JAKARTA, Cobisnis.com – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah seorang jenderal senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melontarkan pernyataan keras yang ditujukan langsung kepada Presiden AS Donald Trump.
Mohsen Rezaei, yang juga menjabat sebagai anggota Dewan Kebijaksanaan Iran, menanggapi pernyataan Trump terkait ancaman invasi dengan nada tegas dan konfrontatif. Ia memperingatkan bahwa Iran tidak akan tinggal diam apabila Amerika Serikat mengambil langkah militer.
“Trump berbicara seolah jarinya berada di pelatuk. Jika itu terjadi, kami akan memotong tangan dan jarinya,” ujar Rezaei dalam pernyataannya, seperti dikutip dari Iran International, Sabtu (17/1/2026).
Lebih lanjut, Rezaei menegaskan bahwa Iran tidak akan membuka ruang gencatan senjata apabila diserang. Menurutnya, setiap agresi akan dibalas tanpa kompromi.
“Jika kami dipaksa bergerak, tidak akan ada lagi pembicaraan soal gencatan senjata,” ucapnya.
Ia juga menilai Washington telah mengabaikan sikap menahan diri yang selama ini ditunjukkan Teheran. Rezaei memperingatkan AS agar tidak salah membaca kesabaran strategis Iran.
“Anda tidak memahami kesabaran dan pengendalian diri yang telah kami tunjukkan. Hentikan sekarang dan mundur. Jika tidak, tidak satu pun pangkalan Anda di kawasan ini akan berada dalam kondisi aman,” katanya.














