JAKARTA, Cobisnis.com – Amerika Serikat dan Iran dilaporkan sepakat meredakan ketegangan setelah kedua negara saling melancarkan serangan di sekitar Selat Hormuz. Meski begitu, posisi resmi Iran terkait kesepakatan tersebut masih belum jelas.
Seorang pejabat pemerintahan Presiden Donald Trump mengatakan kedua pihak akan “berdiri tenang untuk sementara”. Selain itu, pejabat AS menyebut pembicaraan teknis dengan Iran masih berjalan sesuai rencana.
Kesepakatan awal itu sebelumnya bertujuan menghentikan permusuhan selama 60 hari masa negosiasi. Namun, aksi militer yang terjadi akhir pekan ini menguji komitmen kedua negara terhadap perjanjian tersebut.
Sementara itu, pejabat AS menyatakan kapal-kapal tetap dapat melintas dengan bebas di Selat Hormuz. Meski demikian, kondisi di jalur pelayaran strategis itu dinilai belum sepenuhnya mencerminkan adanya kesepakatan sementara.
Di sisi lain, Iran menyatakan penarikan penuh pasukan Israel dari Lebanon harus menjadi bagian dari kesepakatan akhir dengan Amerika Serikat. Pernyataan itu muncul ketika bentrokan antara Israel dan Hizbullah terus menghambat upaya perdamaian di kawasan.













