• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, January 10, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Humaniora

Alasan Orang Jepang Selalu Membungkuk Saat Menyapa

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
November 14, 2025
in Humaniora
0
Alasan Orang Jepang Selalu Membungkuk Saat Menyapa

JAKARTA, Cobisnis.com – Membungkuk atau dikenal dengan istilah ojigi sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Jepang. Gestur sederhana ini bukan hanya bentuk sapaan, tetapi juga simbol rasa hormat, sopan santun, dan kerendahan hati yang dijunjung tinggi masyarakat Jepang.

Tradisi membungkuk telah dilakukan sejak berabad-abad lalu. Pada masa samurai, gerakan ini digunakan untuk menunjukkan kesetiaan dan penghormatan kepada atasan. Kini, maknanya berkembang menjadi bentuk penghargaan sosial yang dilakukan dalam hampir setiap interaksi sehari-hari.

Masyarakat Jepang menggunakan membungkuk dalam banyak situasi, mulai dari menyapa, berterima kasih, meminta maaf, hingga berpamitan. Setiap gerakan memiliki tingkat kedalaman yang berbeda sesuai konteksnya. Semakin dalam seseorang menunduk, semakin tinggi pula rasa hormat yang ditunjukkan.

Biasanya, bungkukan ringan sekitar 15 derajat digunakan untuk sapaan santai, seperti kepada teman atau rekan kerja setara. Untuk situasi formal, bungkukan bisa mencapai 30 derajat, sementara lebih dari 45 derajat dilakukan saat permintaan maaf atau penghormatan yang sangat besar.

Kebiasaan ini mencerminkan nilai dasar masyarakat Jepang yang dikenal disiplin dan menghargai keharmonisan sosial. Membungkuk menjadi cara menjaga hubungan agar tetap sopan, damai, dan bebas dari konflik, sejalan dengan prinsip “wa” atau harmoni sosial yang dipegang kuat oleh warga Jepang.

Selain itu, budaya membungkuk juga memperkuat etika profesionalisme di Jepang. Dalam dunia kerja, cara seseorang melakukan ojigi sering dianggap mencerminkan kepribadian dan sikap hormat terhadap rekan kerja maupun pelanggan.

Tak hanya orang dewasa, anak-anak di Jepang sudah diajarkan etika membungkuk sejak usia sekolah dasar. Mereka belajar bagaimana mengatur posisi tubuh, pandangan mata, hingga durasi bungkukan dengan tepat sesuai situasi.

Pemerintah dan lembaga pendidikan di Jepang terus menanamkan nilai ini sebagai bagian dari karakter nasional. Karena itu, siapa pun yang datang ke Jepang akan langsung merasakan budaya sopan santun yang melekat kuat di masyarakat.

Menariknya, kebiasaan membungkuk tidak hanya berlaku di ruang publik, tapi juga di dunia digital. Banyak orang Jepang tetap menulis pesan atau email dengan gaya bahasa sopan dan formal, seolah membawa nilai ojigi ke dalam komunikasi modern.

Budaya membungkuk menjadi bukti bahwa sopan santun dan rasa hormat tetap menjadi fondasi kuat dalam kehidupan masyarakat Jepang, bahkan di tengah perkembangan zaman yang serba cepat.

Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
download udemy paid course for free
download xiomi firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
free download udemy course
Tags: BudayaCobisnisjepangPebisnismudasopan santunTradisi Asia

Related Posts

Herdman Tak Bisa Mainkan Thom Haye dan Pattynama di FIFA Series 2026

Herdman Tak Bisa Mainkan Thom Haye dan Pattynama di FIFA Series 2026

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pelatih tim nasional Indonesia, John Herdman, dipastikan tidak bisa menurunkan dua pemain kunci pada ajang FIFA Series...

Purbaya Pastikan Dana Program Makan Bergizi Tetap Jalan dan Efektif

Utang 2025 Rp736,3 T, Purbaya Sebut Hampir Sentuh Target APBN

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kementerian Keuangan mencatat penarikan pembiayaan utang sebesar Rp 736,3 triliun sepanjang tahun 2025. Realisasi ini setara 94,9...

Insomnia Bikin Capek? Ahli Tidur Bilang Screen Time Masih Bisa Aman

Insomnia Bikin Capek? Ahli Tidur Bilang Screen Time Masih Bisa Aman

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Insomnia masih menjadi masalah umum yang dialami banyak orang, terutama di tengah rutinitas harian yang padat dan...

Telur Tiap Hari Selama Seminggu, Ini Dampaknya Menurut Ahli Gizi

Telur Tiap Hari Selama Seminggu, Ini Dampaknya Menurut Ahli Gizi

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Pandangan soal telur sebagai pemicu kolesterol tinggi perlahan berubah. Berbagai riset terbaru menunjukkan, telur justru bisa menjadi...

Terlalu Sering Konsumsi Gula, Otak Bisa Kena Efek Serius

Terlalu Sering Konsumsi Gula, Otak Bisa Kena Efek Serius

by M.Dhayfan Al-ghiffari
January 9, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Konsumsi makanan dan minuman manis yang tinggi gula disebut berpotensi merusak fungsi otak jika dilakukan terus-menerus. Kebiasaan...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Saham DADA Naik 35% di Awal Tahun, Pasar Nilai Ada Fase Kebangkitan Baru

Saham DADA Naik 35% di Awal Tahun, Pasar Nilai Ada Fase Kebangkitan Baru

January 9, 2026
Wilmar Dorong Akses Pendidikan Anak di Kawasan Perkebunan Sawit

Wilmar Dorong Akses Pendidikan Anak di Kawasan Perkebunan Sawit

January 9, 2026
Dorong UMKM dan Ekonomi Rakyat, Bank Mandiri Salurkan KUR Hampir Rp41 Triliun hingga Akhir 2025

Dorong UMKM dan Ekonomi Rakyat, Bank Mandiri Salurkan KUR Hampir Rp41 Triliun hingga Akhir 2025

January 9, 2026
Raih Penghargaan IMHA, DADA Tbk Tegaskan Komitmen pada Kualitas dan Nilai Investasi

Raih Penghargaan IMHA, DADA Tbk Tegaskan Komitmen pada Kualitas dan Nilai Investasi

January 9, 2026
Ofero Perkenalkan Stareer 5 Lit, Flagship Sepeda Listrik Jarak Jauh Berbasis Lithium

Ofero Perkenalkan Stareer 5 Lit, Flagship Sepeda Listrik Jarak Jauh Berbasis Lithium

January 9, 2026
Herdman Tak Bisa Mainkan Thom Haye dan Pattynama di FIFA Series 2026

Herdman Tak Bisa Mainkan Thom Haye dan Pattynama di FIFA Series 2026

January 9, 2026
Purbaya Pastikan Dana Program Makan Bergizi Tetap Jalan dan Efektif

Utang 2025 Rp736,3 T, Purbaya Sebut Hampir Sentuh Target APBN

January 9, 2026
Insomnia Bikin Capek? Ahli Tidur Bilang Screen Time Masih Bisa Aman

Insomnia Bikin Capek? Ahli Tidur Bilang Screen Time Masih Bisa Aman

January 9, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved