JAKARTA, Cobisnis.com – Rencana kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Rabu (14/1/2026), batal dilaksanakan. Pembatalan tersebut dilakukan atas rekomendasi aparat keamanan menyusul situasi keamanan yang dinilai tidak kondusif akibat kontak senjata di sekitar Bandara Dekai.
Kontak senjata tersebut diklaim melibatkan kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat–Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) dengan aparat TNI. Juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, membenarkan adanya aksi bersenjata di wilayah tersebut yang berlangsung sejak Selasa (13/1/2026) hingga Rabu. Menurutnya, eskalasi keamanan di sekitar bandara menjadi alasan utama batalnya pendaratan rombongan Wakil Presiden.
Sebby Sambom juga menyatakan bahwa pihaknya menempatkan pasukan dalam status siaga di sekitar Bandara Dekai yang disebut sebagai objek vital nasional. Ia mengklaim, bandara tersebut menjadi titik utama aktivitas penerbangan, termasuk rencana kedatangan Wakil Presiden Gibran beserta rombongan.
Di sisi lain, pihak TNI membantah klaim terkait penyerangan terhadap pesawat yang dikaitkan dengan kunjungan Wakil Presiden. Kepala Satuan Tugas Media Koops Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna, menegaskan bahwa informasi mengenai penembakan pesawat merupakan kabar tidak benar. Namun, ia tidak merinci lebih lanjut mengenai agenda lanjutan Wakil Presiden setelah kunjungan ke Yahukimo dibatalkan.
Hingga saat ini, aparat keamanan masih melakukan pemantauan dan pengamanan di wilayah Yahukimo untuk memastikan stabilitas keamanan serta keselamatan masyarakat setempat. Pemerintah menegaskan bahwa setiap agenda kunjungan pejabat negara, khususnya ke wilayah dengan potensi gangguan keamanan, selalu didasarkan pada pertimbangan keselamatan dan kondisi lapangan.













