JAKARTA, Cobisnis.com – Polda Jawa Barat mengambil alih penuh pengamanan laga klasik Persib Bandung melawan Persija Jakarta yang digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (11/1/2026) sore. Langkah ini diambil karena pertandingan dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi akibat rivalitas panjang kedua tim.
Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan menegaskan laga Persib vs Persija bukan pertandingan biasa. Rivalitas suporter yang sudah berlangsung lama dinilai berpotensi memicu gangguan keamanan jika tidak diantisipasi dengan maksimal sejak awal.
Menurut Rudi, keputusan pengambilalihan pengamanan dilakukan agar koordinasi lebih terpusat. Dengan kewenangan penuh di tingkat Polda, aparat bisa bergerak lebih cepat dalam mengelola potensi risiko yang muncul sebelum, saat, dan setelah pertandingan.
Pengamanan tidak hanya difokuskan di area stadion GBLA. Aparat juga disiagakan di jalur kedatangan tim, lokasi penginapan pemain, titik-titik keramaian, serta akses keluar-masuk Kota Bandung yang diperkirakan dipadati suporter.
Sebanyak 2.600 lebih personel gabungan diterjunkan untuk mengamankan laga ini. Personel berasal dari kepolisian, TNI, dan unsur pengamanan lainnya yang tersebar dari Ring 1 hingga Ring 4 stadion.
Tim Persija Jakarta yang sudah tiba di Bandung akan menuju stadion menggunakan kendaraan taktis dengan pengawalan ketat. Pengawalan dilakukan untuk memastikan keamanan tim tamu hingga tiba di GBLA tepat waktu dan tanpa gangguan.
Selain pengamanan langsung di stadion, Polda Jawa Barat juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menggelar kegiatan nonton bareng di berbagai kabupaten dan kota. Langkah ini diambil untuk mengurangi kepadatan massa di area stadion.
Kapolda menegaskan hanya penonton bertiket yang diperbolehkan masuk ke stadion. Jumlah penonton dibatasi ketat sesuai kapasitas dan standar keamanan yang telah ditetapkan oleh panitia dan aparat.
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan turut mengimbau Bobotoh yang tidak memiliki tiket agar tidak memaksakan diri datang ke stadion. Ia meminta suporter mendukung Persib dengan tertib demi menjaga nama baik Jawa Barat.
Erwan juga mengingatkan agar kejadian masa lalu yang berujung sanksi tidak terulang. Menurutnya, menjaga ketertiban suporter menjadi bagian penting dalam menjaga prestasi dan masa depan klub.
Dengan pengamanan berlapis dan keterlibatan banyak pihak, aparat berharap laga Persib vs Persija dapat berjalan aman, tertib, dan menjadi hiburan bagi masyarakat tanpa menimbulkan dampak sosial yang merugikan.













