• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, August 21, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Anis Berkendaraan Partai Gerakan Rakyat Jokowi Backup PSI Pertarungan 2029

Hidayat Taufik by Hidayat Taufik
February 3, 2026
in Nasional
0
Anis Berkendaraan Partai Gerakan Rakyat Jokowi Backup PSI Pertarungan 2029

JAKARTA, Cobisnis.com – Pertanyaan publik soal politik nasional kini bergeser. Bukan lagi sekadar siapa berada di balik kemunculan Partai Gerakan Rakyat, melainkan apakah Indonesia tengah memasuki babak baru politik yang semakin bertumpu pada figur, lalu dilembagakan melalui kendaraan partai.

Jika demikian, maka Partai Gerakan Rakyat dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sesungguhnya berada dalam satu pola yang serupa. Perbedaannya terletak pada momentum. PSI tumbuh di penghujung masa kekuasaan, sementara Partai Gerakan Rakyat muncul di awal kontestasi politik baru.

Keduanya lahir dari realitas yang sama: politik Indonesia lebih digerakkan oleh sosok ketimbang gagasan. Ideologi sering kali kalah oleh daya tarik figur.

Partai Tanpa Figur Sulit Bertahan
Pengalaman pascareformasi menunjukkan satu pola berulang. Banyak partai muncul, tetapi hanya sedikit yang mampu bertahan. Faktor penentunya bukan struktur organisasi atau aturan internal, melainkan keberadaan tokoh sentral.

PDIP identik dengan Megawati Soekarnoputri, Demokrat tak terlepas dari Susilo Bambang Yudhoyono, dan Gerindra lekat dengan Prabowo Subianto. Tanpa figur utama, partai-partai tersebut sulit dibayangkan tetap relevan.

Kesadaran inilah yang tampak dipahami oleh PSI dan Partai Gerakan Rakyat. Maka tidak mengherankan jika publik membaca relasi politik secara sederhana: PSI diasosiasikan dengan Joko Widodo, sementara Partai Gerakan Rakyat dilekatkan pada Anies Baswedan bukan secara formal, tetapi dalam persepsi politik.

PSI dan Jokowi  Relasi Persepsi
Jokowi memang tidak pernah secara resmi memimpin PSI. Namun politik tidak selalu bekerja lewat dokumen hukum, melainkan melalui simbol dan sinyal. Kehadiran Jokowi, gestur kedekatan, serta perubahan arah narasi PSI menjadi penanda yang mudah dibaca publik.

PSI pun bertransformasi: dari partai anak muda yang kritis, menjadi partai yang lebih akomodatif terhadap kekuasaan. Publik menafsirkan perubahan itu sebagai persiapan jangka panjang agar Jokowi tetap memiliki ruang politik setelah tidak lagi menjabat presiden.

Anies dan Partai Gerakan Rakyat
Di sisi lain, Anies Baswedan berada pada posisi yang berlawanan. Ia tidak memegang kekuasaan negara, namun memiliki basis pendukung yang masih solid. Kekalahan dalam Pilpres 2024 tidak membuat pendukungnya tercerai-berai.

Basis sosial yang cair dan emosional itu membutuhkan wadah. Tanpa kanal politik, dukungan akan memudar. Di sinilah Partai Gerakan Rakyat menemukan relevansinya.

Sulit membayangkan partai ini memperoleh perhatian besar tanpa figur Anies. Sama seperti PSI, partai tersebut tidak lahir di ruang kosong, melainkan tumbuh dari asosiasi kuat dengan satu tokoh.

Dari Politik Ide ke Politik Wajah
Alih-alih menuju politik programatik seperti yang diidealkan reformasi, Indonesia justru bergerak ke arah personalisasi politik. Pemilih cenderung memilih sosok, bukan platform.

PSI dan Partai Gerakan Rakyat membaca kecenderungan itu dengan tepat. Mereka tidak menonjolkan ideologi tebal atau manifesto panjang, melainkan menjual asosiasi emosional: stabilitas dan keberlanjutan di satu sisi, perubahan dan oposisi moral di sisi lain.

Negara dan Kelangsungan Partai
Namun membentuk partai bukan sekadar urusan publik. Ia juga berkaitan dengan negara dan kekuasaan. Proses administrasi, verifikasi, hingga tafsir regulasi sering kali dipengaruhi konteks politik.

PSI relatif aman karena tidak dipersepsikan mengganggu stabilitas kekuasaan. Partai Gerakan Rakyat berada pada posisi lebih rentan, karena membawa nama figur yang sebelumnya menjadi rival utama.

