JAKARTA, Cobisnis.com – Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mengalami koreksi cukup dalam dalam dua pekan terakhir, seiring tekanan pasar dan aksi jual investor asing di bursa.
Secara akumulatif, harga saham BUMI tercatat turun hampir 20 persen, mencerminkan sentimen hati-hati pelaku pasar terhadap sektor tambang dan dinamika global.
Namun di balik pelemahan tersebut, muncul pergerakan senyap dari investor institusi global yang justru melihat koreksi sebagai peluang akumulasi.
Raksasa investasi dunia, BlackRock, tercatat menambah kepemilikan saham BUMI melalui pembelian sekitar 1,40 juta saham di pasar.
Dengan transaksi tersebut, total kepemilikan BlackRock di BUMI meningkat menjadi sekitar 1,95 miliar saham atau setara 0,54 persen.
Aksi ini menunjukkan bahwa koreksi harga dipandang sebagai kesempatan beli oleh investor berorientasi jangka panjang, bukan sekadar sinyal pelemahan fundamental.
Selain faktor valuasi yang dianggap lebih menarik, pergerakan saham BUMI juga dikaitkan dengan upaya restrukturisasi kepemilikan untuk meningkatkan porsi free float.
Langkah tersebut dinilai penting guna memenuhi kriteria masuk ke dalam indeks MSCI, yang kerap menjadi acuan investor institusi global.
Jika BUMI berhasil masuk MSCI, potensi aliran dana baru dari investor pasif dan dana indeks dinilai cukup besar dan dapat menjadi katalis positif.
Di sisi lain, pasar masih mencermati keberlanjutan kinerja operasional serta strategi manajemen dalam menjaga stabilitas keuangan perusahaan.
Pergerakan BlackRock ini menjadi sinyal bahwa di tengah tekanan jangka pendek, masih ada keyakinan terhadap prospek BUMI dalam horizon yang lebih panjang.














