• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Saturday, June 13, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home News

Trump Mengatakan AS Akan Mengambil Alih Cadangan Minyak Venezuela, Ini Artinya

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
January 5, 2026
in News
0
Trump Mengatakan AS Akan Mengambil Alih Cadangan Minyak Venezuela, Ini Artinya

JAKARTA, Cobisnis.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Sabtu mengatakan bahwa AS akan mengambil alih kendali atas cadangan minyak Venezuela yang sangat besar serta mengajak perusahaan-perusahaan Amerika untuk menanamkan investasi bernilai miliaran dolar guna memperbaiki industri minyak negara tersebut yang telah lama terpuruk.

Venezuela diketahui memiliki sekitar 303 miliar barel cadangan minyak mentah, atau hampir seperlima dari total cadangan minyak dunia, menurut data Badan Informasi Energi AS (EIA). Cadangan raksasa ini diperkirakan akan memainkan peran kunci dalam masa depan Venezuela.

Karena pasar minyak tidak beroperasi pada akhir pekan, dampak jangka pendek terhadap harga minyak masih sulit diprediksi. Namun Trump menegaskan bahwa untuk sementara waktu Amerika Serikat akan menjalankan pemerintahan Venezuela.

“Kami akan mengerahkan perusahaan-perusahaan minyak besar Amerika Serikat yang terbesar di dunia untuk masuk, menghabiskan miliaran dolar, dan memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, termasuk infrastruktur minyak,” ujar Trump dalam konferensi pers di Mar-a-Lago.

Revitalisasi yang dipimpin AS berpotensi menjadikan Venezuela pemasok minyak yang jauh lebih besar di masa depan, membuka peluang bagi perusahaan minyak Barat, serta menambah sumber pasokan global. Hal ini juga bisa menahan kenaikan harga minyak dunia, meskipun harga yang lebih rendah berisiko mengurangi insentif produksi bagi sebagian perusahaan AS.

Meski akses internasional dipulihkan sepenuhnya, dibutuhkan waktu bertahun-tahun dan biaya besar untuk mengembalikan produksi minyak Venezuela ke level optimal. Perusahaan minyak negara PDVSA menyebut banyak pipa minyak tidak diperbarui selama 50 tahun, dan biaya pemulihan ke tingkat produksi puncak diperkirakan mencapai US$58 miliar.

“Untuk pasar minyak, ini berpotensi menjadi peristiwa bersejarah,” kata Phil Flynn, analis pasar senior Price Futures Group. “Rezim Maduro dan Hugo Chávez sebelumnya pada dasarnya menggerogoti industri minyak Venezuela.”

Kendali atas harta minyak Venezuela

Venezuela memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia, namun realisasi produksinya sangat tertinggal. Saat ini, negara tersebut hanya memproduksi sekitar 1 juta barel per hari, atau sekitar 0,8% dari produksi minyak global. Jumlah itu kurang dari setengah produksi sebelum Nicolás Maduro berkuasa pada 2013, dan jauh di bawah puncak produksi 3,5 juta barel per hari sebelum rezim sosialis mengambil alih.

Sanksi internasional, krisis ekonomi mendalam, minimnya investasi, serta buruknya perawatan infrastruktur menjadi faktor utama kemerosotan industri minyak Venezuela. Infrastruktur energi negara itu memburuk drastis, sehingga kapasitas produksinya terus menyusut.

Akibatnya, kontribusi Venezuela terhadap pasokan minyak global saat ini relatif kecil. Harga minyak global sepanjang tahun ini cenderung terkendali karena kekhawatiran kelebihan pasokan. OPEC meningkatkan produksi, sementara permintaan melemah akibat tekanan inflasi dan masalah daya beli pasca pandemi. Harga minyak AS sempat menembus US$60 per barel ketika pemerintahan Trump mulai menyita minyak dari kapal Venezuela, namun kembali turun ke sekitar US$57 per barel. Karena itu, reaksi pasar diperkirakan terbatas.

“Secara psikologis mungkin ada sedikit dorongan, tapi minyak Venezuela mudah digantikan oleh kombinasi produsen global lain,” ujar Flynn.

Potensi minyak Venezuela

Minyak Venezuela tergolong berat dan asam (heavy, sour crude) yang membutuhkan peralatan khusus serta teknologi tinggi untuk diekstraksi dan diolah. Perusahaan minyak internasional memiliki kemampuan tersebut, namun selama ini dibatasi oleh sanksi.

Sebaliknya, minyak AS didominasi jenis ringan dan manis (light, sweet crude) yang lebih cocok untuk bensin. Minyak berat Venezuela justru penting untuk produk seperti solar, aspal, dan bahan bakar industri berat. Pasokan solar global saat ini relatif ketat, sebagian karena sanksi terhadap minyak Venezuela. Membuka kembali akses minyak Venezuela bisa sangat menguntungkan AS. Letaknya dekat dan harganya relatif murah karena teksturnya yang kental. Banyak kilang minyak AS dirancang khusus untuk mengolah minyak berat Venezuela dan bekerja lebih efisien dengan jenis tersebut.

“Jika ini berjalan lancar dan perusahaan AS diizinkan membangun kembali industri minyak Venezuela, dampaknya bisa mengubah peta pasar minyak global,” kata Flynn.

Trump menyebut industri minyak Venezuela sebagai “gagal total” dan menegaskan bahwa produksi jauh di bawah potensi seharusnya.

