JAKARTA, Cobisnis.com – Donald Trump kembali mendorong privatisasi pemeriksaan keamanan bandara lewat proposal anggaran 2027.
Karena itu, sistem pemeriksaan penumpang di bandara Amerika Serikat bisa berubah dalam beberapa tahun ke depan.
Usulan tersebut muncul dalam dokumen anggaran tahunan yang dikirim pemerintah ke Kongres. Pemerintah ingin sebagian tugas Transportation Security Administration dialihkan ke perusahaan swasta.
Program itu akan dimulai lewat kewajiban bagi bandara kecil untuk masuk ke Screening Partnership Program. Dalam skema ini, TSA tetap membayar biaya operasional, tetapi perusahaan swasta menjalankan pemeriksaan di lapangan.
Pemerintah menyebut langkah itu dapat menghemat 52 juta dolar AS. Selain itu, proposal tersebut disebut sebagai awal reformasi bagi lembaga federal yang dianggap bermasalah.
Saat ini, sudah ada 20 bandara di Amerika Serikat yang memakai sistem keamanan swasta di bawah pengawasan TSA. Salah satunya adalah San Francisco International Airport.
Selain itu, Kansas City International Airport dan Orlando Sanford International Airport juga memakai model serupa.
Isu ini kembali menguat setelah antrean panjang muncul di banyak bandara saat penutupan sebagian layanan pemerintah federal. Ketika itu, banyak petugas TSA tetap bekerja tanpa menerima gaji tepat waktu.
Bandara yang memakai petugas swasta tidak mengalami gangguan besar. Karena itu, sebagian pelaku industri menilai sistem privat lebih tahan terhadap konflik politik di Washington.













