JAKARTA, Cobisnis.com – Warga Puerto Riko menyambut dengan penuh antusias dan kebanggaan penampilan Bad Bunny di panggung Super Bowl akhir pekan ini. Musisi global asal Puerto Riko tersebut akan mencetak sejarah sebagai artis berbahasa Spanyol pertama yang menjadi bintang utama pertunjukan paruh waktu Super Bowl.
Bagi banyak orang Puerto Riko, momen ini bukan sekadar hiburan, melainkan simbol representasi budaya dan identitas. RaiNao, penyanyi yang pernah berkolaborasi dengan Bad Bunny, mengatakan bahwa penampilan ini membawa rasa bangga yang besar. Menurutnya, Bad Bunny tampil dengan bahasa, slang, dan musik yang benar-benar mewakili mereka.
Di tengah dukungan luas, penampilan ini juga menuai kritik dari kelompok konservatif di Amerika Serikat, termasuk Presiden Donald Trump. Namun, dukungan dari penggemar Bad Bunny dan komunitas Latin justru terdengar lebih lantang, terlebih setelah sang musisi menyapu bersih berbagai penghargaan di Grammy Awards pekan lalu.
Bad Bunny memenangkan kategori best global music performance, best música urbana album, serta mencatat sejarah sebagai artis berbahasa Spanyol pertama yang meraih album of the year lewat albumnya “DeBÍ TiRAR MáS FOToS.” Ia juga menuai pujian karena secara terbuka mengkritik kebijakan anti-imigrasi pemerintahan Trump dengan pernyataan emosional bertajuk “ICE out.”
Sejak awal kariernya, Bad Bunny telah berkomitmen untuk hanya bernyanyi dalam bahasa Spanyol. Dalam wawancara dengan Vanity Fair pada 2023, ia menegaskan tidak akan bernyanyi dalam bahasa Inggris hanya demi menjangkau audiens tertentu. Hingga kini, tujuh album studio telah ia rilis tanpa satu pun lagu penuh berbahasa Inggris.
Penampilan Bad Bunny di Super Bowl kali ini bukanlah yang pertama. Pada 2020, ia sempat tampil bersama Jennifer Lopez dan Shakira dalam pertunjukan yang sarat pesan politik terkait kebijakan imigrasi Amerika Serikat. Kini, ia kembali hadir dengan panggung yang sepenuhnya miliknya.
Meski mendapat kritik dari sejumlah tokoh politik, termasuk Ketua DPR AS Mike Johnson, Bad Bunny menanggapinya dengan santai. Bahkan, dalam acara Saturday Night Live, ia bercanda dengan mengatakan bahwa penonton yang tidak bisa berbahasa Spanyol masih punya waktu beberapa bulan untuk mempelajarinya.
Banyak pengguna TikTok pun ikut tantangan tersebut, dengan mencoba menyempurnakan pelafalan bahasa Spanyol agar bisa bernyanyi bersama saat Super Bowl berlangsung. Akademisi menilai bahasa bukanlah penghalang utama dalam menikmati musik Bad Bunny, karena kekuatan musikalitas, visual, dan pesan yang ia sampaikan mampu melampaui batas bahasa.
Penampilan paruh waktu Super Bowl ini juga menjadi penampilan besar pertama Bad Bunny di hadapan penonton luas di daratan utama Amerika Serikat sejak tur 2022. Ia sebelumnya mengaku tidak membawa tur 2025–2026 ke wilayah tersebut karena kekhawatiran akan razia imigrasi oleh ICE.
Para pengamat budaya menilai Bad Bunny sebagai simbol perlawanan dan penolakan terhadap arus dominan, sebuah sikap yang tampaknya akan terus ia pertahankan dalam karya dan penampilannya ke depan.













