanan publik tetap berjalan normal













