• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, September 28, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Teknologi

AI Mengubah Pendidikan China, Sejumlah Jurusan Kuliah Mulai Ditata Ulang

M.Dhayfan Al-ghiffari by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 28, 2026
in Teknologi
0
AI Mengubah Pendidikan China, Sejumlah Jurusan Kuliah Mulai Ditata Ulang

JAKARTA, Cobisnis.com – Sejumlah universitas di China mulai menghapus atau menghentikan penerimaan mahasiswa baru di beberapa jurusan. Langkah ini dilakukan seiring perkembangan kecerdasan buatan atau AI dan perubahan kebutuhan dunia kerja.

Pemerintah China mendorong perguruan tinggi mengarahkan mahasiswa ke bidang yang dianggap penting untuk prospek nasional. Beberapa bidang yang mendapat perhatian antara lain chip, robotika, dan AI.

Central Academy of Fine Arts menjadi salah satu kampus yang melakukan perubahan tersebut. Beberapa program studi seperti ilustrasi, fotografi, penerjemahan, dan tata busana mulai dihapus karena dinilai semakin terdampak perkembangan AI.

Perubahan juga terjadi karena jumlah lulusan sarjana di China terus meningkat. Kondisi tersebut membuat sebagian lulusan menghadapi tantangan dalam mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan pendidikan mereka.

Sepanjang 2021 hingga 2025, sejumlah kampus di China menutup atau menunda sekitar 12.200 program studi. Pada periode yang sama, sekitar 10.200 program baru diluncurkan untuk menyesuaikan kebutuhan pendidikan dengan perkembangan ekonomi.

Restrukturisasi tersebut disebut memengaruhi setidaknya 30% dari total program studi di China. Bidang yang mengalami pengurangan cukup besar meliputi seni, humaniora, manajemen, dan bahasa.

University of Shanghai for Science and Technology juga menghentikan penerimaan mahasiswa baru untuk jurusan Desain Produk. Salah satu alumninya menilai perkembangan AI membuat sejumlah pekerjaan utama di bidang tersebut, seperti pemodelan dan rendering, semakin mudah dilakukan dengan teknologi.

Pengurangan juga terjadi pada program studi bahasa. Sebuah survei terhadap 70 kampus menemukan pengurangan lima jurusan penerjemahan, delapan jurusan bahasa Jepang, dan lima jurusan bahasa Jerman.

Lulusan penerjemahan bahasa Inggris Alex Shi menilai perubahan tersebut perlu mempertimbangkan kemampuan manusia yang tidak hanya berkaitan dengan penerjemahan kata. Menurutnya, komunikasi, pemikiran kritis, dan karakter personal tetap memiliki peran dalam pekerjaan penerjemahan.

Perubahan serupa terjadi di Communication University of China. Lima program studi, termasuk sinematografi, desain komunikasi visual, komik, dan fotografi, dilaporkan telah ditutup.

Pejabat universitas tersebut, Liao Xiangzhong, menjelaskan fotografi tradisional dinilai tidak lagi dapat berdiri sebagai disiplin ilmu yang sepenuhnya terpisah. Namun, sejumlah jurusan tidak benar benar hilang dan dapat digabungkan dengan bidang lain, seperti fotografi yang dilebur ke dalam program film dan televisi.

Di tengah penghapusan sejumlah jurusan, kampus China juga membuka bidang baru yang berkaitan dengan AI. Salah satunya adalah prompt engineer, animator AI, serta program yang menggabungkan kemampuan manusia dengan sistem AI.

Beberapa kampus juga membuka program seperti embodied intelligence, seni pencitraan cerdas, teknik audiovisual cerdas, serta teknik cerdas dan desain kreatif. Model pendidikan hibrida juga mulai diterapkan dengan menggabungkan pembelajaran seni dan pelatihan AI.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa perguruan tinggi di China mulai menyesuaikan pendidikan dengan perubahan kebutuhan perusahaan. Lulusan di bidang penerjemahan, desain, fotografi, dan produksi film juga semakin dituntut memiliki kemampuan teknis untuk bekerja berdampingan dengan sistem otomatis.

