JAKARTA, Cobisnis.com – Jumlah orang Indonesia dengan tabungan di atas Rp5 miliar terus bertambah signifikan. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat simpanan nasabah kelas atas melonjak hingga 22,76 persen dalam periode terbaru.
Lonjakan ini mencerminkan pertumbuhan kuat dana masyarakat pada kelompok beraset besar. Simpanan dengan nilai di atas Rp5 miliar menjadi salah satu kategori dengan pertumbuhan tertinggi di sistem perbankan nasional.
Di saat yang sama, tabungan masyarakat dengan saldo di bawah Rp100 juta juga mengalami peningkatan. Namun, laju pertumbuhannya jauh lebih terbatas dibandingkan simpanan bernilai jumbo.
Data LPS menunjukkan tren ini sejalan dengan menurunnya jumlah masyarakat yang belum memiliki rekening bank. Inklusi keuangan terus membaik, meski distribusi pertumbuhan simpanan masih timpang.
Pertumbuhan tabungan besar mencerminkan akumulasi kekayaan yang kuat di kelompok tertentu. Kondisi ini dipengaruhi oleh stabilitas sektor keuangan, suku bunga simpanan, serta strategi diversifikasi aset masyarakat kelas atas.
Di sisi lain, masyarakat menengah dan kecil cenderung lebih berhati-hati dalam menyimpan dana. Tekanan biaya hidup, inflasi, serta kebutuhan konsumsi harian membatasi ruang akumulasi tabungan.
Fenomena ini juga mencerminkan perubahan perilaku keuangan pasca-pandemi. Kelompok berpendapatan tinggi cenderung meningkatkan simpanan sebagai langkah mitigasi risiko global.
Secara makro, pertumbuhan dana pihak ketiga menjadi sinyal positif bagi stabilitas perbankan. Likuiditas yang kuat memberikan ruang bagi bank untuk menyalurkan kredit ke sektor produktif.
Namun demikian, ketimpangan pertumbuhan tabungan menimbulkan tantangan kebijakan. Pemerintah dan otoritas keuangan dituntut memastikan pertumbuhan ekonomi tetap inklusif.
Ke depan, penguatan literasi keuangan dan perluasan akses pembiayaan produktif dinilai penting agar manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan lebih merata oleh seluruh lapisan masyarakat.














