• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, August 31, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Lifestyle

Anak Habiskan 5-7 Jam di Depan Layar, Orang Tua Wajib Waspada

Hidayat Taufik by Hidayat Taufik
August 10, 2026
in Lifestyle
0
Anak Habiskan 5-7 Jam di Depan Layar, Orang Tua Wajib Waspada

JAKARTA, Cobisnis.com – Durasi penggunaan perangkat digital oleh anak-anak di Indonesia menjadi perhatian pemerintah. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat waktu yang dihabiskan anak di depan layar kini berada di kisaran 5 hingga 7 jam dalam sehari.

Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Pemuda dan Startup, Alfreno Kautsar Ramadhan, menilai tingginya paparan perangkat digital menjadi salah satu tantangan dalam upaya menciptakan lingkungan internet yang lebih aman bagi anak.

Ia menjelaskan, perlindungan anak tidak cukup hanya dengan membatasi akses ke sejumlah platform. Kebiasaan bermain gim online dalam waktu lama juga perlu diawasi karena berpotensi berkembang menjadi perilaku adiktif.

Sebagai langkah perlindungan, pemerintah telah memiliki Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 atau PP Tunas. Regulasi tersebut menjadi dasar dalam mengatur penyelenggaraan sistem elektronik sekaligus memperkuat perlindungan anak di ruang digital.

Sejumlah pembatasan akses terhadap platform yang dinilai memiliki risiko bagi anak mulai diterapkan pada 28 Maret 2026. Aturan tersebut ditujukan kepada pengguna berusia di bawah 16 tahun.

Namun, persoalan tidak berhenti pada akses terhadap platform. Anak yang sudah mengalami ketergantungan terhadap gim atau aktivitas digital tetap membutuhkan pendampingan agar dapat mengurangi kebiasaan tersebut.

Komdigi kemudian menghadirkan Digital Addiction Response Assistance (DARA), sebuah layanan yang ditujukan untuk membantu anak dan keluarga menghadapi persoalan kecanduan gim serta penggunaan teknologi secara berlebihan.

Layanan yang diluncurkan pada Februari 2026 itu menyediakan konsultasi secara aman dan privat. Anak maupun orang tua dapat memperoleh informasi mengenai gejala adiksi, mengikuti asesmen, hingga memperoleh arahan penanganan dan rujukan jika diperlukan.

Peran orang tua juga dinilai sangat penting dalam mengenali perubahan perilaku anak. Anak yang menjadi lebih mudah marah, enggan bersosialisasi, atau mulai menjauh dari lingkungan sekitar perlu mendapat perhatian lebih.

Masalah penggunaan layar berlebihan juga tidak hanya berkaitan dengan perilaku. Sejumlah penelitian menunjukkan adanya potensi dampak terhadap kesehatan fisik, terutama jika screen time tidak diimbangi dengan aktivitas dan istirahat yang cukup.

Riset Universitas Airlangga yang melibatkan 113 remaja di Surabaya dan Sidoarjo menemukan adanya keterkaitan antara tingginya durasi screen time dengan sejumlah indikator gangguan metabolik.

Remaja dengan waktu penggunaan layar yang tinggi memiliki risiko lebih besar mengalami kelebihan berat badan dan obesitas. Kondisi tersebut juga dikaitkan dengan resistensi insulin serta sindrom metabolik.

Durasi menatap layar yang panjang juga berpotensi mengurangi waktu tidur. Paparan cahaya dari perangkat elektronik pada malam hari dapat memengaruhi produksi melatonin, hormon yang membantu mengatur siklus tidur.

Ketika waktu istirahat berkurang, keseimbangan metabolisme tubuh juga dapat terganggu. Selain itu, kebiasaan berlama-lama menggunakan gawai membuat anak memiliki lebih sedikit waktu untuk bergerak dan melakukan aktivitas fisik.

Kurangnya aktivitas fisik yang disertai pola makan kurang sehat dan waktu tidur yang terbatas dapat meningkatkan risiko penumpukan lemak serta gangguan dalam mengontrol kadar gula darah.

Karena itu, orang tua perlu membuat batasan penggunaan perangkat digital yang sesuai dengan kebutuhan anak. Pengaturan waktu layar sebaiknya dibarengi dengan kegiatan fisik, tidur yang cukup, dan kesempatan untuk berinteraksi secara langsung.

