• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Tuesday, September 15, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Anatomi Gajah Tak Cocok untuk Ditunggangi, Risiko Cedera Tinggi

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
December 2, 2025
in Nasional
0
Anatomi Gajah Tak Cocok untuk Ditunggangi, Risiko Cedera Tinggi

JAKARTA, Cobisnis.com – Gajah sering diasosiasikan sebagai hewan kuat, tetapi struktur tulang belakang mereka justru tidak dirancang untuk membawa beban tambahan seperti pelana maupun wisatawan. Anatomi punggung gajah memiliki tonjolan vertebra yang lebih menonjol dibandingkan hewan tunggang lain, sehingga tekanan langsung dari beban luar dapat menimbulkan cedera berat.

Para ahli kesehatan hewan menjelaskan bahwa tonjolan tersebut berfungsi menyangga berat tubuh gajah sendiri. Ketika pelana dipasang dan manusia duduk di atasnya, tonjolan tulang itu menerima tekanan yang tidak semestinya. Kondisi ini dapat menyebabkan luka, peradangan jaringan lunak, hingga rasa nyeri kronis.

Laporan lembaga kesejahteraan hewan juga mencatat banyak kasus perubahan bentuk tulang belakang pada gajah yang digunakan untuk atraksi wisata. Beberapa kerusakan bahkan bersifat permanen dan memengaruhi kemampuan gajah untuk bergerak secara normal.

Meski risiko cedera sudah lama dipublikasikan, wisata naik gajah masih menjadi daya tarik di beberapa negara Asia. Industri pariwisata yang memanfaatkan hewan sebagai objek hiburan sering kali memiliki standar perawatan yang berbeda-beda sehingga pengawasan menjadi sulit dilakukan.

Di negara-negara dengan destinasi populer, peningkatan jumlah wisatawan turut mendorong tingginya aktivitas komersial berbasis satwa. Situasi ini menempatkan gajah dalam rutinitas kerja panjang yang tak jarang disertai praktik pelatihan yang keras.

Sejumlah organisasi internasional menilai bahwa perubahan perilaku wisatawan menjadi kunci untuk mengurangi praktik berisiko ini. Meningkatnya kesadaran publik mengenai kesehatan gajah dinilai mampu mendorong industri beradaptasi ke model wisata yang lebih etis.

Selain aspek kesehatan, penggunaan hewan liar sebagai sarana hiburan juga disebut merusak upaya konservasi. Gajah yang digunakan dalam wisata komersial kerap kehilangan kesempatan untuk berperilaku alami, sesuatu yang penting bagi kesejahteraan mereka.

Di beberapa wilayah, mulai muncul alternatif wisata satwa yang tidak melibatkan interaksi fisik. Pengunjung cukup mengamati gajah dari jarak aman tanpa menaiki atau memaksa hewan tersebut bekerja di luar kapasitas tubuhnya.

Para ahli menegaskan bahwa edukasi publik perlu terus dilakukan agar wisatawan memahami konsekuensi kesehatan yang ditanggung gajah. Informasi yang jelas dinilai dapat mengubah pilihan wisata dan menekan permintaan terhadap atraksi yang merugikan satwa.

Dengan meningkatnya kampanye dan dukungan dari berbagai pihak, dorongan untuk menghentikan praktik wisata tunggang gajah diharapkan semakin kuat. Langkah ini dilihat sebagai bagian dari komitmen global menuju pariwisata yang etis dan ramah satwa.

Download Nulled WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
free online course
download karbonn firmware
Free Download WordPress Themes
udemy free download
Tags: CobisnisGajah AsiaKesejahteraan HewanKonservasiPariwisata EtisPebisnismudaWisata Satwa

Related Posts

OTT KPK di Bogor Berujung 8 Tersangka, Bos Summarecon Ikut Terseret

OTT KPK di Bogor Berujung 8 Tersangka, Bos Summarecon Ikut Terseret

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK menetapkan delapan tersangka dalam kasus dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan atau...

Pegiat Lingkungan Dorong Penguatan Perlindungan Orangutan di Tengah Karhutla

Pegiat Lingkungan Dorong Penguatan Perlindungan Orangutan di Tengah Karhutla

by Hidayat Taufik
September 15, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap habitat satwa liar mendorong pegiat lingkungan meminta pemerintah memperkuat upaya...

Sisa Kebakaran TPA Galuga Tinggal Kurang 1 Hektare Setelah 8 Hari Pemadaman

Sisa Kebakaran TPA Galuga Tinggal Kurang 1 Hektare Setelah 8 Hari Pemadaman

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir atau TPA Galuga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, memasuki hari kedelapan. Area yang...

Telkomsel Gandeng MAP Hadirkan MAPrivilege untuk Pelanggan MyTelkomsel

Telkomsel Gandeng MAP Hadirkan MAPrivilege untuk Pelanggan MyTelkomsel

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Telkomsel dan PT Mitra Adiperkasa Tbk atau MAP meluncurkan MAPrivilege, program yang menghubungkan ekosistem digital Telkomsel dengan...

Apa Saja Isi Tas Siaga Bencana? Ini Daftar Lengkapnya

Apa Saja Isi Tas Siaga Bencana? Ini Daftar Lengkapnya

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 14, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Bencana alam dapat terjadi tanpa banyak waktu untuk bersiap. Karena itu, setiap keluarga perlu memiliki Tas Siaga...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Adythia Pratam Bongkar Alasan Banyak Orang Sulit Dapat Kerja

Adythia Pratam Bongkar Alasan Banyak Orang Sulit Dapat Kerja

September 9, 2026
Generasi Muda Makin Terkoneksi, Tapi Justru Makin Terputus

Generasi Muda Makin Terkoneksi, Tapi Justru Makin Terputus

September 10, 2026
Feri Irwandi Ungkap Alasan Buka Patungan untuk Hutan di Kalimantan

Feri Irwandi Ungkap Alasan Buka Patungan untuk Hutan di Kalimantan

September 13, 2026
Menurut Ferry Irwandi, Ekonomi Berawal dari Pilihan Manusia

Menurut Ferry Irwandi, Ekonomi Berawal dari Pilihan Manusia

September 8, 2026
TikTok Food Fest 2026 Perkuat Industri F&B Indonesia

ASABRI Perkuat Layanan Peserta di Bulan Dana Pensiun 2026

September 15, 2026
TikTok Food Fest 2026 Perkuat Industri F&B Indonesia

Pokémon Siapkan Kolaborasi Wayang hingga Pokémon RUN

September 15, 2026
TikTok Food Fest 2026 Perkuat Industri F&B Indonesia

TikTok Food Fest 2026 Perkuat Industri F&B Indonesia

September 15, 2026
Purbaya: Gue Mau Mancing Sambil Melamun, Kenapa Saya Dipecat?

Purbaya: Gue Mau Mancing Sambil Melamun, Kenapa Saya Dipecat?

September 15, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved