JAKARTA, Cobisnis.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Jeffrey Hendrik sebagai Pejabat Sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia. Penunjukan ini dilakukan di tengah masa transisi kepemimpinan bursa.
Pernyataan tersebut disampaikan Purbaya usai rapat bersama di Wisma Danantara, Sabtu malam. Ia mengonfirmasi bahwa Jeffrey akan menjalankan tugas sebagai pucuk pimpinan BEI sementara waktu.
“Iya, Jeffrey Plt Dirut BEI,” ujar Purbaya singkat kepada awak media. Ia menegaskan posisi tersebut berlaku efektif untuk menjaga kesinambungan operasional bursa.
Jeffrey Hendrik sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pengembangan BEI. Posisi tersebut ia emban berdasarkan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 29 Juni 2022.
Penunjukan Pjs Dirut ini menjadi sorotan karena berdekatan dengan agenda penting BEI bersama Morgan Stanley Capital International atau MSCI. Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Senin mendatang.
Purbaya menegaskan bahwa Jeffrey akan hadir langsung dalam pertemuan itu. Ia menyebut Jeffrey akan datang bersama jajaran manajemen BEI untuk berdialog dengan MSCI.
“Dia sama timnya,” imbuh Purbaya. Pertemuan ini dinilai krusial di tengah perhatian investor global terhadap stabilitas dan tata kelola pasar modal Indonesia.
Pernyataan serupa juga disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Menurut Airlangga, figur yang terlihat memimpin BEI saat ini adalah Jeffrey Hendrik.
“Yang kelihatan itu Jeffrey Plt Dirut BEI,” kata Airlangga saat dikonfirmasi. Ia menegaskan proses transisi berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.
Sementara itu, Jeffrey Hendrik menyebut penunjukannya sebagai Pjs Dirut merupakan tindak lanjut dari proses internal perusahaan. Keputusan tersebut diambil setelah direksi menggelar rapat dan mendapat persetujuan Dewan Komisaris.
Jeffrey memastikan masa transisi tidak akan mengganggu kinerja bursa. Operasional BEI, termasuk proses pengambilan keputusan manajemen, disebut akan tetap berjalan normal.
Ia juga menegaskan komitmen manajemen untuk memperkuat daya saing pasar modal nasional. Fokus tidak hanya pada nilai transaksi dan kapitalisasi, tetapi juga kualitas tata kelola dan transparansi.
BEI, lanjut Jeffrey, telah berkomunikasi dengan sejumlah penyedia indeks global. Masukan dari indeks provider akan segera ditindaklanjuti demi menjaga kepercayaan investor domestik maupun global.