Pemahaman mengenai pola asuh di era digital juga penting agar teknologi tetap memberikan manfaat bagi anak tanpa mengganggu kesehatan, proses belajar, maupun kehidupan sosial mereka.

Download Nulled WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Free Download WordPress Themes
Premium WordPress Themes Download
free download udemy paid course
download huawei firmware
Free Download WordPress Themes
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
Tags: Bahaya screen timecobisnis.comKecanduan gadget anakKesehatan anakKomdigiPenggunaan HP anakScreen time anak

Related Posts

BNPB Catat 188.161 Warga Masih Mengungsi akibat Gempa NTT

BNPB Catat 188.161 Warga Masih Mengungsi akibat Gempa NTT

by Hidayat Taufik
August 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan bahwa sebanyak 188.161 jiwa masih berada di tempat pengungsian setelah gempa...

Gus Kikin Resmi Pimpin PBNU Periode 2026-2031

Gus Kikin Resmi Pimpin PBNU Periode 2026-2031

by Hidayat Taufik
August 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, menghasilkan keputusan penting terkait kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul...

Maudy Ayunda membahas tiga hal penting untuk membangun kekayaan dan mencapai kebebasan finansial melalui buku Rich Dad Poor Dad.

Maudy Ayunda Bagikan Cara Membangun Kekayaan

by Desti Dwi Natasya
August 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Maudy Ayunda membagikan sejumlah pandangan mengenai cara membangun kekayaan dan mencapai kebebasan finansial melalui buku Rich Dad...

Bola Gol ‘Tangan Tuhan’ Maradona Terjual Mahal

Bola Gol ‘Tangan Tuhan’ Maradona Terjual Mahal

by Hidayat Taufik
August 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Bola yang menjadi saksi gol kontroversial Diego Maradona dalam pertandingan Argentina melawan Inggris di Piala Dunia 1986...

Terlalu Percaya Belahan Jiwa Bisa Bikin Hubungan Retak

Terlalu Percaya Belahan Jiwa Bisa Bikin Hubungan Retak

by Hidayat Taufik
August 31, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Keyakinan bahwa setiap orang memiliki pasangan yang telah ditentukan sejak awal ternyata tidak selalu berdampak baik terhadap...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Safe Deposit Box MNC Bank Disorot, Kok Bisa Aset Nasabah Hilang?

Safe Deposit Box MNC Bank Disorot, Kok Bisa Aset Nasabah Hilang?

August 30, 2026
Seberapa Bugar Tubuhmu? Tes Ini Bisa Dicoba Tanpa Alat

Seberapa Bugar Tubuhmu? Tes Ini Bisa Dicoba Tanpa Alat

August 29, 2026
Daftar 12 Negara Asia Paling Jago Bahasa Inggris, Indonesia Urutan Berapa?

Daftar 12 Negara Asia Paling Jago Bahasa Inggris, Indonesia Urutan Berapa?

August 30, 2026
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri menggelar pertemuan dengan Pemerintah Daerah Manggarai Barat serta pelaku industri dan asosiasi pariwisata di Labuan Bajo

4 Langkah Kemenpar dalam Pemulihan Pariwisata Flores

August 30, 2026
The Odyssey karya Christopher Nolan menjadi film asing paling banyak ditonton di Korea Selatan pada 2026 setelah mencapai 8,86 juta penonton.

The Odyssey Tembus 8,86 Juta Penonton di Korea

August 31, 2026
Bank Mandiri Taspen menjalankan 3 Pilar Mantap Indonesia untuk mendorong pensiunan tetap sehat, aktif, dan mandiri secara ekonomi.

3 Pilar Mantap Indonesia Dorong Pensiunan Tetap Produktif

August 31, 2026
BNPB Catat 188.161 Warga Masih Mengungsi akibat Gempa NTT

BNPB Catat 188.161 Warga Masih Mengungsi akibat Gempa NTT

August 31, 2026
Gus Kikin Resmi Pimpin PBNU Periode 2026-2031

Gus Kikin Resmi Pimpin PBNU Periode 2026-2031

August 31, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved