JAKARTA, Cobisnis.com – Denada Tambunan merupakan salah satu figur publik Indonesia yang telah lama malang melintang di dunia hiburan. Ia dikenal sebagai penyanyi, aktris, sekaligus model yang memulai karier sejak usia muda dan mampu bertahan lintas generasi.
Biodata Denada
Nama lengkap: Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan
Nama populer: Denada
Tempat, tanggal lahir: Jakarta, 19 Desember 1978
Zodiak: Sagitarius
Agama: Islam
Orang tua: Rio Tambunan (ayah) dan Emilia Contessa (ibu)
Mantan pasangan: Jerry Aurum (menikah 2012, bercerai 2015)
Anak: Shakira Aurum
Media sosial: @denadaindonesia
Profesi: Penyanyi, aktris, model
Latar Belakang dan Kehidupan Pribadi
Denada lahir dan besar di Jakarta sebagai anak sulung dari Emilia Contessa, penyanyi senior sekaligus politisi, dan Rio Tambunan yang berprofesi sebagai pegawai sipil. Sejak kecil, ia sudah akrab dengan dunia seni dan hiburan.
Denada sempat menempuh pendidikan di Universitas Trisakti, jurusan Arsitektur. Namun, ia memutuskan untuk tidak melanjutkan studinya di sana dan memilih meneruskan pendidikan ke Perth, Australia.
Pada Februari 2012, Denada menikah dengan fotografer asal Bali, Jerry Aurum, dalam pernikahan beda agama. Dari pernikahan tersebut, mereka dikaruniai seorang putri bernama Shakira Aurum yang lahir pada Desember 2012. Hubungan rumah tangga itu berakhir pada 2015, dan sejak saat itu Denada menjalani peran sebagai ibu tunggal.
Perjuangan Merawat Anak
Kehidupan pribadi Denada sempat menjadi perhatian luas publik ketika putrinya, Shakira Aurum, didiagnosis menderita leukemia. Denada memilih memprioritaskan pengobatan sang anak hingga harus menjalani perawatan intensif di luar negeri.
Perjuangannya sebagai ibu tunggal yang berupaya memberikan pengobatan terbaik bagi anaknya menuai simpati dan dukungan dari banyak pihak. Keteguhan dan pengorbanannya kerap disebut sebagai salah satu fase paling berat dalam perjalanan hidup Denada.
Perjalanan Karier di Dunia Hiburan
Denada mengawali karier musiknya pada awal 1990-an sebagai penyanyi rap, genre yang saat itu masih jarang digeluti perempuan. Album Kujelang Hari (1994) dan Ini Album Gue (1997) membuat namanya dikenal sebagai sosok yang berani, enerjik, dan berbeda.
Setelah kembali dari Australia, Denada mengambil langkah besar dengan beralih ke genre dangdut. Keputusan tersebut sempat mengejutkan publik, namun justru membawa kesuksesan. Album One Stop Dangdut dan Call Me Denada mendapat respons positif dan mengantarkannya meraih penghargaan MTV Indonesia.
Selain bermusik, Denada juga aktif di dunia akting. Ia membintangi sejumlah sinetron seperti Hari-hari Mau, Nyari Bini, dan Cahaya Surga, serta film layar lebar seperti Kau dan Aku Cinta Indonesia dan Habis Gelap Menuju Terang.
Kasus Hukum yang Menyeret Denada
Nama Denada kembali menjadi sorotan publik setelah muncul gugatan hukum di Pengadilan Negeri Banyuwangi. Gugatan tersebut diajukan oleh Al Ressa Rizky Rosano, yang mengaku sebagai anak kandung Denada, dengan tuduhan penelantaran anak.
Dalam gugatan itu, Ressa menuntut ganti rugi materiil sebesar Rp7 miliar. Hingga kini, proses hukum masih berlangsung dan berada pada tahap m
ediasi setelah beberapa kali persidangan digelar.
Ressa mengungkapkan bahwa selama 24 tahun hidupnya, ia tidak mengetahui identitas ibu kandungnya. Ia dibesarkan oleh adik Emilia Contessa di Banyuwangi dan selama ini mengira Denada hanyalah sepupu. Fakta mengenai hubungan darah tersebut baru terungkap setelah Emilia Contessa meninggal dunia.
Selama bertahun-tahun, Ressa mengaku selalu memanggil Denada dengan sebutan “mbak” atau “kakak”, tanpa menyadari bahwa Denada adalah ibu kandungnya.
Penutup
Denada adalah sosok publik figur dengan perjalanan hidup yang kompleks, mulai dari karier panjang di dunia hiburan, perjuangan sebagai ibu tunggal, hingga menghadapi persoalan hukum yang menyita perhatian publik. Kisah hidupnya terus menjadi sorotan, seiring dinamika yang menyertai perjalanan pribadi dan profesionalnya.













