• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, October 26, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Nasional

Anatomi Gajah Tak Cocok untuk Ditunggangi, Risiko Cedera Tinggi

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
December 2, 2025
in Nasional
0
Anatomi Gajah Tak Cocok untuk Ditunggangi, Risiko Cedera Tinggi

JAKARTA, Cobisnis.com – Gajah sering diasosiasikan sebagai hewan kuat, tetapi struktur tulang belakang mereka justru tidak dirancang untuk membawa beban tambahan seperti pelana maupun wisatawan. Anatomi punggung gajah memiliki tonjolan vertebra yang lebih menonjol dibandingkan hewan tunggang lain, sehingga tekanan langsung dari beban luar dapat menimbulkan cedera berat.

Para ahli kesehatan hewan menjelaskan bahwa tonjolan tersebut berfungsi menyangga berat tubuh gajah sendiri. Ketika pelana dipasang dan manusia duduk di atasnya, tonjolan tulang itu menerima tekanan yang tidak semestinya. Kondisi ini dapat menyebabkan luka, peradangan jaringan lunak, hingga rasa nyeri kronis.

Laporan lembaga kesejahteraan hewan juga mencatat banyak kasus perubahan bentuk tulang belakang pada gajah yang digunakan untuk atraksi wisata. Beberapa kerusakan bahkan bersifat permanen dan memengaruhi kemampuan gajah untuk bergerak secara normal.

Meski risiko cedera sudah lama dipublikasikan, wisata naik gajah masih menjadi daya tarik di beberapa negara Asia. Industri pariwisata yang memanfaatkan hewan sebagai objek hiburan sering kali memiliki standar perawatan yang berbeda-beda sehingga pengawasan menjadi sulit dilakukan.

Di negara-negara dengan destinasi populer, peningkatan jumlah wisatawan turut mendorong tingginya aktivitas komersial berbasis satwa. Situasi ini menempatkan gajah dalam rutinitas kerja panjang yang tak jarang disertai praktik pelatihan yang keras.

Sejumlah organisasi internasional menilai bahwa perubahan perilaku wisatawan menjadi kunci untuk mengurangi praktik berisiko ini. Meningkatnya kesadaran publik mengenai kesehatan gajah dinilai mampu mendorong industri beradaptasi ke model wisata yang lebih etis.

Selain aspek kesehatan, penggunaan hewan liar sebagai sarana hiburan juga disebut merusak upaya konservasi. Gajah yang digunakan dalam wisata komersial kerap kehilangan kesempatan untuk berperilaku alami, sesuatu yang penting bagi kesejahteraan mereka.

Di beberapa wilayah, mulai muncul alternatif wisata satwa yang tidak melibatkan interaksi fisik. Pengunjung cukup mengamati gajah dari jarak aman tanpa menaiki atau memaksa hewan tersebut bekerja di luar kapasitas tubuhnya.

Para ahli menegaskan bahwa edukasi publik perlu terus dilakukan agar wisatawan memahami konsekuensi kesehatan yang ditanggung gajah. Informasi yang jelas dinilai dapat mengubah pilihan wisata dan menekan permintaan terhadap atraksi yang merugikan satwa.

Dengan meningkatnya kampanye dan dukungan dari berbagai pihak, dorongan untuk menghentikan praktik wisata tunggang gajah diharapkan semakin kuat. Langkah ini dilihat sebagai bagian dari komitmen global menuju pariwisata yang etis dan ramah satwa.

Premium WordPress Themes Download
Download WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
free download udemy paid course
download xiomi firmware
Download WordPress Themes
free online course
Tags: CobisnisGajah AsiaKesejahteraan HewanKonservasiPariwisata EtisPebisnismudaWisata Satwa

Related Posts

Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Bakom Dorong Komunikasi Pemerintah yang Lebih Banyak Mendengar

by Rizki Meirino
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) mendorong perubahan pendekatan komunikasi pemerintah dari penyampaian informasi satu arah menuju komunikasi yang...

Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Bakom Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah Jaga Kepercayaan Publik

by Rizki Meirino
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) memperkuat sinergi komunikasi pemerintah pusat dan daerah untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah....

Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

by Rizki Meirino
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Mayapada Hospital Jakarta Selatan menggelar Mayapada Neuro Connect 2026 pada 24–25 Oktober 2026 untuk mendorong kemajuan penanganan...

Auto Draft

HUT ke-21 Dihadiri 11.300 Anggota, Ling Tien Kung Perkuat Ekspansi

by Desti Dwi Natasya
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Perayaan HUT ke-21 Ling Tien Kung di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (25/10/2026), dihadiri sekitar...

OpenAI

OpenAI Hentikan Pengujian AI di Internet Terbuka

by Desti Dwi Natasya
October 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – OpenAI memutuskan menghentikan pelatihan model kecerdasan buatan (AI) dengan akses langsung ke internet terbuka setelah serangkaian insiden...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Auto Draft

HUT ke-21 Dihadiri 11.300 Anggota, Ling Tien Kung Perkuat Ekspansi

October 25, 2026
Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Bakom Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah Jaga Kepercayaan Publik

October 25, 2026
Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

October 25, 2026
Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Bakom Dorong Komunikasi Pemerintah yang Lebih Banyak Mendengar

October 25, 2026
Riyadh Memanas! Saudi Klaim Berhasil Cegat Rudal Balistik Houthi

Riyadh Memanas! Saudi Klaim Berhasil Cegat Rudal Balistik Houthi

October 25, 2026
Bukan Cuma Pikiran, Ini 6 Gejala Fisik Saat Kamu Cemas

Bukan Cuma Pikiran, Ini 6 Gejala Fisik Saat Kamu Cemas

October 25, 2026
Singkong Lampung Naik Kelas, Harga Tembus Rp3.000 per Kg

Singkong Lampung Naik Kelas, Harga Tembus Rp3.000 per Kg

October 25, 2026
Nataru Belum Tiba, Harga Cabai Sudah Tembus Rp102 Ribu per Kg

Nataru Belum Tiba, Harga Cabai Sudah Tembus Rp102 Ribu per Kg

October 25, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved