JAKARTA, Cobisnis.com – Ketua Majelis Wali Amanat Universitas Syiah Kuala (USK), Dr. Safrizal ZA, mempertemukan Rektor USK Prof. Marwan dan Rektor USK Terpilih Prof. Mirza Tabrani dalam sebuah momen simbolik kebersamaan di UPT Hewan Coba dan Kewirausahaan Veteriner/Rumah Sakit Hewan Pendidikan, Jalan Inong Balee, Darussalam, Banda Aceh.
Dalam kesempatan tersebut, Safrizal berdiri di tengah, diapit oleh Prof. Marwan di sebelah kanan dan Prof. Mirza Tabrani di sebelah kiri. Jabat tangan antara Rektor USK dan Rektor Terpilih berlangsung erat dan penuh makna pada Rabu (4/2/2026), disaksikan oleh para undangan yang hadir.
Safrizal menjelaskan, dirinya diundang dalam kegiatan meuramin veteriner sebagai ajang silaturahmi di lingkungan Fakultas Kedokteran Hewan USK menjelang dimulainya perkuliahan baru serta memasuki bulan Ramadhan. Pada momen tersebut, ia secara spontan mengajak kedua tokoh pendidikan itu untuk bersatu sebagai simbol komitmen bersama dalam memajukan pendidikan di Aceh.
“Saya mengajak kedua pimpinan ini untuk satukan tangan sebagai simbol kebersamaan dan sinergi demi kemajuan pendidikan Aceh,” ujar Safrizal di Banda Aceh.
Safrizal yang juga menjabat sebagai Kepala Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Wilayah Aceh menyampaikan bahwa peran perguruan tinggi sangat penting dalam mempercepat pemulihan pascabencana banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah Sumatera, khususnya Aceh.
Ia mengapresiasi kontribusi kalangan kampus yang telah mengerahkan berbagai sumber daya, termasuk keterlibatan mahasiswa, dalam penanganan bencana di Aceh. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi sangat dibutuhkan dalam berbagai kondisi.
Lebih lanjut, Safrizal yang juga Direktur Jenderal Bina Administrasi Wilayah Kementerian Dalam Negeri menuturkan bahwa dirinya mendapat penugasan langsung dari Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk mempercepat proses pemulihan pascabencana di Aceh. Sejak ditugaskan pada 27 November 2025, Safrizal mengaku akan lebih sering berada di Aceh guna memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan optimal.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan dukungan agar pemulihan Aceh dapat berlangsung lebih cepat, mengingat tingkat dampak bencana di Aceh dinilai lebih parah dibandingkan provinsi lain di Sumatera.













