JAKARTA, Cobisnis.com – Dampak skandal pajak yang menjerat Cha Eun Woo mulai terasa di dunia periklanan. Sejumlah brand dilaporkan mengambil langkah menjauh dengan menghentikan kerja sama dan menarik iklan yang menampilkan sang aktor.
Mengutip laporan OSEN, Shinhan Bank serta merek perawatan kulit Abbive telah membatalkan kontrak iklan mereka dengan Cha Eun Woo. Selain itu, SSG.com juga memutuskan untuk memprivate seluruh video yang menampilkan Cha Eun Woo dari kanal YouTube resmi mereka. Langkah serupa turut dilakukan oleh Marithe Francois Girbaud dan Daesung MyMac.
Tak hanya dari kalangan brand komersial, dampak skandal ini juga menjalar ke ranah institusi. Korea Defense Media Agency (KFN) dilaporkan memprivate video-video Cha Eun Woo dari kanal YouTube KFN Plus.
Cha Eun Woo yang saat ini tengah menjalani wajib militer sebelumnya tampil dalam serial YouTube KFN Plus berjudul That Day in the Military sejak Desember 2025. Namun, empat episode yang telah dirilis kini tidak lagi dapat diakses oleh publik.
Kasus ini bermula setelah Cha Eun Woo menerima surat penagihan pajak senilai lebih dari KRW20 miliar atau sekitar Rp232,8 miliar, usai menjalani audit pajak intensif oleh Kantor Pajak Nasional Wilayah Seoul pada paruh pertama 2025.
Dalam hasil audit tersebut, otoritas pajak mengungkap bahwa agensi Cha Eun Woo, Fantagio, menandatangani kontrak manajemen dengan sebuah perusahaan yang didirikan oleh ibu sang aktor. Menurut laporan The Chosun Daily, kontrak tersebut memungkinkan seluruh penghasilan Cha Eun Woo sebagai artis solo dikenakan tarif pajak perusahaan, yang lebih rendah sekitar 45 persen dibandingkan pajak penghasilan pribadi.
Namun, setelah penyelidikan lanjutan, otoritas pajak menetapkan perusahaan tersebut sebagai perusahaan fiktif karena dinilai tidak memberikan layanan nyata sebagaimana tercantum dalam kontrak.
Menanggapi hal tersebut, Fantagio menyatakan bahwa inti permasalahan terletak pada penilaian apakah perusahaan milik ibu Cha Eun Woo memenuhi syarat sebagai badan hukum kena pajak yang sah
.
Sementara itu, dalam surat permintaan maaf yang disampaikan pada 26 Januari 2026, Cha Eun Woo mengaku kasus ini menjadi pelajaran penting baginya terkait kepatuhan pajak. Ia juga menyatakan akan bersikap kooperatif dan menerima seluruh keputusan yang diambil oleh Badan Pajak Nasional.
“Aku akan bertanggung jawab penuh atas permasalahan ini,” tulis Cha Eun Woo dalam pernyataannya.














