• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, October 31, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Anak Habiskan 5-7 Jam di Depan Layar, Orang Tua Wajib Waspada

Hidayat Taufik by Hidayat Taufik
August 10, 2026
in Lifestyle
0
Anak Habiskan 5-7 Jam di Depan Layar, Orang Tua Wajib Waspada

JAKARTA, Cobisnis.com – Durasi penggunaan perangkat digital oleh anak-anak di Indonesia menjadi perhatian pemerintah. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat waktu yang dihabiskan anak di depan layar kini berada di kisaran 5 hingga 7 jam dalam sehari.

Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Pemuda dan Startup, Alfreno Kautsar Ramadhan, menilai tingginya paparan perangkat digital menjadi salah satu tantangan dalam upaya menciptakan lingkungan internet yang lebih aman bagi anak.

Ia menjelaskan, perlindungan anak tidak cukup hanya dengan membatasi akses ke sejumlah platform. Kebiasaan bermain gim online dalam waktu lama juga perlu diawasi karena berpotensi berkembang menjadi perilaku adiktif.

Sebagai langkah perlindungan, pemerintah telah memiliki Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 atau PP Tunas. Regulasi tersebut menjadi dasar dalam mengatur penyelenggaraan sistem elektronik sekaligus memperkuat perlindungan anak di ruang digital.

Sejumlah pembatasan akses terhadap platform yang dinilai memiliki risiko bagi anak mulai diterapkan pada 28 Maret 2026. Aturan tersebut ditujukan kepada pengguna berusia di bawah 16 tahun.

Namun, persoalan tidak berhenti pada akses terhadap platform. Anak yang sudah mengalami ketergantungan terhadap gim atau aktivitas digital tetap membutuhkan pendampingan agar dapat mengurangi kebiasaan tersebut.

Komdigi kemudian menghadirkan Digital Addiction Response Assistance (DARA), sebuah layanan yang ditujukan untuk membantu anak dan keluarga menghadapi persoalan kecanduan gim serta penggunaan teknologi secara berlebihan.

Layanan yang diluncurkan pada Februari 2026 itu menyediakan konsultasi secara aman dan privat. Anak maupun orang tua dapat memperoleh informasi mengenai gejala adiksi, mengikuti asesmen, hingga memperoleh arahan penanganan dan rujukan jika diperlukan.

Peran orang tua juga dinilai sangat penting dalam mengenali perubahan perilaku anak. Anak yang menjadi lebih mudah marah, enggan bersosialisasi, atau mulai menjauh dari lingkungan sekitar perlu mendapat perhatian lebih.

Masalah penggunaan layar berlebihan juga tidak hanya berkaitan dengan perilaku. Sejumlah penelitian menunjukkan adanya potensi dampak terhadap kesehatan fisik, terutama jika screen time tidak diimbangi dengan aktivitas dan istirahat yang cukup.

Riset Universitas Airlangga yang melibatkan 113 remaja di Surabaya dan Sidoarjo menemukan adanya keterkaitan antara tingginya durasi screen time dengan sejumlah indikator gangguan metabolik.

Remaja dengan waktu penggunaan layar yang tinggi memiliki risiko lebih besar mengalami kelebihan berat badan dan obesitas. Kondisi tersebut juga dikaitkan dengan resistensi insulin serta sindrom metabolik.

Durasi menatap layar yang panjang juga berpotensi mengurangi waktu tidur. Paparan cahaya dari perangkat elektronik pada malam hari dapat memengaruhi produksi melatonin, hormon yang membantu mengatur siklus tidur.

Ketika waktu istirahat berkurang, keseimbangan metabolisme tubuh juga dapat terganggu. Selain itu, kebiasaan berlama-lama menggunakan gawai membuat anak memiliki lebih sedikit waktu untuk bergerak dan melakukan aktivitas fisik.

Kurangnya aktivitas fisik yang disertai pola makan kurang sehat dan waktu tidur yang terbatas dapat meningkatkan risiko penumpukan lemak serta gangguan dalam mengontrol kadar gula darah.

Karena itu, orang tua perlu membuat batasan penggunaan perangkat digital yang sesuai dengan kebutuhan anak. Pengaturan waktu layar sebaiknya dibarengi dengan kegiatan fisik, tidur yang cukup, dan kesempatan untuk berinteraksi secara langsung.

