• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Monday, October 26, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Ekonomi Bisnis

Ahli Prancis Bongkar Resep Jitu Agar Sawit Berkelanjutan dan Inklusif

Iwan Supriyatna by Iwan Supriyatna
November 14, 2025
in Ekonomi Bisnis
0
Kebun sawit Astra Agro.

PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro) senantiasa memperkuat proses dan tahapan transformasi menuju industri kelapa sawit modern serta berkelanjutan.

NUSA DUA, Cobisnis.com – Minyak kelapa sawit terbukti menjadi minyak nabati paling efisien di dunia, berkontribusi hingga 35 persen terhadap total pasokan minyak nabati global meski hanya memanfaatkan kurang dari 10 persen total lahan pertanian minyak nabati.

Hal itu disampaikan oleh Alain Rival, Senior Project Manager dari lembaga riset asal Prancis, CIRAD (Centre de coopération internationale en recherche agronomique pour le développement).

Rival menjelaskan, untuk menghasilkan satu ton minyak kelapa sawit, hanya dibutuhkan 0,26 hektare lahan, jauh lebih efisien dibandingkan tanaman penghasil minyak lain seperti rapeseed (1,25 hektare), bunga matahari (1,43 hektare), dan kedelai (2 hektare).

“Efisiensi lahan inilah yang membuat minyak sawit tetap menjadi komoditas strategis dalam pangan dan energi global,” ujar Rival di gelaran IPOC 2025 yang diselenggarakan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kamis (13/11/2025)..

Meski efisien, perkembangan industri sawit juga menghadirkan tantangan lingkungan.

Sejak tahun 2000 hingga 2020, luas perkebunan sawit meningkat dua kali lipat dari 13,9 juta hektare menjadi 28,4 juta hektare. Pertumbuhan ini, menurut Rival, menuntut adanya transformasi teknologi dan digitalisasi untuk menjaga keberlanjutan produksi.

“Teknologi digital seperti drone, Internet of Things (IoT), dan kecerdasan buatan (AI) dapat meningkatkan efisiensi, mengurangi kerugian panen, dan memperkuat sistem pemantauan rantai pasok,” jelasnya.

Namun, Rival mengungkapkan bahwa baru sekitar 25 persen petani kecil terutama perempuan dan petani di pedesaan yang memanfaatkan teknologi digital karena terbatasnya konektivitas, biaya tinggi, dan rendahnya literasi digital.

Selain tantangan teknologi, industri sawit juga menghadapi fluktuasi harga dan ketidakpastian pasar. Rival menyebut tiga faktor utama penyebabnya:

1. Kebijakan biodiesel yang menyerap produksi sawit domestik,

2. Dampak cuaca ekstrem seperti El Niño yang menurunkan hasil panen, dan

3. Fluktuasi nilai tukar yang memengaruhi daya saing ekspor.

Dari sisi keberlanjutan, baru 17 persen perkebunan sawit petani yang bersertifikat, menunjukkan bahwa akses terhadap standar keberlanjutan masih rendah.

Rival juga menyoroti ketimpangan gender, di mana kepemilikan lahan oleh perempuan masih di bawah 15 persen, serta kondisi tenaga kerja migran yang belum terlindungi dengan baik.

Sementara itu, rantai pasok sawit yang kompleks turut menjadi tantangan besar. Lebih dari 2.000 pabrik di Indonesia mengumpulkan hasil dari petani kecil, menyebabkan pencampuran tandan buah segar (TBS) dan tingginya biaya sertifikasi.

Rival menjelaskan, biaya pengurusan standar keberlanjutan bisa mencapai:

USD 8–10 per ton untuk perkebunan besar,

USD 15–20 per ton untuk perkebunan menengah,

USD 30–40 per ton bagi petani kecil.

Namun, minyak sawit bersertifikat memperoleh premi harga 3–8 persen, yang secara langsung meningkatkan keuntungan produsen. Jika disertai penguatan koperasi petani kecil yang inklusif, pendapatan petani bisa naik 15–20 persen.

“Keberlanjutan tidak hanya tentang lingkungan, tapi juga tentang keadilan sosial dan ekonomi bagi petani kecil, terutama perempuan,” tegas Rival.

Menurutnya, dukungan digitalisasi dan pembentukan koperasi modern akan menjadi fondasi penting bagi masa depan industri sawit yang efisien, transparan, dan inklusif.

Download Premium WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
udemy free download
download lenevo firmware
Download Nulled WordPress Themes
free download udemy course
Tags: CIRADcobisnis.comGAPKIIPOC 2025PrancisSawit

Related Posts

Bukan Cuma Pikiran, Ini 6 Gejala Fisik Saat Kamu Cemas

Bukan Cuma Pikiran, Ini 6 Gejala Fisik Saat Kamu Cemas

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Kecemasan dapat muncul dalam berbagai situasi, mulai dari menghadapi ujian hingga menunggu kabar yang penting. Meski wajar...

Monako Ungguli Puluhan Destinasi, Jadi Negara Terbaik untuk Ditinggali pada 2026

Monako Ungguli Puluhan Destinasi, Jadi Negara Terbaik untuk Ditinggali pada 2026

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Monako dinobatkan sebagai tempat tinggal terbaik di dunia pada 2026 berdasarkan Nomad Lifestyle Index yang dirilis Nomad...

Eropa Memanas, Enam Negara Diguncang Gelombang Demonstrasi

Eropa Memanas, Enam Negara Diguncang Gelombang Demonstrasi

by M.Dhayfan Al-ghiffari
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Gelombang aksi protes terjadi di sejumlah kota Eropa pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Demonstrasi berlangsung di Prancis,...

Diakui Dunia, Indonesia Jadi Negara Paling Ramah Keempat pada 2026

Diakui Dunia, Indonesia Jadi Negara Paling Ramah Keempat pada 2026

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Indonesia berhasil menempati peringkat keempat sebagai negara paling ramah di dunia pada 2026 berdasarkan Readers' Choice Awards...

Daftar 10 Negara Penghasil Emas Terbanyak pada 2026, RI Masuk?

Daftar 10 Negara Penghasil Emas Terbanyak pada 2026, RI Masuk?

by Hidayat Taufik
October 25, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com - Produksi emas dunia masih didominasi sejumlah negara dengan industri pertambangan berskala besar. Berdasarkan data Mineral Commodity Summaries...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Auto Draft

HUT ke-21 Dihadiri 11.300 Anggota, Ling Tien Kung Perkuat Ekspansi

October 25, 2026
Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Bakom Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah Jaga Kepercayaan Publik

October 25, 2026
Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

October 25, 2026
Mayapada Neuro Connect 2026 Perkuat Penanganan Saraf dan Otak

Bakom Dorong Komunikasi Pemerintah yang Lebih Banyak Mendengar

October 25, 2026
Riyadh Memanas! Saudi Klaim Berhasil Cegat Rudal Balistik Houthi

Riyadh Memanas! Saudi Klaim Berhasil Cegat Rudal Balistik Houthi

October 25, 2026
Bukan Cuma Pikiran, Ini 6 Gejala Fisik Saat Kamu Cemas

Bukan Cuma Pikiran, Ini 6 Gejala Fisik Saat Kamu Cemas

October 25, 2026
Singkong Lampung Naik Kelas, Harga Tembus Rp3.000 per Kg

Singkong Lampung Naik Kelas, Harga Tembus Rp3.000 per Kg

October 25, 2026
Nataru Belum Tiba, Harga Cabai Sudah Tembus Rp102 Ribu per Kg

Nataru Belum Tiba, Harga Cabai Sudah Tembus Rp102 Ribu per Kg

October 25, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved