JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah akan mengevaluasi dampak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terhadap perkembangan siswa setelah program berjalan selama satu tahun penuh.
Evaluasi ini dilakukan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai bagian dari pengukuran efektivitas program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang diluncurkan sejak Januari 2025.
Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan bahwa indikator keberhasilan MBG tidak hanya diukur dari pertumbuhan fisik, tetapi juga perkembangan fungsi otak anak.
Pertumbuhan fisik akan dilihat melalui data tinggi dan berat badan, sementara perkembangan otak berpotensi diukur menggunakan tes kecerdasan seperti IQ.
Menurut Dadan, pengukuran tersebut akan melibatkan lembaga independen agar hasil evaluasi bersifat objektif dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Ia mencontohkan pengalaman Jepang, di mana perbaikan kualitas gizi anak sekolah berdampak nyata pada peningkatan tinggi badan dan kualitas generasi dari waktu ke waktu.
Dadan meyakini Indonesia berpeluang mengalami efek serupa apabila program MBG dijalankan secara konsisten dan tepat sasaran.
Rencana evaluasi ini juga sejalan dengan pernyataan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan yang menekankan pentingnya pembandingan kondisi anak sebelum dan sesudah menerima MBG.
Menurutnya, pengukuran berbasis data menjadi kunci untuk memastikan program ini benar-benar memberi dampak jangka panjang bagi kualitas sumber daya manusia.
Hingga awal 2026, program MBG telah menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat di berbagai daerah.
Pemerintah menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 82,9 juta penerima manfaat sepanjang tahun 2026.














