• © Copyright 2025 Cobinis.com – All Right Reserved
Friday, February 13, 2026
Cobisnis
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Nasional
  • Lifestyle
  • Entertaiment
  • Humaniora
  • Sport
  • Teknologi
  • Otomotif
  • Foto
No Result
View All Result
Cobisnis
No Result
View All Result
Home Teknologi

Kapal Selam AS Kalah Jumlah di Pasifik, Korea Selatan Siapkan Rencana untuk Membantu

Zahra Zahwa by Zahra Zahwa
December 22, 2025
in Teknologi
0
Kapal Selam AS Kalah Jumlah di Pasifik, Korea Selatan Siapkan Rencana untuk Membantu

JAKARTA, Cobisnis.com – Amerika Serikat menghadapi tantangan serius di bawah laut kawasan Indo-Pasifik, di mana jumlah kapal selamnya kalah dibandingkan rival regional. Korea Selatan kini muncul dengan sebuah rencana ambisius: bergabung ke jajaran elite negara pemilik kapal selam bertenaga nuklir, sekaligus membantu meringankan beban Angkatan Laut AS di kawasan strategis tersebut.

Dengan restu Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Korea Selatan berpeluang menjadi negara ketujuh di dunia yang mengoperasikan kapal selam bertenaga nuklir, menyusul Amerika Serikat, Rusia, China, Prancis, Inggris, dan India. Langkah ini dinilai dapat menjadi solusi saling menguntungkan. Seoul bisa meningkatkan kemampuan menghadapi ancaman bawah laut Korea Utara dan China, sementara AS dapat mengalihkan kapal selam serang bertenaga nuklirnya ke titik panas lain seperti Laut China Selatan dan perairan sekitar Taiwan.

“Bagi Korea Selatan, ini akan menjadi pengubah permainan dalam menghadapi ancaman bawah laut Korea Utara,” ujar Yu Jihoon, peneliti di Korea Institute for Defense Analyses sekaligus mantan perwira kapal selam Angkatan Laut Korea Selatan.

Kapal selam bertenaga nuklir memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan kapal selam diesel-listrik, seperti kemampuan menyelam dalam waktu sangat lama, kecepatan lebih tinggi, serta tingkat kebisingan yang lebih rendah. Namun, ambisi ini bukan tanpa hambatan. Selama puluhan tahun, Korea Selatan terikat perjanjian nuklir dengan AS yang melarangnya memproses ulang bahan bakar nuklir bekas, meski secara teknologi mampu melakukannya.

Isu tersebut mencuat ke publik ketika Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung secara terbuka meminta Presiden Trump mencabut larangan tersebut dalam pertemuan Oktober lalu. Sehari setelahnya, Trump menyatakan persetujuannya melalui Truth Social, menyebut bahwa Korea Selatan diizinkan membangun kapal selam bertenaga nuklir untuk menggantikan armada diesel yang dinilai kurang lincah.

Lee menegaskan, langkah ini bertujuan meningkatkan kemampuan pelacakan kapal selam China dan Korea Utara, sekaligus “mengurangi beban signifikan bagi pasukan AS” di sekitar Semenanjung Korea.

Dari sisi AS, kebutuhan bantuan memang nyata. Data Angkatan Laut AS menunjukkan bahwa per Juli 2025, AS hanya memiliki 49 kapal selam serang yang harus mencakup seluruh lautan dunia. Sementara itu, ratusan kapal selam asing terutama milik China, Rusia, dan Korea Utara beroperasi di kawasan Indo-Pasifik.

Meski para pejabat Korea Selatan menyatakan negaranya sudah memiliki kemampuan teknis membangun kapal selam besar, tantangan terbesar ada pada lokasi produksi dan transfer teknologi. Trump sempat menyebut pembangunan akan dilakukan di galangan kapal Philadelphia yang baru diakuisisi perusahaan Korea Selatan, Hanwha. Namun, Seoul menekankan keinginan agar pembangunan dilakukan di dalam negeri demi transfer teknologi dan dampak industri nasional.

Para ahli memperkirakan, meskipun mendapat persetujuan politik, Korea Selatan masih membutuhkan waktu setidaknya 10 tahun untuk benar-benar mengoperasikan kapal selam bertenaga nuklir. Proses ini juga berpotensi memicu perlombaan senjata di kawasan, terutama dengan reaksi keras dari Korea Utara dan kekhawatiran China terkait stabilitas regional.

Meski demikian, Seoul menilai langkah ini krusial untuk menjaga keseimbangan kekuatan di Asia Timur. Dengan ancaman bawah laut yang terus berkembang, rencana Korea Selatan berpotensi menjadi faktor penentu dalam dinamika keamanan Pasifik di masa depan.

