JAKARTA, Cobisnis.com – Seekor gorila gunung melahirkan anak kembar di wilayah timur Republik Demokratik Kongo yang dilanda konflik. Pihak taman nasional menyebut peristiwa ini sebagai “kejadian besar” bagi kelangsungan hidup subspesies gorila gunung yang terancam punah.
Virunga National Park dalam pernyataan resminya pada Rabu menyebutkan, kelahiran dua gorila jantan tersebut dari induk bernama Mafuko diketahui pada 3 Januari. Saat pertama kali diamati, kedua bayi gorila itu terlihat dalam kondisi sehat.
Taman nasional tertua di Afrika ini membentang lebih dari 3.000 mil persegi dan menjadi rumah bagi sebagian besar populasi gorila gunung terakhir di dunia. Namun, sebagian wilayah taman berada di bawah kendali kelompok bersenjata, sementara konflik berkepanjangan telah mempercepat kerusakan hutan.
Pihak taman menegaskan bahwa merawat anak kembar merupakan tantangan besar, terutama pada bulan-bulan awal ketika bayi gorila sepenuhnya bergantung pada induknya untuk perawatan dan mobilitas. Karena itu, kondisi kedua bayi gorila tersebut kini dipantau secara ketat guna memastikan kelangsungan hidup mereka.
Foto-foto yang dirilis oleh layanan pers taman menunjukkan Mafuko yang berusia 22 tahun sedang menggendong kedua bayinya sambil duduk di tanah, sebagian tubuhnya tertutup ranting dan dedaunan hijau.
Mafuko lahir dari keluarga Kabirizi, namun kemudian bergabung dengan keluarga Bageni enam tahun setelah induknya tewas dibunuh oleh “kelompok bersenjata” pada 2007. Kelahiran anak kembar ini dinilai penting bagi dinamika keluarga Bageni sekaligus upaya konservasi gorila gunung di Virunga.
Secara keseluruhan, Mafuko kini telah melahirkan tujuh anak, termasuk sepasang anak kembar yang meninggal dunia seminggu setelah kelahiran pada 2016. Dengan tambahan anggota baru ini, keluarga Bageni kini berjumlah 59 individu dan menjadi kelompok gorila terbesar di taman nasional tersebut.