“Kami akan mengerahkan perusahaan minyak besar AS untuk masuk, menghabiskan miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur yang rusak, dan mulai menghasilkan uang bagi negara itu,” tegas Trump.

Apa dampaknya bagi harga minyak?

Dampak intervensi AS terhadap harga energi global masih belum jelas. Presiden Rapidan Energy Group, Bob McNally, menilai pengaruhnya akan “moderat”, kecuali terjadi gejolak sosial besar di Venezuela.

“Pertanyaannya adalah seberapa cepat Venezuela yang pro-AS bisa meningkatkan produksinya. Persepsi pasar bisa melaju lebih cepat daripada kenyataan,” ujarnya.

McNally menambahkan, “Venezuela bisa menjadi faktor besar, tapi bukan dalam 5 hingga 10 tahun ke depan.” Pasar minyak akan kembali dibuka Minggu malam waktu AS. Menurut Helima Croft dari RBC Capital Markets, pergerakan harga sangat bergantung pada apakah Trump benar-benar mampu mewujudkan kebangkitan sektor minyak Venezuela.

“Semuanya bergantung pada apakah Venezuela mampu menentang sejarah upaya perubahan rezim yang dipimpin AS,” katanya. “Masih dibutuhkan detail jauh lebih banyak sebelum kita menyebut ini sebagai ‘Mission Accomplished’.”

Download WordPress Themes Free
Download Nulled WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
online free course
download lenevo firmware
Free Download WordPress Themes
udemy free download
Tags: cobisnis.comDonaldTrumpEkonomiGlobalMinyakVenezuela

Related Posts

Survei Global 2026: Negara-Negara dengan Warga Paling Mudah Marah

Survei Global 2026: Negara-Negara dengan Warga Paling Mudah Marah

by Hidayat Taufik
June 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Sejumlah negara mencatat tingkat kemarahan yang tinggi sepanjang 2026. Temuan ini muncul dalam survei emosi global yang...

Kesepakatan AS–Iran Masuk Tahap Baru, Washington Minta Program Nuklir Dihentikan

Kesepakatan AS–Iran Masuk Tahap Baru, Washington Minta Program Nuklir Dihentikan

by Hidayat Taufik
June 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Pemerintah Amerika Serikat menyatakan Iran menyetujui rancangan kesepakatan baru yang berbasis pada pemenuhan kewajiban tertentu. Dalam skema...

Defisit Terlebar Sepanjang Sejarah Itu Disengaja, Ini Penjelasan Dony Oskaria

Defisit Terlebar Sepanjang Sejarah Itu Disengaja, Ini Penjelasan Dony Oskaria

by Hidayat Taufik
June 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com — Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa defisit APBN kuartal I 2026...

BMKG Laporkan Gempa 5,2 di Laut Sulawesi, Tidak Picu Tsunami

Pesawat Berisi 267 Penumpang Rusak Usai Tabrak Tiang Saat Mendarat

by Desti Dwi Natasya
June 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Sebuah pesawat yang mengangkut 267 penumpang mengalami insiden setelah menabrak tiang lampu di area bandara. Benturan tersebut...

Piala Dunia 2026 Jadi Mahal, Pemain Timnas Swedia Bayari Perjalanan Keluarga

Piala Dunia 2026 Jadi Mahal, Pemain Timnas Swedia Bayari Perjalanan Keluarga

by Hidayat Taufik
June 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Piala Dunia 2026 tidak hanya menguji kemampuan pemain di lapangan. Turnamen ini juga menghadirkan tantangan finansial bagi...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Children of Heaven hingga Star Wars Ramaikan Bioskop Idul Adha

Kisaran Gaji Pegawai Alfamart 2026, Crew Store hingga Manager

May 27, 2026
Empat Cara Sederhana Menurunkan Tekanan Darah yang Bisa Dilakukan di Rumah

Diskon Listrik 50 Persen PLN Berlaku Lagi hingga 23 Juni 2026, Begini Cara Klaimnya

June 10, 2026
Masuk Kedokteran 2026? Ini Rincian Uang Pangkal di UI, UGM, Unair, dan PTN Lain

Masuk Kedokteran 2026? Ini Rincian Uang Pangkal di UI, UGM, Unair, dan PTN Lain

June 11, 2026
Arab Saudi Resmikan Maskapai Baru Riyadh Air, Siap Saingi Emirates

Daftar Harga BBM di ASEAN Juni 2026, RI Tetap Paling Murah

June 10, 2026
Start Strong! BTN JAKIM 2026 Hari Pertama Bikin Jakarta Full Energi

Start Strong! BTN JAKIM 2026 Hari Pertama Bikin Jakarta Full Energi

June 13, 2026
Survei Global 2026: Negara-Negara dengan Warga Paling Mudah Marah

Survei Global 2026: Negara-Negara dengan Warga Paling Mudah Marah

June 13, 2026
Kesepakatan AS–Iran Masuk Tahap Baru, Washington Minta Program Nuklir Dihentikan

Kesepakatan AS–Iran Masuk Tahap Baru, Washington Minta Program Nuklir Dihentikan

June 13, 2026
Defisit Terlebar Sepanjang Sejarah Itu Disengaja, Ini Penjelasan Dony Oskaria

Defisit Terlebar Sepanjang Sejarah Itu Disengaja, Ini Penjelasan Dony Oskaria

June 13, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved