JAKARTA, Cobisnis.com – PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) mencatatkan pertumbuhan signifikan pada layanan angkutan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Hingga akhir Desember 2025, volume angkutan limbah B3 mencapai 14.256 ton atau meningkat 37 persen secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan capaian 2024 sebesar 10.386 ton. Realisasi tersebut juga telah melampaui 66 persen dari target tahunan perusahaan.
Direktur Pengembangan Usaha KAI Logistik, Aniek Dwi Deviyanti, mengatakan bahwa capaian ini mencerminkan kepercayaan pelanggan yang semakin kuat terhadap kemampuan KAI Logistik dalam menyediakan layanan angkutan limbah B3 yang aman dan sesuai ketentuan. Menurutnya, pengelolaan limbah B3 memerlukan sistem logistik yang terintegrasi, patuh regulasi, serta memiliki standar keselamatan tinggi.
“Pengangkutan limbah B3 memiliki risiko besar terhadap kesehatan dan lingkungan jika tidak dikelola secara tepat. Oleh karena itu, pemilihan moda transportasi menjadi faktor krusial untuk memastikan pengelolaan limbah yang aman, bertanggung jawab, dan selaras dengan prinsip keberlanjutan. Seluruh layanan angkutan limbah B3 KAI Logistik telah dilengkapi Rekomendasi Pengangkutan B3 melalui Kereta Api, sehingga jalur, titik muat, serta bongkar di Pulau Jawa memenuhi standar teknis dan administratif sesuai regulasi lingkungan dan perkeretaapian,” ujar Aniek.
Ia menambahkan, moda kereta api menawarkan keunggulan dari sisi keselamatan dan pengendalian risiko dibandingkan moda transportasi lain. Penggunaan jalur khusus kereta api mampu meminimalkan potensi kecelakaan maupun pencemaran. Selain itu, KAI Logistik telah mengantongi perizinan resmi untuk seluruh jenis limbah B3 yang diangkut, sehingga memberikan kepastian kepatuhan regulasi dan rasa aman bagi pelanggan industri.
Penerapan standar operasional yang ketat juga menjadi bagian penting dalam layanan ini, mulai dari pengawalan oleh petugas tersertifikasi hingga pemeriksaan rutin di empat titik pemeriksaan (check point) guna memastikan keamanan dan keselamatan pengiriman.
Aniek menegaskan, pertumbuhan angkutan limbah B3 sekaligus menjadi kontribusi KAI Logistik dalam mendukung agenda green logistics nasional. “Penggunaan moda kereta api tidak hanya lebih aman dan efisien, tetapi juga berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon. Hal ini sejalan dengan komitmen kami menghadirkan solusi logistik terintegrasi yang mendukung kebutuhan industri sekaligus keberlanjutan lingkungan,” jelasnya.
Layanan angkutan limbah B3 merupakan salah satu layanan strategis KAI Logistik yang telah dikembangkan sejak 2018. Dalam pelaksanaannya, KAI Logistik telah memperoleh rekomendasi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya Beracun untuk pengangkutan limbah B3 menggunakan moda kereta api. Saat ini, layanan tersebut melayani rute Kalimas–Nambo sebagai bagian dari sistem pengelolaan limbah industri yang aman dan terintegrasi.
Ke depan, KAI Logistik terus mengupayakan pengembangan layanan melalui berbagai inovasi guna meningkatkan fleksibilitas dan efisiensi operasional. Salah satunya melalui pengembangan terminal Kalimas dan Nambo agar ke depan dapat melayani aktivitas bongkar dan muat di masing-masing terminal. Selain itu, perusahaan juga membuka peluang penambahan titik layanan baru guna memperluas jangkauan serta memperkuat posisi KAI Logistik sebagai penyedia jasa logistik limbah B3 yang tepercaya, berizin lengkap, dan berorientasi pada keberlanjutan.













