JAKARTA, Cobisnis.com – Saham perusahaan pemeringkat dan pengelola indeks global melemah di Bursa Saham New York (NYSE) pada Selasa (10/2). Moody’s Corp. (MCO) turun 6,79 persen setelah menurunkan outlook peringkat Indonesia dari stabil ke negatif.
Saham MSCI Inc. (MSCI) melemah 7,82 persen, terkait penundaan rebalancing saham di Bursa Efek Indonesia dan peluang penurunan peringkat Indonesia dari Emerging Market ke Frontier Market.
Penurunan saham ini terjadi setelah S&P Global Inc. merilis proyeksi laba tahun 2026 yang lebih rendah dari ekspektasi analis. Laba per saham diproyeksikan US$19,40–19,65, lebih rendah dari konsensus Bloomberg sebesar US$20.
Brian Finneran dari Truist Securities mengatakan saham-saham ini memasuki periode laporan keuangan dengan sentimen yang relatif positif, meski lini bisnis market intelligence S&P Global mencatat pendapatan lebih rendah dari estimasi.
Saham S&P Global (SPGI) turun 9,71 persen pada perdagangan Selasa, memperluas tekanan di sektor perusahaan penyedia data dan intelijen pasar global.
Sejak awal tahun, harga saham S&P Global telah turun 21,76 persen, MSCI melemah 8,77 persen, dan Moody’s turun 16,04 persen. Aksi jual ini menunjukkan kekhawatiran investor terhadap prospek pertumbuhan dan valuasi sektor.
Perusahaan pemeringkat dan intelijen pasar juga menghadapi perubahan tren industri, termasuk peralihan ke penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam analisis data.
CEO S&P Global, Martina Cheung, menyatakan perusahaan tetap melihat AI sebagai potensi dorongan kinerja di masa depan, meski tekanan jangka pendek masih terlihat.
Investor di sektor ini diharapkan memantau laporan kuartalan berikutnya, sekaligus menilai kemampuan perusahaan untuk mempertahankan daya tahan di tengah volatilitas pasar global.
Sektor pemeringkat dan pengelola indeks global kini menjadi sorotan karena sensitivitasnya terhadap laporan kinerja dan proyeksi, menuntut kehati-hatian investor dalam mengelola portofolio.












