JAKARTA, Cobisnis.com – Aksi seluncur es bertema Minions milik atlet Spanyol Tomàs-Llorenç Guarino Sabaté terancam batal tampil di Olimpiade Musim Dingin 2026 Milan akibat persoalan lisensi musik yang muncul di saat-saat terakhir. Meski begitu, peluang Minions “menguasai” Milan belum sepenuhnya tertutup.
Pelatih Sabaté, Edoardo De Bernardis, mengatakan sang atlet kemungkinan masih bisa menampilkan program bertema karakter animasi ikonik tersebut, namun masih harus melewati sejumlah rintangan hukum terkait hak cipta. Hingga kini, Sabaté masih menunggu kepastian izin penggunaan seluruh musik dalam medley yang mengiringi penampilannya, termasuk lagu-lagu dari film “Despicable Me”.
Sepanjang musim seluncur es 2025–2026, Sabaté telah tampil dengan kostum dan koreografi Minions. Namun pada Senin lalu, ia baru mengetahui bahwa musik yang digunakannya belum sepenuhnya mendapat izin untuk dipentaskan di Olimpiade. Padahal, musik tersebut sudah didaftarkan berbulan-bulan sebelumnya melalui sistem International Skating Union (ISU).
Ia berencana meluncur di atas es dengan medley yang mencakup versi Minions dari fanfare Universal Pictures serta lagu Pharrell Williams yang muncul dalam “Despicable Me 3”. Setelah muncul reaksi publik yang luas, sebagian lagu akhirnya mendapat izin, tetapi beberapa lainnya masih bermasalah. Dengan kompetisi seluncur es dimulai pada Jumat, waktu Sabaté semakin sempit.
“Dia sangat khawatir. Tidak ada waktu untuk menciptakan program baru yang kuat,” ujar De Bernardis. Ia menambahkan bahwa Sabaté bahkan baru menerima jawaban yang jelas soal izin musik hanya tiga hari sebelum keberangkatan ke Milan. Selain musik, pemegang hak cipta juga disebut mempermasalahkan konsep kostum Minions yang dikenakan Sabaté.
Masalah hak cipta ini bukan hal sepele di dunia seluncur es. Sejak gugatan hukum pada Olimpiade 2022 terkait penggunaan lagu tanpa izin, aturan menjadi jauh lebih ketat. Banyak atlet kini memilih mengganti musik mereka demi menghindari risiko hukum, termasuk atlet Amerika Serikat Alysa Liu dan pasangan penari es Kanada Marie-Jade Lauriault dan Romain Le Gac.
Pakar hukum hak cipta musik Lauren Wilson menjelaskan bahwa kasus Sabaté sangat kompleks karena melibatkan banyak lagu, versi cover, hingga remix yang masing-masing bisa dimiliki oleh beberapa pemegang hak cipta. Setiap lagu membutuhkan izin terpisah untuk komposisi musik dan rekaman suara, ditambah izin dari pihak penyelenggara.
Sementara itu, platform ClicknClear yang digunakan ISU untuk perizinan musik disebut membantu Sabaté mendapatkan persetujuan tambahan dalam beberapa hari terakhir. Namun, hingga kini belum ada kepastian final apakah seluruh medley Minions bisa digunakan di Olimpiade.
Sebagai langkah antisipasi, Sabaté juga berlatih program alternatif yang lebih singkat dengan musik dari film “Saturday Night Fever”, jika pada akhirnya izin penuh untuk Minions tidak didapatkan.