Download WordPress Themes
Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
udemy course download free
download micromax firmware
Free Download WordPress Themes
online free course
Tags: cobisnis.comKapalSelamNuklirKeamananPasifikMiliterKoreaSelatan

Related Posts

Sepanjang 2025, Jamkrindo Bukukan Penjaminan Rp214,73 Triliun untuk 4,9 Juta UMKM

Sepanjang 2025, Jamkrindo Bukukan Penjaminan Rp214,73 Triliun untuk 4,9 Juta UMKM

by Dwi Natasya
February 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) mencatatkan capaian kinerja positif sepanjang 2025 dengan total volume penjaminan mencapai Rp214,73...

Dukung IBL 2026, Bank Jakarta Resmi Jalin Sinergi dengan Pelita Jaya

Dukung IBL 2026, Bank Jakarta Resmi Jalin Sinergi dengan Pelita Jaya

by Dwi Natasya
February 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Bank Jakarta mempertegas komitmennya dalam mendukung kemajuan olahraga nasional dengan menjalin kolaborasi bersama Tim Bola Basket Pelita...

Hukum Ziarah Kubur Menjelang Ramadan: Ini Penjelasan Lengkapnya

Hukum Ziarah Kubur Menjelang Ramadan: Ini Penjelasan Lengkapnya

by Hidayat Taufik
February 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, sebagian umat Islam di Indonesia memiliki tradisi berziarah kubur. Tradisi ini dikenal...

Sidang Isbat Ramadhan 2026 Digelar 17 Februari, Ini Jadwal dan Proses Resminya

Sidang Isbat Ramadhan 2026 Digelar 17 Februari, Ini Jadwal dan Proses Resminya

by Hidayat Taufik
February 13, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Kementerian Agama (Kemenag) RI dijadwalkan kembali menggelar sidang isbat guna menetapkan awal Ramadhan 1447 Hijriah atau puasa...

Westlife Nyaman Di Indonesia Seperti Rumah Kedua Bagi Kami

Westlife Nyaman Di Indonesia Seperti Rumah Kedua Bagi Kami

by Hidayat Taufik
February 12, 2026
0

JAKARTA, Cobisnis.com – Grup vokal asal Irlandia, Westlife, kembali mengungkapkan kedekatan emosional mereka dengan Indonesia. Melalui konser “A Gala Evening”...

Load More
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Perkuat Kapasitas Penjaminan Nasional, Jamkrindo Syariah Gandeng PUI

Perkuat Kapasitas Penjaminan Nasional, Jamkrindo Syariah Gandeng PUI

February 12, 2026
Comeback NHL di Olimpiade 2026, AS Siap Goyang Superioritas Kanada

Jadwal Libur Sekolah Ramadan dan Lebaran 2026

February 12, 2026
Mohan Hazian Akui Perbuatan Tak Pantas terhadap Model, Sampaikan Permintaan Maaf Terbuka

Sosok Alya Putri, Istri Mohan Hazian yang Jadi Sorotan di Tengah Kasus Dugaan Pelecehan

February 12, 2026
Tata Cara Sholat Nisfu Syaban 2026 Lengkap dengan Niat dan Bacaan Doa

Seminggu Lagi Puasa Ramadhan 2026, Sudah Siap Sambut 1447 H?

February 12, 2026
Sepanjang 2025, Jamkrindo Bukukan Penjaminan Rp214,73 Triliun untuk 4,9 Juta UMKM

Sepanjang 2025, Jamkrindo Bukukan Penjaminan Rp214,73 Triliun untuk 4,9 Juta UMKM

February 13, 2026
Dukung IBL 2026, Bank Jakarta Resmi Jalin Sinergi dengan Pelita Jaya

Dukung IBL 2026, Bank Jakarta Resmi Jalin Sinergi dengan Pelita Jaya

February 13, 2026
Hukum Ziarah Kubur Menjelang Ramadan: Ini Penjelasan Lengkapnya

Hukum Ziarah Kubur Menjelang Ramadan: Ini Penjelasan Lengkapnya

February 13, 2026
Sidang Isbat Ramadhan 2026 Digelar 17 Februari, Ini Jadwal dan Proses Resminya

Sidang Isbat Ramadhan 2026 Digelar 17 Februari, Ini Jadwal dan Proses Resminya

February 13, 2026
">
  • Redaksi
  • Profil
  • Media Kit
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • Ekonomi & Bisnis
  • Nasional
  • Industri
  • Lifestyle
  • Humaniora
  • Kesehatan & Olahraga
  • Startup Center
  • Foto
  • Youtube

© Copyright 2025 Cobinis.com - All Right Reserved