JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengungkapkan adanya komunikasi langsung dari pemimpin Iran di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara. Kontak tersebut disebut terjadi setelah AS berulang kali melontarkan ancaman intervensi militer terhadap Teheran.
Trump menyampaikan bahwa pemimpin Iran menghubunginya secara langsung dan menyatakan keinginan untuk membuka jalur negosiasi. Pernyataan ini disampaikan Trump kepada wartawan saat berada di pesawat kepresidenan Air Force One.
Menurut Trump, pembicaraan awal tersebut menjadi sinyal bahwa Iran mulai mencari jalan dialog di tengah tekanan internasional yang semakin besar. Ia menyebut pertemuan lanjutan sedang diupayakan oleh kedua pihak.
Ketegangan AS-Iran meningkat seiring gelombang protes besar yang melanda Iran dalam dua pekan terakhir. Aksi demonstrasi dipicu oleh lonjakan biaya hidup dan kondisi ekonomi yang memburuk.
Situasi ini dinilai sebagai tantangan serius bagi pemerintahan teokrasi Iran, mengingat skala dan intensitas protes disebut sebagai yang terbesar sejak Revolusi Islam 1979.
Di tengah pembatasan akses internet, informasi dari Iran tetap mengalir melalui rekaman video yang menunjukkan aksi massa di Teheran dan sejumlah kota besar lainnya. Video tersebut memperlihatkan skala demonstrasi yang meluas selama beberapa malam berturut-turut.
Laporan dari lembaga pemantau hak asasi manusia menyebutkan ratusan demonstran tewas selama pemadaman internet. Iran Human Rights yang berbasis di Norwegia memperkirakan jumlah korban bisa mencapai lebih dari 2.000 orang.
Selain korban jiwa, lebih dari 2.600 demonstran dilaporkan telah ditangkap aparat keamanan. Sejumlah video juga menunjukkan tumpukan jenazah di sekitar fasilitas medis di selatan Teheran.
Menanggapi situasi tersebut, Trump menyatakan kesiapan AS untuk mengambil tindakan militer jika demonstran damai menjadi sasaran kekerasan. Ia juga secara terbuka menyampaikan dukungan kepada warga Iran yang menuntut perubahan.
Di sisi lain, parlemen Iran merespons keras pernyataan Trump. Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa militer AS dan Israel akan menjadi target jika serangan dilancarkan ke Iran.
Kondisi ini memperlihatkan eskalasi geopolitik yang berpotensi berdampak luas, tidak hanya pada stabilitas kawasan Timur Tengah, tetapi juga pada hubungan diplomatik global serta pasar energi dan keuangan internasional.














