JAKARTA, Cobisnis.com – Militer Amerika Serikat mengkonfirmasi telah melancarkan serangan terhadap sebuah kapal yang diduga terlibat dalam penyelundupan narkotika di Samudra Pasifik bagian timur, menewaskan dua orang dan menyisakan satu orang yang selamat. Operasi ini dilakukan pada 23 Januari 2026 sebagai bagian dari kampanye militer yang dikenal sebagai Operation Southern Spear.
Dalam pernyataannya lewat media sosial, US Southern Command menyebut bahwa Joint Task Force Southern Spear, atas arahan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, melakukan “serangan kinetik mematikan” terhadap kapal yang disebut dioperasikan oleh organisasi yang didesain sebagai terrorist organization. Intelligence AS dilaporkan memastikan kapal tersebut sedang melintasi jalur rute penyelundupan narkoba yang dikenal dan terlibat dalam operasi tersebut.
Setelah serangan, US Coast Guard diberitahu untuk memulai operasi pencarian dan penyelamatan terhadap satu orang yang selamat dalam insiden itu. Serangan semacam ini adalah bagian dari upaya yang lebih luas oleh militer AS untuk menindak kapal-kapal yang dicurigai terlibat dalam perdagangan narkoba lintas laut dan telah menewaskan puluhan orang dalam beberapa bulan terakhir.