Pertanyaannya bukan hanya soal kelengkapan syarat administratif, tetapi apakah kehadiran partai ini dianggap nyaman oleh sistem kekuasaan.

Dilema Anies ke Depan
Anies akan berhadapan dengan pilihan klasik: tetap menjadi oposisi dengan risiko dimarginalkan, atau masuk dalam kompromi politik dengan konsekuensi kehilangan sebagian basis moral. PSI telah memilih jalan adaptasi. Apakah Partai Gerakan Rakyat akan menempuh jalur serupa atau mengambil arah berbeda, masih menjadi tanda tanya.

Politik Pasca-2024 Masih Terbuka
Pemilu 2024 bukanlah garis akhir, melainkan awal dari fase baru. Koalisi besar tidak selalu berarti stabilitas jangka panjang. Justru di celah itulah partai-partai baru memiliki ruang untuk bertahan dan menunggu momentum.

PSI berfungsi menjaga relevansi Jokowi. Partai Gerakan Rakyat menjadi alat agar Anies tidak keluar dari arena.

Indonesia tidak kekurangan partai, tetapi terus bergantung pada figur. Selama politik masih berputar pada tokoh dan pengikutnya, partai-partai berbasis figur akan terus lahir.

Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
free download udemy paid course
download coolpad firmware
Premium WordPress Themes Download
download udemy paid course for free
Tags: cobisnis.comFigurGerakan rakyatIdeologijokowikontestasimomentumpolitik baruPSI

Related Posts

Cuaca Kering Belum Berakhir, BMKG Ungkap Prediksi Musim Hujan

Cuaca Kering Belum Berakhir, BMKG Ungkap Prediksi Musim Hujan

by Hidayat Taufik
August 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan kondisi cuaca kering masih akan berlangsung di sebagian besar wilayah...

Dr. Jimmy Ardian menjelaskan alasan hal kecil bisa memicu reaksi emosional yang besar dan kaitannya dengan luka masa lalu.

Dr. Jimmy Ardian Ungkap Pemicu Emosi Meledak

by Desti Dwi Natasya
August 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Pernah merasa sangat gelisah hanya karena pasangan ketiduran atau merasa tidak dihargai setelah mengalami sedikit ketidakpahaman dengan...

Zhu Rongji

Jejak Zhu Rongji Membangun Ekonomi China

by Desti Dwi Natasya
August 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Zhu Rongji, mantan Perdana Menteri China, meninggal dunia pada usia 97 tahun pada 12 Agustus 2026 dan...

Klaim Dinasti Tang Tidak Pernah Ada Menyebar di Internet China

Kim Yo Jong Tak Konfirmasi Klaim Trump soal Komunikasi dengan Kim Jong Un

by Zahra Zahwa
August 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kim Yo Jong mengaku tidak mengetahui apakah Kim Jong Un baru-baru ini berkomunikasi dengan Donald Trump. Kim...

2,6 Ton Sabu Cair Disita di Bengkalis

Roberto Carlos Bantah Rumor Pindah Agama

by Desti Dwi Natasya
August 20, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Legenda Timnas Brasil Roberto Carlos membantah kabar yang menyebut dirinya telah memeluk agama Islam setelah menikah dengan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Presiden Portugal Sahkan Larangan Cadar di Tempat Umum

Presiden Portugal Sahkan Larangan Cadar di Tempat Umum

August 19, 2026
3,4 Juta Meterai Palsu Disita, Polisi Ungkap Cara Mudah Mendeteksinya

3,4 Juta Meterai Palsu Disita, Polisi Ungkap Cara Mudah Mendeteksinya

August 19, 2026
Susah Tidur karena Lapar? Coba Camilan Ini

Susah Tidur karena Lapar? Coba Camilan Ini

August 19, 2026
Polisi Ungkap Pria Bugil di Lenteng Agung Ternyata Mahasiswa

Polisi Ungkap Pria Bugil di Lenteng Agung Ternyata Mahasiswa

August 19, 2026
Kemenpar Rilis Data Statistik Pariwisata 2025, Bali hingga Jogja Masih Jadi Favorit

Kemenpar Rilis Data Statistik Pariwisata 2025, Bali dan Jogja Masih Jadi Favorit

August 20, 2026
Roti Gandum dan Selai Kacang - pexels/Denis Liendo

Pakar Nutrisi Rekomendasikan Sarapan Sehat yang Bisa Tingkatkan Kualitas Hidup

August 20, 2026
Membersihkan Toilet - pexels/https://kaboompics.com/

Seberapa Sering Harus Membersihkan Toilet? Ini Tipsnya

August 20, 2026
Peluncuran Indonesia Bullion Market Association

Peluncuran Indonesia Bullion Market Association

August 20, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved