JAKARTA, Cobisnis.com – Ketegangan geopolitik global kembali menguat setelah Iran menyatakan kesiapan menghadapi potensi konflik bersenjata dengan Amerika Serikat dan Israel. Pernyataan ini menegaskan sikap Teheran yang mengklaim tidak gentar menghadapi tekanan militer maupun politik.
Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Iran menilai ancaman dari AS dan Israel sebagai bagian dari tekanan jangka panjang terhadap kedaulatan dan kepentingan nasionalnya.
Pemerintah Iran menyebut kesiapan militer sebagai langkah defensif, bukan provokasi. Namun, sikap tegas ini memicu kekhawatiran internasional terkait kemungkinan meluasnya konflik regional.
Amerika Serikat dan Israel selama ini menilai Iran sebagai aktor utama di balik ketegangan keamanan Timur Tengah. Tuduhan terkait program nuklir dan dukungan terhadap kelompok bersenjata menjadi sumber utama friksi politik.
Ketegangan ini juga berdampak pada sektor energi global. Iran merupakan salah satu negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia, menjadikannya pemain strategis dalam pasar energi internasional.
Situasi serupa juga terlihat pada Venezuela, negara lain yang memiliki cadangan minyak raksasa dan kerap berhadapan dengan tekanan politik dari AS. Kedua negara sama-sama menghadapi sanksi dan pembatasan ekonomi.
Kondisi tersebut membuat minyak tidak hanya menjadi komoditas ekonomi, tetapi juga alat tawar politik. Setiap eskalasi konflik berpotensi memengaruhi pasokan dan harga energi global.
Analis menilai pernyataan keras Iran lebih ditujukan untuk menunjukkan daya tahan politik dan militer. Namun, retorika seperti ini tetap meningkatkan risiko salah kalkulasi di tingkat regional.
Negara-negara besar dunia saat ini mendorong jalur diplomasi untuk mencegah konflik terbuka. Stabilitas kawasan dinilai krusial bagi perdagangan global dan keamanan internasional.
Meski belum mengarah pada perang terbuka, ketegangan yang terus meningkat membuat dunia waspada. Dinamika politik, militer, dan energi kini saling terkait dalam satu peta risiko global yang kompleks.














