JAKARTA, Cobisnis.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat setelah Amerika Serikat mengerahkan kapal induk ke kawasan tersebut. Iran menegaskan siap memberikan respons tegas terhadap setiap aksi militer yang dilakukan AS.
Peringatan keras itu disampaikan Wakil Ketua Parlemen Iran, Hamidreza Hajibabaei, menyusul kehadiran armada militer AS yang dinilai meningkatkan eskalasi konflik regional.
Menurut Hajibabaei, Iran tidak pernah memulai konflik atau ancaman terhadap negara lain. Namun, setiap bentuk agresi, baik langsung maupun tidak langsung, akan dibalas secara tegas dan terukur.
Ia menekankan bahwa respons Iran akan didasarkan pada hak pembelaan diri sesuai Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang mengatur hak negara untuk mempertahankan kedaulatannya.
Ketegangan ini mencuat setelah AS mengumumkan pengerahan kapal induk USS Abraham Lincoln beserta kelompok tempurnya ke wilayah Timur Tengah.
Presiden AS Donald Trump bahkan menyebut pengerahan armada tersebut sebagai “armada besar” yang ditempatkan dekat Iran, dengan skala lebih besar dibandingkan pengerahan militer AS ke Venezuela sebelumnya.
Hajibabaei menuding kebijakan luar negeri AS kerap mengabaikan norma internasional demi membenarkan agresi militer dan kepentingan eksploitasi sumber daya.
Ia juga menyebut tidak ada negara, sekecil atau sebesar apa pun, yang kebal terhadap tekanan dan intimidasi politik dari Amerika Serikat.
Menurutnya, tindakan tersebut menunjukkan adanya upaya sistematis untuk melemahkan lembaga dan organisasi internasional yang seharusnya menjaga stabilitas global.
Situasi ini turut menjadi perhatian negara-negara kawasan, termasuk Uni Emirat Arab yang sebelumnya menyatakan tidak mengizinkan wilayahnya digunakan untuk menyerang Iran.
Meningkatnya ketegangan Iran-AS dikhawatirkan berdampak pada stabilitas kawasan Timur Tengah dan memicu ketidakpastian geopolitik global.














