JAKARTA, Cobisnis.com – Pengunduran diri Iman Rachman dari jabatan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) menarik perhatian luas pelaku pasar. Keputusan tersebut diumumkan pada Jumat, 30 Januari 2026, saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan berat selama dua hari perdagangan berturut-turut.
Iman menyatakan bahwa langkah mundur yang diambilnya merupakan bentuk tanggung jawab atas kondisi pasar modal yang sedang bergejolak. Tekanan tersebut dipicu oleh kombinasi sentimen global serta aksi jual besar-besaran yang berdampak signifikan terhadap pergerakan IHSG.
Sebelum menjabat sebagai Direktur Utama BEI periode 2022–2026, Iman Rachman dikenal memiliki rekam jejak panjang di dunia keuangan dan pasar modal. Ia lahir di Jakarta pada 31 Mei 1972 dan menyelesaikan pendidikan sarjana di Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran pada 1995. Pendidikan pascasarjana ditempuhnya di Leeds University Business School, Inggris, dengan meraih gelar Master of Business Administration (MBA) bidang keuangan pada 1997.
Karier profesionalnya dimulai di PT Danareksa Sekuritas pada 1998 sebagai manajer. Selanjutnya, Iman bergabung dengan PT Mandiri Sekuritas dan menempati berbagai posisi strategis, termasuk sebagai pimpinan divisi investment banking selama lebih dari satu dekade. Di periode ini, ia terlibat dalam banyak transaksi besar dan aksi korporasi penting di pasar modal Indonesia.
Pengalaman Iman juga mencakup sejumlah posisi kunci di badan usaha milik negara (BUMN). Pada 2016, ia dipercaya sebagai Direktur Keuangan Pelindo II, lalu melanjutkan peran serupa di Pelindo III pada 2018. Pada 2019, ia menjabat Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA), sebelum kemudian dipercaya sebagai Direktur Strategi, Portofolio, dan Pengembangan Usaha PT Pertamina (Persero) pada 2020.
Iman resmi memimpin BEI pada 2022 menggantikan Inarno Djajadi. Selama masa jabatannya, BEI mencatat sejumlah agenda strategis, seperti peningkatan jumlah investor ritel, penguatan sistem dan infrastruktur perdagangan, serta pengembangan berbagai produk pasar modal.
Namun memasuki awal 2026, tekanan dari kondisi global dan sentimen negatif dari lembaga penyedia indeks internasional membuat IHSG mengalami pelemahan tajam. Situasi tersebut memicu kekhawatiran investor dan memperbesar tekanan terhadap pasar modal domestik.
Dalam pernyataannya, Iman berharap pengunduran dirinya dapat menjadi langkah terbaik untuk menjaga stabilitas serta memulihkan kepercayaan terhadap pasar modal Indonesia. Saat ini, BEI tengah menyiapkan pelaksana tugas Direktur Utama sembari menjalankan proses internal sesuai ketentuan yang berlaku.












