JAKARTA, Cobisnis.com – Sabrang Mowo Damar Panuluh atau yang lebih dikenal sebagai Noe Letto merupakan vokalis band Letto yang populer pada era 2000-an. Bersama Letto, ia melahirkan sejumlah lagu hits seperti Sandaran Hati, Sebelum Cahaya, dan Ruang Rindu yang masih dikenang hingga kini.
Selain dikenal sebagai musisi, Noe juga memiliki latar belakang akademik yang kuat. Ia merupakan lulusan Universitas Alberta, Kanada, dengan dua bidang studi sekaligus, yakni Matematika dan Fisika. Dengan bekal tersebut, Noe kini dipercaya mengemban tugas sebagai tenaga ahli Dewan Pertahanan Nasional (DPN).
Biodata Singkat Noe Letto
Nama lengkap: Sabrang Mowo Damar Panuluh
Nama panggilan: Noe
Tempat, tanggal lahir: Yogyakarta, 10 Juni 1979
Agama: Islam
Zodiak: Gemini
Orang tua: Emha Ainun Nadjib (Cak Nun) dan Neneng Suryaningsih
Pasangan: Fauzia Fajar Putri
Anak: Dua
Pendidikan: Sarjana Matematika dan Fisika, University of Alberta, Kanada
Pekerjaan: Musisi, pencipta lagu, produser film, tenaga ahli DPN
Noe lahir dan dibesarkan di Yogyakarta. Saat berusia enam tahun, kedua orang tuanya bercerai. Ayahnya kemudian menikah dengan Novia Kolopaking, yang dikenal sebagai penyanyi dan aktris, sehingga Noe memiliki ibu tiri dari kalangan seniman.
Dalam kehidupan pribadi, Noe menikah dengan Fauzia Fajar Putri pada Februari 2010. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai dua anak bernama Rih Anawai Lu’lu Bodronoyo dan Miyah Azali Mudraia Ismoyo.
Perjalanan Pendidikan dan Karier
Noe melanjutkan pendidikan tinggi ke Kanada pada 1997. Ia mengambil dua jurusan sekaligus di Universitas Alberta, yakni Matematika dan Fisika. Masa studinya tidak selalu mudah, terutama saat krisis moneter melanda. Untuk bertahan, Noe sempat bekerja paruh waktu selama kuliah.
Pada 2003, Noe berhasil menyelesaikan studinya dan meraih dua gelar akademik, yaitu Bachelor of Mathematics dan Bachelor of Science. Setelah kembali ke Indonesia, ia mendalami produksi musik di Studio KiaiKanjeng.
Ketertarikannya pada musik mendorong Noe membentuk band Letto bersama teman-temannya semasa sekolah di SMAN 7 Yogyakarta. Album perdana Letto berjudul Truth, Cry, and Lie dirilis pada akhir 2005 dan mendapat sambutan luas. Album tersebut meraih sertifikat double platinum serta memenangkan kategori Album Pendatang Baru di SCTV Music Awards 2007.
Kesuksesan itu dilanjutkan dengan album kedua Don’t Make Me Sad pada 2007, disusul sejumlah album lainnya. Di luar dunia musik, Noe juga terjun ke industri film dengan mendirikan rumah produksi Pick[k]Lock Productions bersama Dewi Umaya Rachman.
Sebagai produser, Noe terlibat dalam beberapa film layar lebar, di antaranya Minggu Pagi di Victoria Park (2010), Rayya, Cahaya Di Atas Cahaya (2012), dan Guru Bangsa: Tjokroaminoto (2015).
Menjadi Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional
Karier Noe kini berkembang ke ranah strategis nasional. Ia dilantik sebagai salah satu dari 12 tenaga ahli Dewan Pertahanan Nasional pada Kamis, 15 Januari 2026. Dalam peran tersebut, Noe bertugas memberikan masukan, kajian, serta rekomendasi sesuai keahliannya guna mendukung fungsi dan tugas DPN.
Deretan Karya dan Penghargaan
Selama berkarier, Noe bersama Letto dan sebagai produser film telah meraih berbagai penghargaan bergengsi. Beberapa di antaranya adalah Album Pendatang Baru SCTV Music Awards 2007, Duo/Kumpulan Baru Terbaik Anugerah Planet Muzik 2007, hingga Film Bioskop Terpuji Festival Film Bandung 2015 melalui Guru Bangsa: Tjokroaminoto.














