JAKARTA, Cobisnis.com – Pasar aset kripto dibuka melemah pada perdagangan Selasa (10/2/2026) pagi. Harga Bitcoin (BTC) terkoreksi sekitar 1% di tengah tekanan global, meski masih bertahan di atas level psikologis US$70.000.
Data CoinMarketCap mencatat kapitalisasi pasar kripto global turun 0,9% menjadi sekitar US$2,4 triliun pada pukul 06.25 WIB. Koreksi ini mencerminkan sikap hati-hati investor menjelang rilis data ekonomi Amerika Serikat.
Harga Bitcoin tercatat turun 1,32% ke level US$70.335 per koin, atau setara Rp1,18 miliar dengan asumsi kurs Rp16.803. Penurunan ini terjadi setelah volatilitas tajam yang mengguncang pasar pekan lalu.
Tekanan juga terlihat pada aset kripto utama lainnya. Indeks CoinDesk 20 melemah 1,05%, dengan Binance Coin turun 1,19%, Solana tergelincir 0,78%, dan Dogecoin terpangkas 1,09%.
Ethereum cenderung bergerak datar dengan koreksi tipis 0,07% ke US$2.110, sementara XRP melemah 0,1% ke level US$1,44. Kondisi ini menandakan pasar masih mencari arah yang jelas.
Menurut CoinTelegraph, pemegang bitcoin jangka panjang melepas sekitar 245.000 BTC saat harga sempat jatuh di bawah US$60.000 pekan lalu. Namun, aksi beli saat harga turun mulai bermunculan.
Bitcoin kini kembali diperdagangkan di atas US$70.000 setelah anjlok hampir US$10.000 dalam satu hari pada Jumat (6/2/2026). Pelaku pasar menilai fase tersebut sebagai guncangan ekstrem jangka pendek.
Data on-chain menunjukkan pemangkasan eksposur oleh investor lama terjadi dengan laju tercepat sejak Desember 2024. Meski begitu, total pasokan BTC yang dipegang investor jangka panjang justru meningkat sepanjang 2026.
Glassnode mencatat distribusi bersih LTH mencapai 245.000 BTC dalam 30 hari terakhir. Pola serupa pernah muncul pada fase koreksi 2019 dan 2021 yang diikuti konsolidasi harga.
Sementara itu, data CryptoQuant menunjukkan pasokan BTC milik LTH naik dari 13,63 juta menjadi 13,81 juta BTC. Fenomena ini mengindikasikan reposisi portofolio dan akumulasi bertahap di harga diskon.
Dari sisi makro, pasar menunggu rilis data inflasi AS Januari. CME FedWatch menunjukkan probabilitas 82,2% The Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan Maret, menjaga tekanan pada aset berisiko.
Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun bertahan di sekitar 4,22%, sementara indeks dolar AS bergerak di bawah level 97. Kombinasi yield tinggi dan kebijakan ketat masih menjadi tantangan bagi reli kripto.