Namun, perubahan jurusan dinilai belum menjadi solusi jangka panjang. Peneliti senior National Institute of Education Sciences, Chu Zhahoui, mengatakan sistem pendidikan tinggi membutuhkan perubahan yang lebih mendalam agar dapat mengikuti perkembangan teknologi.

Chu menilai sejumlah jurusan yang kini dihapus sebenarnya baru dibuka beberapa tahun sebelumnya. Menurutnya, perguruan tinggi sebaiknya memiliki sistem yang lebih fleksibel sehingga mahasiswa dapat memilih mata kuliah sesuai minat, kemampuan, dan rencana karier mereka.

Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes
Download Nulled WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
download xiomi firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
ZG93bmxvYWQgbHluZGEgY291cnNlIGZyZWU=
Tags: AIdunia kerjajurusan kuliahKecerdasan buatanPendidikan China

Related Posts

Alexandr Wang Bawa Gebrakan AI, Nilai Pasar Meta Naik Rp4.191 Triliun

Alexandr Wang Bawa Gebrakan AI, Nilai Pasar Meta Naik Rp4.191 Triliun

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 28, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Investasi besar Meta di perusahaan AI Scale AI mulai mendapat perhatian pasar setelah produk AI baru perusahaan...

Pemimpin Dunia Soroti Pengamanan AI di PBB

Pemimpin Dunia Soroti Pengamanan AI di PBB

by Desti Dwi Natasya
September 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kecerdasan buatan atau AI menjadi salah satu isu yang dibahas para pemimpin dunia dalam Debat Umum sesi...

Meta Siapkan Muse Charm, AI Mini yang Bisa Diakses Tanpa Buka Ponsel

Meta Siapkan Muse Charm, AI Mini yang Bisa Diakses Tanpa Buka Ponsel

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Meta memperkenalkan Muse Charm, perangkat kecerdasan buatan atau AI berukuran kecil yang dirancang menyerupai Tamagotchi. Perangkat ini...

Garudayaksa FC Rekrut Azizu dan Tristan

Guterres Serukan Pengelolaan Risiko AI Global

by Desti Dwi Natasya
September 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyerukan penguatan langkah untuk mengelola risiko kecerdasan buatan (AI), termasuk melalui pembentukan...

Terpujilah GURU 2026, Telkomsel Dorong Guru Manfaatkan AI di Ruang Kelas

Terpujilah GURU 2026, Telkomsel Dorong Guru Manfaatkan AI di Ruang Kelas

by M.Dhayfan Al-ghiffari
September 24, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Ribuan guru mulai mendapatkan pelatihan untuk memanfaatkan kecerdasan buatan atau AI dalam kegiatan belajar mengajar. Program tersebut...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Garuda Indonesia Masuk 10 Besar Kru Kabin Terbaik Dunia 2026

Garuda Indonesia Masuk 10 Besar Kru Kabin Terbaik Dunia 2026

September 27, 2026
Gajah Afrika Gunakan Tanaman untuk Obati Diri

Gajah Afrika Gunakan Tanaman untuk Obati Diri

September 27, 2026
IFG dan Jamkrindo Berkolaborasi Hidupkan Budaya dan Dorong UMKM Naik Kelas

IFG dan Jamkrindo Berkolaborasi Hidupkan Budaya dan Dorong UMKM Naik Kelas

September 27, 2026
Heboh Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Rieke Minta Audit

Heboh Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Rieke Minta Audit

September 27, 2026
Saham Dell Melonjak, Kekayaan Michael Dell Naik US$11 Miliar

Saham Dell Melonjak, Kekayaan Michael Dell Naik US$11 Miliar

September 28, 2026
Pemuda Tewas Diduga Kena Peluru, 5 Polisi Diperiksa

Pemuda Tewas Diduga Kena Peluru, 5 Polisi Diperiksa

September 28, 2026
Auto Draft

Avengers: Endgame Encore Raup US$26 Juta di Box Office

September 28, 2026
Trump Tolak Tawaran Damai Iran, Harga Minyak Brent Naik 2%

Trump Tolak Tawaran Damai Iran, Harga Minyak Brent Naik 2%

September 28, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved