JAKARTA, Cobisnis.com – Beberapa peserta BPJS Kesehatan penerima bantuan iuran (PBI) ramai mengeluhkan status kepesertaannya tiba-tiba nonaktif. Akibatnya, mereka tidak bisa menggunakan kartu BPJS untuk berobat. Isu pun beredar di media sosial bahwa hal ini terjadi karena anggaran BPJS dialihkan ke program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Narasi tersebut muncul di berbagai unggahan, salah satunya menyebut, “Demi MBG Makan Bergizi Gratis Banyak BPJS yang dinonaktifkan.” Namun, pihak BPJS menegaskan tidak ada kaitan antara penonaktifan PBI dengan anggaran MBG.
Penyesuaian peserta PBI dilakukan berdasarkan keputusan resmi pemerintah yang berlaku mulai awal Februari 2026. Beberapa peserta nonaktif digantikan dengan peserta baru, tapi total jumlah peserta PBI tetap sama seperti bulan sebelumnya. Langkah ini bagian dari pembaruan data rutin agar bantuan tepat sasaran.
Peserta PBI yang nonaktif masih bisa mengaktifkan kembali status kepesertaannya. Syaratnya antara lain termasuk kategori masyarakat miskin atau rentan miskin yang terverifikasi, atau peserta dengan kondisi kesehatan kritis atau penyakit kronis.
Untuk mengaktifkan kembali PBI, peserta bisa melapor ke Dinas Sosial setempat dengan membawa Surat Keterangan Membutuhkan Layanan Kesehatan. Dinas Kesehatan kemudian akan mengusulkan peserta ke pemerintah pusat untuk proses verifikasi sebelum status PBI diaktifkan kembali.
BPJS menyediakan berbagai cara untuk mengecek status kepesertaan JKN, termasuk melalui layanan WhatsApp PANDAWA, Care Center 165, aplikasi Mobile JKN, atau langsung ke kantor BPJS terdekat.
Penyesuaian ini dilakukan rutin sebagai bagian dari prosedur administrasi. Tujuannya memastikan bantuan PBI tepat sasaran dan peserta yang berhak tercatat dengan benar. Proses ini sama sekali tidak terkait alokasi anggaran untuk program lain seperti MBG.
Masyarakat diimbau agar tetap menggunakan jalur resmi untuk informasi dan pengaduan, dan tidak langsung percaya pada narasi yang belum diverifikasi di media sosial.