Pemahaman mengenai pola asuh di era digital juga penting agar teknologi tetap memberikan manfaat bagi anak tanpa mengganggu kesehatan, proses belajar, maupun kehidupan sosial mereka.

Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
Download Nulled WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
free online course
download karbonn firmware
Download Premium WordPress Themes Free
udemy paid course free download
Tags: Bahaya screen timecobisnis.comKecanduan gadget anakKesehatan anakKomdigiPenggunaan HP anakScreen time anak

Related Posts

Veda Ega Start Kedelapan Usai Kualifikasi Moto3 Malaysia 2026

Veda Ega Start Kedelapan Usai Kualifikasi Moto3 Malaysia 2026

by Hidayat Taufik
October 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Veda Ega Pratama akan mengawali balapan Moto3 Malaysia 2026 dari urutan kedelapan. Sementara posisi terdepan atau pole...

MU Dalam Masa Sulit, Carrick Minta Tim Tetap Yakin Lawan Chelsea

MU Dalam Masa Sulit, Carrick Minta Tim Tetap Yakin Lawan Chelsea

by Hidayat Taufik
October 31, 2026
0

​JAKARTA, Cobisnis.com - Manchester United akan melakoni laga tandang menghadapi Chelsea dalam lanjutan kompetisi Liga Inggris. Pelatih Michael Carrick berharap...

Orang Tua Wajib Tahu, 5 Kebiasaan yang Bisa Membuat Anak Bergantung pada Orang Lain

Orang Tua Wajib Tahu, 5 Kebiasaan yang Bisa Membuat Anak Bergantung pada Orang Lain

by Hidayat Taufik
October 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Keinginan orang tua untuk selalu menjaga anak agar terhindar dari masalah merupakan hal yang wajar. Namun, perlindungan...

Ahli Ungkap Hubungan Kurang Tidur dengan Risiko Stroke

Ahli Ungkap Hubungan Kurang Tidur dengan Risiko Stroke

by Hidayat Taufik
October 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kebiasaan tidur yang tidak teratur dan kurang berkualitas ternyata dapat berdampak pada kesehatan pembuluh darah. Jika berlangsung...

Kapolri Dorong Program Pelatihan dan Penempatan Kerja bagi Pengangguran

Kapolri Dorong Program Pelatihan dan Penempatan Kerja bagi Pengangguran

by Hidayat Taufik
October 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Polri menyiapkan langkah untuk membantu masyarakat yang belum mendapatkan pekerjaan melalui program Polisi Peduli Pengangguran atau Poliran....

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ronaldo Cetak Hat-trick, Tinggal 15 Gol Menuju 1.000

Guru Besar UI Soroti Dampak Ekonomi Konser Andrea Bocelli

October 30, 2026
Menkes Sebut Kopdes Merah Putih Bakal Dikembangkan Jadi Klinik dan Apotek

Menkes Sebut Kopdes Merah Putih Bakal Dikembangkan Jadi Klinik dan Apotek

October 30, 2026
BSI Perluas Inklusi Keuangan Syariah Lewat 135 Ribu BSI Agen

BSI Perluas Inklusi Keuangan Syariah Lewat 135 Ribu BSI Agen

October 30, 2026
Seller COD Terancam Boncos! Paket Gagal Kirim Tak Kunjung Kembali

Seller COD Terancam Boncos! Paket Gagal Kirim Tak Kunjung Kembali

October 30, 2026
Bendera Iran dan Amerika Serikat - IST

Delegasi Qatar Kembali ke Teheran, Upayakan Perundingan AS-Iran Damai

October 31, 2026
BRIN Perkuat Jaringan Stasiun Bumi untuk Pantau Bencana

Uni Eropa Percepat Pelepasan Cadangan Minyak untuk Stabilkan Pasar Solar

October 31, 2026
Veda Ega Start Kedelapan Usai Kualifikasi Moto3 Malaysia 2026

Veda Ega Start Kedelapan Usai Kualifikasi Moto3 Malaysia 2026

October 31, 2026
BRIN Perkuat Jaringan Stasiun Bumi untuk Pantau Bencana

Bea Cukai Bengkulu Sita 3 Juta Batang Rokok Ilegal

October 31, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved